Headline

Customer Gathering PLN FBT, GM PLN NTT Cerita Perjuangan Pulihkan Pasokan Listrik Pascagempa Flores

waktu baca 6 menit
General Manager (GM) PLN NTT, Fransiskus Eko Suliatyono

MAUMERE-General Manager (GM) PLN NTT, Fransiskus Eko Suliatyono, menceritakan perjuangan petugas PLN memulihkan pasokan listrik di Flores setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026.

Dalam situasi ketika seluruh pembangkit dan jaringan terdampak harus diperiksa, PLN berupaya mengembalikan pasokan listrik secepat mungkin, termasuk ke wilayah terpencil seperti Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Cerita tersebut disampaikan Fransiskus saat menghadiri acara Customer Gathering PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur (FBT) di Hegong Rooftop Bar, Hotel Capa Maumere, Kamis (8/10/2026) malam.

Di hadapan para pelanggan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan, Fransiskus mengungkapkan bahwa dalam waktu sekitar 16 jam setelah gempa, sebanyak 86 persen pelanggan terdampak di sistem kelistrikan Flores sudah kembali mendapatkan pasokan listrik.

“Dalam waktu kurang lebih 16 jam, 86 persen pelanggan yang terdampak sudah siap menyala. Artinya, sudah menyala, hanya memang tempat-tempat itu belum ditinggali karena masih ditinggalkan penghuninya,” kata Fransiskus.

Ia menjelaskan, proses pemulihan tidak berhenti pada capaian tersebut. Masih ada sekitar 15 persen wilayah atau pelanggan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut karena kondisi akses, jaringan, dan situasi di lapangan yang tidak mudah.

Namun, menurut Fransiskus, seluruh sistem kelistrikan yang terdampak akhirnya berhasil dipulihkan dalam waktu empat hari.

“Dalam waktu singkat, sisa 15 persen memang agak berat. Berat dalam hal ini bukan karena pekerjaannya, tetapi akses dan lain sebagainya dan kondisi yang ada. Tetapi itu bisa kita pulihkan total dalam waktu empat hari,” ujarnya.

Pemulihan tersebut, lanjut dia, juga menjangkau Pulau Palue. Di tengah kondisi pascagempa yang belum sepenuhnya pulih, petugas PLN tetap bekerja untuk memastikan pasokan listrik kembali tersedia bagi masyarakat.

“Termasuk Pulau Palue, yang di mana teman-teman kita dalam goyang-goyang masih tetap bekerja,” katanya, menggambarkan situasi yang dihadapi petugas ketika menjalankan tugas di tengah kondisi yang belum stabil.

Bagi Fransiskus, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus terus diperkuat. Gempa yang terjadi pada Agustus lalu bukan sekadar persoalan memulihkan jaringan listrik, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan langkah mitigasi apabila bencana serupa kembali terjadi.

Ia mengakui, keberhasilan pemulihan listrik tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

“PLN kemarin sudah membuktikan, mungkin dengan bantuan seluruh stakeholder, baik itu dari pemda, imbauannya, kemudian dari kepolisian, dari TNI, dan dari semuanya,” ujarnya.

Selain memulihkan jaringan untuk kebutuhan masyarakat, PLN juga membantu menyediakan pasokan listrik bagi fasilitas kesehatan darurat. Fransiskus mencontohkan dukungan kelistrikan untuk rumah sakit darurat yang menggunakan tenda setelah bangunan rumah sakit tidak dapat difungsikan.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat.

Bukan Sekadar Listrik Menyala

Di hadapan para pelanggan, Fransiskus menegaskan bahwa tugas PLN tidak cukup hanya memastikan listrik menyala. Pasokan listrik harus mampu mendukung kegiatan produktif, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tidak sekadar bagaimana ini menyala, tetapi bagaimana ini juga berkontribusi untuk menghasilkan sesuatu, sehingga ekonomi itu juga semakin meningkat,” katanya.

Karena itu, ia menilai hubungan antara PLN, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Kolaborasi dibutuhkan agar pelayanan kelistrikan tidak hanya menjawab kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menunjang aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah.

Fransiskus juga menggunakan kesempatan Customer Gathering untuk mendengarkan masukan pelanggan. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar acara seremonial atau pertemuan untuk mempererat silaturahmi, melainkan ruang bagi PLN untuk mengetahui persoalan dan harapan pelanggan.

“Ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi ini adalah kesempatan bagi kami PLN dalam kondisi yang spesial,” ujarnya.

Ia mengakui pelayanan PLN masih perlu terus disempurnakan. Karena itu, kritik dan saran pelanggan dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan pada masa mendatang.

“Jangan ragu-ragu untuk menyampaikan kritik bagi kami. Kritik apa pun akan kami pakai sebagai perbaikan di masa yang akan datang,” kata Fransiskus.

Ia juga mendorong pelanggan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk menyampaikan keluhan, melaporkan gangguan, mengajukan pemasangan sambungan baru, serta memperoleh informasi mengenai pemeliharaan dan kondisi kelistrikan.

Dalam kesempatan itu, Fransiskus turut menegaskan komitmen PLN untuk mempercepat pelayanan sambungan listrik baru. Ia menyebut, untuk proses yang dapat ditangani dengan akses mudah, penyalaan listrik bahkan bisa dilakukan dalam satu hari, sementara secara umum ditargetkan tidak lebih dari lima hari.

Wabup Sikka Apresiasi Respons PLN

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan respons PLN, khususnya Manajer UP3 Flores Bagian Timur, Eko Riduwan, dalam menangani persoalan kelistrikan di Kabupaten Sikka.

Simon mengatakan, komunikasi dengan jajaran PLN selama ini berjalan baik. Ia mengaku dapat menghubungi manajer PLN ketika muncul persoalan yang membutuhkan penanganan.

“Terima kasih apresiasi untuk Pak Eko Riduwan yang selalu merespons terhadap setiap persoalan yang menyangkut listrik. Jadi jam berapa pun beliau selalu respons ketika kita WA, kita telepon,” kata Simon.

Ia juga mengapresiasi upaya PLN memulihkan pasokan listrik di Pulau Palue setelah gempa. Menurutnya, kesiapan petugas PLN menjadi penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan akses.

Simon menambahkan, dukungan PLN turut dirasakan masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Ia mencontohkan bantuan sumur bor sedalam 120 meter untuk mendukung pengembangan pertanian hortikultura di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, yang dilaksanakan bersama Yayasan Ceria.

Bantuan tersebut diharapkan menjawab persoalan keterbatasan air yang selama ini menghambat pemanfaatan lahan pertanian di desa tersebut.

“Tadi pagi juga PLN bersama Yayasan FREN, kami menanam horti di Desa Hoder, di mana PLN membantu membuatkan sumur bor yang dalamnya 120 meter. Terima kasih PLN,” ujarnya.

Simon juga menyebut dukungan PLN dalam sejumlah kegiatan di Kabupaten Sikka, termasuk penyelenggaraan Nusra Youth Day, turnamen sepak bola Suratin Cup U-17, serta penyediaan penerangan di lokasi pengungsian pascagempa di Samador.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, kami apresiasi luar biasa kepada PLN,” katanya.

Acara Customer Gathering PLN UP3 Flores Bagian Timur tersebut dihadiri GM PLN NTT Fransiskus Eko Suliatyono, Senior Manager Niaga PLN NTT I Made Agus Dwi Putra, Manajer UP3 Flores Bagian Timur Eko Riduwan, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, perwakilan pemerintah daerah dari Flores Timur dan Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, perwakilan lembaga keuangan, serta para pelanggan dan pelaku usaha.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pelanggan Nasional dan menjelang Hari Listrik Nasional pada 27 Oktober itu ditutup dengan pengundian hadiah bagi pelanggan. Hadiah yang dibagikan antara lain oven listrik, pengering rambut, juicer, penyedot debu, dan mesin cuci sebagai hadiah utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version