HUT ke-54 Kopdit Obor Mas, Romo Wilfridus: Obor Mas Harus Tetap Menjadi Obor Bagi Orang Kecil

waktu baca 4 menit

MAUMERE-Memasuki usia ke-54 tahun, KSP Kopdit Obor Mas diingatkan untuk tidak kehilangan jati dirinya sebagai lembaga keuangan yang hadir melayani masyarakat kecil. Pertumbuhan aset, jumlah anggota, modernisasi, hingga kemajuan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan semangat solidaritas, kejujuran, dan keberpihakan kepada anggota.

Pesan tersebut disampaikan Romo Wilfridus Valiance, Pr, saat memimpin Misa Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 KSP Kopdit Obor Mas di kawasan wisata Pantai Krokowolon, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Rabu (4/11/2026).

Dalam khotbahnya, Romo Wilfridus mengajak seluruh pengurus, pengawas, manajemen, dan anggota untuk menjadikan momentum ulang tahun ini sebagai kesempatan merefleksikan kembali perjalanan panjang koperasi kredit tersebut.

Menurut dia, angka 54 bukan sekadar penanda usia sebuah lembaga. Di baliknya terdapat sejarah panjang, doa, kerja keras, dan pengorbanan para perintis yang telah meletakkan fondasi berdirinya Kopdit Obor Mas.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan lembaga tersebut tidak selalu berlangsung mulus. Kopdit Obor Mas tumbuh melewati berbagai tantangan, termasuk dinamika industri koperasi kredit yang sempat menghadapi persoalan citra dan tata kelola pada paruh pertama dekade 1990-an.

Namun, memasuki akhir dekade 1990-an hingga awal 2000-an, Kopdit Obor Mas mulai menunjukkan kebangkitan melalui pembenahan manajemen dan peningkatan profesionalisme pelayanan.

“Saya ikuti perkembangan koperasi kredit dan saya tahu Kopdit Obor Mas itu terdepan dalam pembaharuan manajemen untuk memaksimalkan pelayanan kepada anggota,” ujar Romo Wilfridus.

Ia menilai, perjalanan tersebut telah membuktikan bahwa nama Obor Mas bukan sekadar identitas kelembagaan. Selama lebih dari lima dekade, koperasi ini telah mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Nama Obor Mas terkesan terlalu mewah dan mentereng seperti Tugu Monas, mewah tapi tidak terjangkau. Tapi kesan ini ditepis ketika kita tahu bahwa sepanjang 54 tahun lembaga ini benar-benar menjadi obor masyarakat,” tuturnya.

Saat ini, Kopdit Obor Mas memiliki 165.412 anggota dengan total aset dan kekuatan ekonomi bersama mencapai lebih dari Rp1,5 triliun. Bagi Romo Wilfridus, capaian tersebut tidak hanya menggambarkan pertumbuhan sebuah lembaga keuangan mikro, tetapi juga memperlihatkan kekuatan solidaritas dan semangat saling berbagi di antara para anggotanya.

Ia menghubungkan semangat tersebut dengan cara hidup jemaat perdana yang sehati dan sejiwa, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Meski demikian, Romo Wilfridus mengingatkan agar pertumbuhan dan kemajuan kelembagaan tidak membuat insan Obor Mas melupakan tujuan awal pendiriannya.

Di tengah modernisasi dan digitalisasi, termasuk fasilitas kantor dan penampilan pegawai yang semakin menyerupai lembaga perbankan konvensional, ia meminta seluruh jajaran untuk tidak terjebak pada kemewahan dan kebanggaan terhadap institusi semata.

Menurut dia, perayaan ulang tahun seharusnya menjadi ruang untuk berhenti sejenak, melakukan introspeksi, dan kembali memahami makna pelayanan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Obor Mas adalah anugerah Tuhan yang dititipkan untuk melayani orang-orang kecil, bukan sekadar tempat mencari nafkah,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak pengurus, pengawas, dan seluruh pengelola untuk tetap mengedepankan hati nurani dalam bekerja. Keramahan terhadap anggota, terutama mereka yang berasal dari kelompok masyarakat kecil, harus menjadi bagian dari budaya pelayanan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etos kerja, kejujuran, dan integritas. Menurutnya, tidak boleh ada ruang bagi praktik kecurangan atau fraud dalam pengelolaan lembaga yang dibangun dari kepercayaan dan simpanan para anggota.

Romo Wilfridus kemudian mengingatkan kembali pesan Yesus, “Kamu harus memberi mereka makan”, sebagai panggilan untuk menghadirkan kepedulian melalui tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Saudara-saudara terkasih, sudahkah kita menghayati perintah Yesus, ‘Kamu harus memberi mereka makan,’ melalui peran kita masing-masing di Obor Mas sebagai pengurus, pengawas, jajaran manajemen? Bekerjalah dengan jujur dan integritas yang tinggi,” pesannya.

Ia juga menutup khotbah dengan sebuah pengingat sederhana yang dekat dengan kehidupan keluarga para pegawai.

“Hati-hati di rumah, hati-hati di jalan, istri dan anak-anak menunggu di rumah.”

Pesan tersebut, menurut dia, bukan sekadar ungkapan perhatian, melainkan pengingat moral agar setiap insan Obor Mas selalu berhati-hati, bertanggung jawab, dan menjaga amanah yang dipercayakan anggota.

Perayaan HUT ke-54 KSP Kopdit Obor Mas tahun ini dikemas dalam suasana kekeluargaan. Setelah Misa Syukur di Pantai Krokowolon, kegiatan dilanjutkan dengan family gathering yang diisi hiburan, permainan, serta berbagai aktivitas untuk mempererat kebersamaan keluarga besar Obor Mas.

Dengan mengusung tema “54 Tahun Berkarya dan Bertumbuh: Refleksi, Pembenahan dan Transformasi Menuju Koperasi yang Sehat, Aman, Unggul dan Berdaya Saing demi Kesejahteraan Anggota yang Berkelanjutan”, perayaan ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan sekaligus meneguhkan arah pelayanan Kopdit Obor Mas ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *