Gubernur NTT Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo atas Dukungan Pembangunan Jalan Pantura Flores

waktu baca 2 menit
Emanuel Melkiades Laka Lena

KUPANG, FLORESPEDIA-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas persetujuan dan dukungan terhadap rencana pembangunan Jalan Lintas Utara Flores atau Pantura Flores yang menghubungkan Labuan Bajo hingga Maumere.

Jalan sepanjang 472,48 kilometer tersebut ditargetkan mulai dikerjakan dalam beberapa bulan mendatang dan rampung paling lambat akhir 2028.

Gubernur NTT menyebut, dukungan Presiden Prabowo terhadap pembangunan Pantura Flores bermula ketika dirinya menyampaikan langsung usulan tersebut saat kunjungan Presiden ke Kabupaten Nagekeo pada 26 Agustus 2026.

Saat itu, Presiden Prabowo mengunjungi Nagekeo untuk meninjau penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Flores.

“Saya menyampaikan bahwa jalan lintas utara sangat penting untuk membuka konektivitas wilayah, menggerakkan ekonomi, dan mempercepat mobilisasi bantuan ketika terjadi bencana,” demikian pernyataan Gubernur NTT.

Menurutnya, Presiden Prabowo merespons usulan tersebut dengan meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, untuk menindaklanjutinya.

Gubernur NTT juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri PU beserta seluruh jajaran, serta pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI yang turut mendorong rencana pembangunan jalan tersebut.

Dukungan itu kembali disampaikan dalam kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI di Labuan Bajo pada 9 Oktober 2026. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama anggota komisi turut mendorong percepatan pembangunan Pantura Flores.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI juga mendorong pemenuhan anggaran rekonstruksi pascabencana di NTT yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 triliun.

Pantura Flores Bukan Sekadar Jalan

Gubernur NTT mengatakan, pembangunan Pantura Flores memiliki arti strategis bagi masyarakat, terutama untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka peluang ekonomi baru.

Jalur tersebut diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, mendukung pengembangan pariwisata, serta memudahkan mobilisasi bantuan ketika terjadi bencana.

Menteri PU Dody Hanggodo bersama jajarannya disebut telah melakukan pengecekan langsung terhadap jalur Pantura Flores melalui udara dan darat.

Dengan panjang mencapai 472,48 kilometer, jalan tersebut direncanakan menghubungkan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat hingga Maumere di Kabupaten Sikka.

“Bagi kami, Pantura Flores bukan sekadar jalan, tetapi jalur strategis untuk membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, mengembangkan pariwisata, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pembangunan Pantura Flores merupakan cita-cita lama masyarakat Flores. Karena itu, seluruh proses pembangunan diharapkan berjalan lancar dan sesuai target agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Gubernur NTT kembali menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menteri PU beserta jajarannya, serta pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI atas dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut.

“Mari kita kawal bersama terwujudnya Pantura Flores demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTT,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *