Fasilitas Watergen Rp 2,5 Miliar Tak Berfungsi, Warga Desa Samparong, Sikka Masih Bergantung pada Air Payau
MAUMERE-Harapan masyarakat Desa Samparong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, untuk mendapatkan akses air minum yang layak melalui fasilitas Watergen belum terwujud.
Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran dana pinjaman daerah Pemkab Sikka senilai Rp 2,5 miliar itu justru tidak lagi berfungsi sejak Oktober 2025.
Akibatnya, lebih dari 1.200 jiwa di desa tersebut masih harus bergantung pada sumber air seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dengan mengambil air dari sumur di kawasan pesisir yang kondisinya payau dan terasa asin.
Penjabat Kepala Desa Semparong, Mudir, mengatakan hingga saat ini fasilitas Watergen belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Padahal, keberadaan teknologi pengolahan air tersebut sebelumnya diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan air minum yang selama ini dihadapi warga.
Tidak berfungsinya fasilitas itu membuat masyarakat harus mencari alternatif lain untuk memperoleh air yang layak dikonsumsi. Warga bahkan terpaksa membeli air dari Maumere dengan biaya yang tidak sedikit.
Untuk air kemasan berisi 20 liter, masyarakat harus mengeluarkan uang sekitar Rp 10.000. Sementara air isi ulang dijual dengan harga berkisar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per galon.
Bagi masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan air setiap hari, pengeluaran tersebut tentu menjadi beban tambahan rumah tangga.
Persoalan air di Semparong juga diperparah kondisi geografis wilayah pesisir. Sumur yang selama ini menjadi salah satu sumber air masyarakat kerap tertutup pasir ketika terjadi abrasi pantai.
Situasi tersebut membuat warga semakin kesulitan mendapatkan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun keperluan lainnya.
Mudir mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat kini berupaya mencari jalan keluar secara mandiri. Salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah menyiapkan pembangunan sumur baru dengan lokasi yang lebih jauh dari bibir pantai agar tidak mudah terdampak abrasi.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah desa dan warga telah mengumpulkan dana guna membeli gorong-gorong yang akan digunakan dalam pembangunan sumur.
“Untuk sementara, kami dari Pemerintah Desa Samparong sudah mengumpulkan dana untuk membeli gorong-gorong untuk sumur yang baru,” ujar Mudir, Rabu (4/11/2026).
Warga Desa Samparong lainnya, Arya Putra membenarkan bahwa proyek watergen yang berlokasi di RT/RW : 011/006, Dusun Sambuta , hingga saat ini belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya.
“Sebagai warga, kami masih menunggu agar fasilitas watergen dapat kembali berfungsi sehingga manfaat pembangunan ini benar-benar dirasakan masyarakat Desa Samparong,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan