Headline

Longsor Susulan di Tebing Raganatar, Warga Desa Hokor, Sikka Mengungsi ke Rumah Keluarga

waktu baca 2 menit

MAUMERE, FLORESPEDIA-Tebing batu Raganatar di Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami longsor pada Selasa, 27 Oktober 2026. Peristiwa ini membuat warga yang tinggal di sekitar tebing panik dan memilih mengungsi ke rumah keluarga untuk menghindari kemungkinan longsor susulan.

Penjabat Kepala Desa Hokor, Alexius Frans Efendi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 13.30 WITA ketika sebagian warga sedang beristirahat di dalam rumah.

Suara gemuruh dari arah tebing membuat warga ketakutan. Mereka bergegas keluar rumah dan berlari mencari tempat yang dinilai aman dari ancaman runtuhan batu cadas dan material tanah.

“ Mereka panik, takut dan langsung lari keluar rumah untuk mencari tempat yang aman. Mereka lari ke kantor desa dan membuat kami yang sedang berada di dalam kantor desa juga panik berlari ke luar kantor,” kata Alexius kepada media, Selasa, 27 Oktober 2026.

Alexius menjelaskan, terdapat sekitar tujuh rumah warga di sekitar tebing Raganatar. Meski material longsoran kembali runtuh, batu cadas dan tanah tidak sampai mengenai bangunan rumah warga.

Dengan demikian, warga di sekitar lokasi dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, untuk mengantisipasi risiko yang masih mengancam, seluruh warga yang bermukim di sekitar tebing telah mengungsi sementara ke rumah keluarga masing-masing di wilayah Desa Hokor.

Alexius mengimbau masyarakat, terutama warga yang tinggal dekat tebing Raganatar, agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi longsor.

Menurut dia, potensi longsor susulan masih perlu diwaspadai. Berdasarkan pemantauan instansi terkait setelah longsor pertama pada 15 Agustus 2026, masih terdapat sisa batu cadas yang rawan runtuh dari bagian tebing.

“Saya sudah mengimbau warga agar mengungsi untuk sementara waktu ke rumah keluarga terdekat karena kita khawatirkan akan terjadi longsor susulan,” ujarnya.

Pernah Longsor Setelah Gempa Flores

Tebing Raganatar sebelumnya mengalami longsor setelah gempa bumi tektonik yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Setelah kejadian tersebut, bongkahan batu berukuran besar yang tersisa di bagian puncak tebing dilaporkan masih menggantung. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena batu-batu tersebut berpotensi jatuh dan membahayakan warga yang tinggal di sekitarnya.

Tebing Raganatar selama ini dikenal sebagai salah satu daya tarik alam di Desa Hokor. Bentuknya yang menjulang tinggi dan menyerupai benteng menjadi ciri khas lanskap desa tersebut.

Namun, di balik keindahan alamnya, kondisi tebing yang masih menyimpan potensi longsor menjadi ancaman yang perlu diantisipasi, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version