RS Pratama Doreng, Sikka Mangkrak, Gedungnya Jadi Tempat Warga Mengikat Sapi

waktu baca 2 menit

MAUMERE-Gedung Rumah Sakit (RS) Pratama Doreng di Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diharapkan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, hingga kini terbengkalai.

Bangunan yang menelan anggaran kontrak lebih dari Rp10,5 miliar itu justru dibiarkan tidak terurus dan sebagian halamannya dimanfaatkan warga untuk mengikat ternak sapi.

Pantauan media ini di lokasi pada Selasa, 13 Oktober 2026, memperlihatkan bangunan utama rumah sakit telah berdiri dengan dinding bercat putih. Namun, pengerjaannya belum tuntas. Sejumlah kaca jendela gedung utama dan ruang pelayanan terlihat diberi tanda silang besar berbentuk huruf X menggunakan cat putih.

Di sekeliling bangunan, semak belukar dan rumput liar tumbuh memenuhi lokasi RS Pratama Doreng. Pelataran yang seharusnya menjadi bagian dari lingkungan fasilitas kesehatan itu tampak ditumbuhi rumput. Seekor sapi berwarna cokelat terlihat terikat di dekat semak-semak di halaman gedung.

Kondisi serupa terlihat pada bangunan pendukung. Struktur beton dan kerangka atap baja ringan sudah terpasang, tetapi belum dilengkapi penutup atap.

Material berupa batu-batu besar dan tanah urukan juga masih berserakan di sekitar halaman serta jalur menuju bangunan utama.

Akses menuju gedung masih berupa jalan tanah kering, dengan vegetasi rumput dan ilalang yang tumbuh rimbun di sekitarnya.

Untuk diketahui, pembangunan gedung utama RS Pratama Doreng menggunakan dana pinjaman daerah Kabupaten Sikka melalui skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Nilai kontraknya mencapai Rp10.524.916.000 atau sekitar Rp10,5 miliar.

Proyek fisik bangunan utama tersebut dikerjakan oleh PT Garot. Namun, pelaksanaannya menghadapi berbagai persoalan hingga pekerjaan terhenti.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, salah satu persoalan yang mencuat berkaitan dengan pembayaran kontrak. Pihak kontraktor disebut menghentikan pekerjaan dan kembali ke kampung halaman karena persoalan pembayaran yang belum terselesaikan sepenuhnya.

Persoalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian masalah yang membuat pembangunan rumah sakit tidak berjalan hingga tuntas.

Bagi masyarakat Kecamatan Doreng dan wilayah sekitarnya, keberadaan RS Pratama Doreng diharapkan dapat memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan. Namun, bangunan yang belum selesai itu hingga kini belum memberikan manfaat sesuai tujuan pembangunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *