Senator AWK Salurkan Bantuan Rp 25 Juta untuk Kapela Stasi Detuduli, Sikka

waktu baca 4 menit

MAUMERE,FLORESPEDIA-Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako (AWK), memberikan bantuan uang sebesar Rp 25 juta untuk pembangunan Kapela Stasi Detuduli, Paroki Maria Kusuma Karmel Nuaria, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Senin 26/10/2026.

Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah sekaligus perhatian AWK terhadap kehidupan umat di wilayah pelosok.

Kehadiran AWK yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite II DPD RI itu disambut penuh sukacita oleh umat. Perjalanan menuju Dusun Detuduli yang cukup jauh dengan kondisi jalan yang kurang baik tidak menyurutkan langkahnya untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Perwakilan orang tua di Stasi Detuduli, Maksensius Sintus, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian AWK terhadap umat, khususnya dalam mendukung pembangunan kapela.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada anak dan adik kami, Angelius Wake Kako, yang sudah hadir bersama umat di Stasi Detuduli. Kami merasa senang karena meskipun jalannya jauh dan kurang baik, beliau tetap datang untuk bersama-sama dengan kami,” ungkap Maksensius.

Ia menjelaskan, semangat gotong royong umat di Stasi Detuduli sangat tinggi. Meskipun terdapat dinamika dan perbedaan di antara masyarakat, kebersamaan tetap terjaga, terutama dalam mendukung pembangunan kapela.

Menurut Maksensius, perjuangan umat dalam membangun rumah ibadah tersebut atas semangatnya umat dalam membangun Rumah Tuha. Ia menyebut bahwa, pada masa lalu, material pembangunan harus dipikul dari Watuneso menuju Detuduli.

“Dulu, material harus dipikul dari Watuneso ke sini. Sekarang zaman sudah berkembang, dan ini menjadi bukti semangat kami dalam membangun stasi. Kami berharap beliau tidak bosan membantu dan terus menjalin komunikasi dengan kami,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dan komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga pembangunan Kapela Stasi Detuduli dapat berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Angelius Wake Kako menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah mendukungnya menjadi anggota DPD RI selama dua periode.

Ia mengungkapkan, kepercayaan tersebut diberikan sejak dirinya masih berusia 29 tahun. Menurut AWK, dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas sebagai wakil daerah di tingkat nasional.

“Semua ini berjalan karena dukungan Bapak dan Mama semua. Puji Tuhan, saya bisa menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI selama dua periode,” ungkapnya.

AWK menjelaskan, pada periode pertama dirinya menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI. Kini, ia mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Komite II DPD RI.

Melalui tugas tersebut, ia terus membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah, termasuk kementerian dan lembaga terkait, untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah.

Ia mengatakan, komunikasi dengan pemerintah pusat menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan dukungan bagi masyarakat di kampung-kampung, termasuk wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.

Menurut AWK, kehadirannya di Stasi Detuduli merupakan bagian dari upaya menjaga komunikasi dan kepercayaan antara masyarakat di daerah dan wakil rakyat di tingkat nasional.

Ia pun mengajak umat agar terus mempertahankan semangat gotong royong dan membangun komunikasi yang baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan secara berkelanjutan.

“Saya berharap semangat kerja dan gotong royong ini terus dijaga. Untuk kebutuhan ke depan, kita tetap saling berkomunikasi agar apa yang masih dibutuhkan bisa kita perjuangkan bersama,” katanya.

Sementara itu, Pastor rekan Paroki Nuaria, Pater Kim Lako, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Angelius Wake Kako di Stasi Detuduli.

Ia mengaku tidak menyangka seorang anggota DPD RI dapat hadir langsung di wilayah tersebut, mengingat kondisi geografis dan akses jalan yang cukup menantang.

“Terus terang, saya tidak pernah membayangkan anggota DPD RI bisa sampai ke kampung ini. Kalau sampai di Paga atau Wolofeo mungkin masih bisa dimengerti, tetapi sampai di sini merupakan sesuatu yang luar biasa,” ungkap Pater Kim.

Menurutnya, kehadiran seorang wakil rakyat di tengah umat memiliki makna besar, bukan hanya berkaitan dengan bantuan material, tetapi juga perhatian, kepedulian, dan kebersamaan.

“Bantuan itu bukan yang paling penting, tetapi kehadiran menjadi penting. Pembangunan di sini luar biasa, apalagi baru selesai mengalami gempa. Semangat umat juga luar biasa, dan kehadiran Bapak di sini tentu semakin menambah semangat umat,” katanya.

Pater Kim juga mengajak umat Stasi Detuduli untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan semangat gotong royong dalam pembangunan kapela maupun kehidupan menggereja.

Ia mengingatkan agar semangat kebersamaan tidak hanya muncul ketika ada pekerjaan pembangunan, tetapi juga diwujudkan melalui kehadiran umat dalam berbagai kegiatan pelayanan dan perayaan di kapela.

“Kalau ada kegiatan gotong royong, umat sangat banyak yang datang. Harapan saya, semangat ini juga terus dijaga dalam kehidupan menggereja. Jangan hanya datang ketika ada pekerjaan, tetapi mari kita semakin rajin datang ke rumah Tuhan,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *