Bupati Sikka Jajaki Kerja Sama Pelatihan Kerja dengan Balai Kementerian Ketenagakerjaan Satpel PVP Kupang

waktu baca 2 menit

MAUMERE, FLORESPEDIA-Pemerintah Kabupaten Sikka menjajaki kerja sama dengan Balai Kementerian Ketenagakerjaan melalui Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Kupang untuk memperluas akses pelatihan kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha mandiri di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Koordinator Satpel PVP Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, di Rumah Makan Bambu Kuning, Kota Kupang, Senin (26/10/2026) siang.

Dalam pertemuan itu, keduanya membicarakan peluang kolaborasi pelatihan vokasi yang tidak berhenti pada pemberian keterampilan. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan kemampuan yang diperoleh untuk membuka usaha sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan.

Bupati Juventus menilai, pelatihan kerja perlu dihubungkan dengan kebutuhan nyata masyarakat, terutama generasi muda yang ingin memasuki dunia kerja maupun merintis usaha.

Karena itu, kerja sama yang dibahas juga mencakup kemungkinan menghubungkan lulusan pelatihan dengan akses permodalan melalui Bank NTT.

Dengan skema tersebut, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha setelah menyelesaikan pelatihan.

“Jadi, kita sudah melatih mereka dengan keterampilan. Mereka juga perlu didorong agar bisa mengembangkan keterampilan itu melalui bidang usaha,” demikian inti pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Wilfrianus menjelaskan, pelatihan vokasi memiliki program dan durasi yang disesuaikan dengan jenis keterampilan yang dipelajari. Beberapa program yang dibicarakan antara lain desain komunikasi visual (DKV), kewirausahaan, menjahit, serta keterampilan otomotif, termasuk perawatan sepeda motor injeksi dan pengecatan bodi kendaraan.

Jenis pelatihan nantinya dapat disesuaikan dengan minat peserta serta kebutuhan yang berkembang di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sikka juga didorong untuk mengidentifikasi calon peserta yang benar-benar memiliki minat dan keseriusan mengembangkan keterampilannya.

Dalam pembicaraan itu, kedua pihak turut menyinggung pentingnya koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka agar pelaksanaan program dapat dipersiapkan secara teknis, termasuk pendataan calon peserta dan kemungkinan dukungan anggaran daerah.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah keberlanjutan peserta setelah menyelesaikan pelatihan. Keterampilan yang diperoleh perlu diikuti dengan pendampingan agar peserta tidak kesulitan ketika mulai menjalankan usaha.

Selain akses modal melalui Bank NTT, pendampingan dapat melibatkan Dinas Nakertrans maupun pihak lain sesuai kebutuhan. Pendampingan ini penting untuk membantu peserta mengembangkan usaha, mengelola modal, serta menjaga agar usaha yang dirintis dapat bertahan.

Dalam diskusi itu, Bupati Juventus dan Wilfrianus juga menyinggung peluang pengembangan produk lokal melalui peningkatan kualitas desain dan kemasan. Langkah tersebut dapat membantu produk UMKM memiliki nilai jual lebih baik dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *