Lantik Komisaris Independen, Gubernur Melki Dorong Bank NTT Perluas Kredit UMKM, Tidak Hanya Berfokus pada Kredit Bagi ASN
KUPANG-Mantan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Flori Rita Wuisan, M.M., resmi menjabat Komisaris Independen Bank NTT setelah dilantik Gubernur NTT Melki Laka Lena, Senin (26/10/2026).
Pelantikan berlangsung di Aula Fernandez, Lantai 4, Kantor Gubernur NTT, setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) Tahun 2026.
Rita merupakan mantan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT yang memasuki masa purnatugas pada Juli 2026 saat menjabat Plh Sekda NTT.
Sepanjang karier birokrasi, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari asisten sekretariat daerah hingga kepala dinas. Pada 2024, Rita juga pernah dipercaya menjadi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat.
Masa jabatannya sebagai Komisaris Independen Bank NTT berlangsung selama lima tahun, terhitung sejak 26 Oktober 2026 hingga 25 Oktober 2031.
Rita mengatakan, pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan RUPSLB Bank NTT pada 24 Mei 2026. Dalam rapat itu, seluruh pemegang saham menyetujui pencalonan dirinya sebagai Komisaris Independen.
Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham, Rita menjalani serangkaian tahapan seleksi, termasuk pemenuhan sertifikasi manajemen risiko level VI, asesmen oleh Komite Remunerasi dan Nominasi Bank NTT, serta uji kepatutan dan kelayakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“OJK menyatakan saya memenuhi syarat,” kata Rita seusai pelantikan.
Ia menjelaskan, langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan Komisaris Utama dan anggota Dewan Komisaris lainnya untuk membahas pelaksanaan program kerja Bank NTT sepanjang 2026 sekaligus mempersiapkan agenda perusahaan pada 2027.
Pembahasan mengenai realisasi program dan rencana kegiatan tersebut akan menjadi dasar pembagian tugas pengawasan terhadap Direksi Bank NTT.
Rita menyatakan kesiapannya menjalankan fungsi pengawasan secara profesional serta memberikan masukan strategis kepada jajaran Direksi guna mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
Konsolidasi internal bersama manajemen menjadi salah satu langkah awal yang akan dilakukan untuk menyusun rencana kerja dan menetapkan target yang jelas serta terukur.
Melki Dorong Bank NTT Perluas Kredit UMKM
Gubernur NTT Melki Laka Lena berharap kelengkapan komposisi Direksi dan Dewan Komisaris Bank NTT dapat mendorong peningkatan profesionalisme, kesehatan perusahaan, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Melki, Bank NTT tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi harus mengambil peran lebih besar sebagai penggerak perekonomian daerah, peningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta pembuka peluang usaha dan lapangan kerja.
Karena itu, ia mendorong Bank NTT memperluas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor swasta, serta pelaku usaha produktif lainnya. Penyaluran kredit diharapkan tidak hanya berfokus pada aparatur sipil negara (ASN).
Melki juga mengusulkan agar jajaran pengurus Bank NTT mengadakan pertemuan rutin setiap bulan dengan para kepala daerah di NTT. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membahas kebutuhan pembiayaan dan peluang pengembangan ekonomi di setiap kabupaten dan kota.
Selain memperluas pembiayaan, Melki menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, sistem keamanan digital Bank NTT juga perlu diperketat untuk melindungi dana nasabah sekaligus mencegah kejahatan siber dan praktik kecurangan.
Khusus kepada Rita, Melki berharap jabatan Komisaris Independen dijalankan secara objektif, profesional, dan independen dengan mengedepankan pengawasan yang kuat demi kepentingan bank dan masyarakat.
Ia menginginkan Bank NTT tumbuh menjadi lembaga keuangan yang semakin terpercaya dan berdaya saing, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi NTT.
Pelantikan tersebut dihadiri Sekda NTT Fransiskus Sales Sodo, para bupati dan wali kota, pimpinan Bank Indonesia wilayah NTT, perwakilan OJK Kupang, para pemegang saham, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, serta jajaran manajemen Bank NTT.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan