Tugu dan Taman Kota Maumere Bakal Didesain Ulang, Pemkab Sikka Ajak Perbankan dan BUMN Berkolaborasi Lewat CSR

waktu baca 4 menit

MAUMERE-Pemerintah Kabupaten Sikka mulai menyiapkan rencana penataan kembali sejumlah ruang publik dan ikon Kota Maumere. Tugu, taman, hingga kawasan di sekitar Bandara Frans Seda masuk dalam daftar fasilitas yang akan dipercantik dan didesain ulang.

Rencana tersebut disiapkan di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Untuk itu, Pemkab Sikka membuka ruang kolaborasi dengan perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga keuangan, maupun pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Langkah awal rencana tersebut dibahas dalam kegiatan Coffee Morning bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (FTJSL) Kabupaten Sikka di Warung 69, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Selasa (6/10/2026).

Sejumlah pimpinan perusahaan dan lembaga keuangan hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Kepala Bank BNI Cabang Maumere, Kepala Kantor Cabang Bank NTT, pimpinan PLN UPK Flores, pimpinan PLTMG Maumere, Manajer PT Pertamina Maumere, serta pimpinan PT Nindya Karya.

Dikutip dari Sikkakab.go.id, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Femy Bapa, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung penataan Kota Maumere.

Menurut Femy, kerja sama tersebut terutama diarahkan untuk memperbaiki aspek estetika dan keindahan kota.

Ia mengatakan Maumere sebelumnya merupakan salah satu kota besar di Nusa Tenggara Timur setelah Kota Kupang. Namun, perkembangan pariwisata di wilayah NTT kemudian banyak diarahkan ke Labuan Bajo setelah kawasan tersebut ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu destinasi super prioritas.

Meski demikian, Pemkab Sikka, kata Femy, tetap memiliki komitmen untuk mengembangkan Maumere sebagai kota jasa sekaligus kota budaya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah dinilai tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat, dunia usaha, perbankan, koperasi, BUMN, hingga pelaku UMKM diperlukan untuk ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan penataan kembali wajah Kota Maumere perlu dilakukan karena masih terdapat sejumlah fasilitas publik yang membutuhkan pembenahan.

Pembenahan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga tampilan dan suasana kota, baik pada siang maupun malam hari.

Bupati yang akrab disapa Jipyk itu mengatakan perangkat daerah terkait akan diminta merancang kembali sejumlah fasilitas publik sehingga keberadaan ruang-ruang tersebut tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga mampu memberikan daya tarik bagi warga dan pengunjung.

Menurut dia, wajah kota yang lebih tertata diharapkan dapat mendorong masyarakat, wisatawan, pendatang, maupun investor untuk datang dan menghabiskan lebih banyak waktu di Maumere.

Dalam jangka panjang, aktivitas tersebut diharapkan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, penataan sejumlah fasilitas tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena kemampuan anggaran daerah terbatas, Pemkab Sikka memilih membuka skema kolaborasi dengan perbankan, BUMN, lembaga keuangan dan sektor swasta.

Kerja sama nantinya akan diatur melalui mekanisme yang jelas, antara lain dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) maupun perjanjian kerja sama.

Pemkab Sikka juga akan menyiapkan proposal yang menjadi dasar bagi pihak-pihak yang ingin mengambil bagian dalam pembiayaan penataan fasilitas publik tersebut.

Sejumlah lokasi telah masuk dalam rencana awal penataan.

Tugu Mof di perempatan Jalan El Tari, pusat Kota Maumere, misalnya, direncanakan dilengkapi taman dan ruang santai.

Kemudian Tugu Gong akan ditata bersama kawasan Taman Pahlawan Daerah Teka Iku dan taman di pojok SCC.

Patung Selamat Datang juga masuk dalam rencana penataan. Kawasan tersebut dirancang memiliki area santai dan fasilitas untuk aktivitas joging.

Penataan juga menyasar sepanjang Jalan Adisucipto, terutama kawasan sekitar Bandara Frans Seda. Pemerintah berencana menghadirkan taman, arena joging, lampu hias, sekaligus penerangan jalan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Tugu Ika Tuna direncanakan tidak lagi menggunakan desain saat ini. Pemkab Sikka menyiapkan konsep baru dengan mengangkat tema Tarian Tua Reta Lou.

Rencana perubahan juga berlaku pada tugu rupiah yang berada di samping Kantor BRI Cabang Maumere. Tugu tersebut direncanakan diganti dengan desain yang menampilkan motif sejumlah sarung tradisional khas Kabupaten Sikka.

Penggunaan unsur budaya lokal tersebut diharapkan tidak sekadar mempercantik wajah kota, tetapi sekaligus memperkuat identitas budaya Maumere.

Pemkab Sikka melihat kekayaan budaya lokal sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Seluruh rencana tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui dukungan perbankan, BUMN, dan pihak swasta lewat program CSR, sehingga pembiayaan penataan tidak sepenuhnya bertumpu pada APBD Kabupaten Sikka.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pimpinan perbankan dan BUMN yang telah menghadiri kegiatan Coffee Morning.

Ia juga mengapresiasi komitmen pihak-pihak yang hadir untuk membuka ruang kolaborasi dalam mendukung rencana penataan fasilitas publik di Kota Maumere.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para asisten lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *