6 Bulan Usai Rampung, Kandang Ayam Petelur BUMDes Hoder, Sikka Masih Dibiarkan Kosong, Belum Ada Seekor Ayam pun
MAUMERE-Kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, rampung dikerjakan sejak Maret 2026.
Namun, hingga kini kandang tersebut masih kosong karena ayam petelur yang direncanakan belum juga didatangkan oleh pengelola BUMDes Hoder.
Pantauan media ini pada Rabu (7/10/2026) siang di lokasi kandang ayam petelur BUMDes Hoder di RT.016/RW.008, Dusun Luah, tampak kandang ayam petelur dibiarkan kosong dan berdebu.
Kandang ayam berukuran sekitar 5×12 meter ini terdapat delapan rak kandang ayam petelur yang terbuat dari rangka balok kelapa dan bilah bambu mulai dipenuhi debu maupun kotoran.
Pada bagian halaman depan kandang maupun belakang dipenuhi semak dan rerumputan kering.
Tak ada papan nama penanda bahwa kandang ayam petelur tersebut milik BUMDes Hoder. Pintu masuk kandang pun dibiarkan terbuka, lantai dipenuhi debu dan dedaunan kering.
Pada halaman kandang, hanya ada satu tandon air berwarna kuning yang terpasang di sisi samping atas kandang ayam petelur tersebut. Meteran listrik dan colokan sudah terpasang namun belum dipasangi lampu.
Informasi yang dihimpun media ini, pembangunan kandang mulai dikerjakan setelah dana usaha BUMDes tahap I sebesar Rp 121 juta diterima dari Pemerintah Desa Hoder pada Desember 2025.
Pengerjaan kandang ayam petelur kemudian dimulai sekitar Januari 2026 dan rampung dikerjakan pada akhir Maret 2026. Setelah kandang selesai, rencananya ayam petelur akan mulai didatangkan sekitar akhir April atau awal Mei 2026.
Dalam rencana kerja, BUMDes Hoder akan mengadakan sekitar 350 ekor ayam petelur jenis pullet, yakni ayam yang sudah mendekati masa bertelur. Dengan demikian, ayam tersebut diharapkan tidak membutuhkan waktu lama untuk mulai menghasilkan telur.
Namun, hingga awal Oktober 2026 atau 6 bulan lamanya, kandang ayam petelur tersebut masih dibiarkan dalam keadaan kosong.
Sejak awal kebutuhan pengadaan ayam dan pakan telah masuk dalam rencana usaha BUMDes Desa Hoder. Untuk mendapatkan sekitar 350 ekor ayam, kebutuhan dananya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Saat ini, terdapat dana sekitar Rp 70 juta yang telah tersedia di APBDes Hoder tahap II untuk pengadaan bibit ayam dan pakan. Namun, dana tersebut belum dapat digunakan untuk melanjutkan usaha karena pengelola BUMDes masih terkendala menyelesaikan laporan pertanggungjawaban keuangan tahap pertama.
Selain belum adanya ayam, persoalan administrasi penggunaan dana tahap pertama juga menjadi kendala dalam melanjutkan unit usaha tersebut.
Informasi yang dihimpun media ini, persoalan tersebut telah dibahas dalam pertemuan yang melibatkan pengurus BUMDes, pengawas, Pemerintah Desa Hoder, BPD dan perwakilan masyarakat.
Para pengurus kemudian diberikan waktu untuk menyelesaikan dokumen pertanggungjawaban sebelum laporan tersebut disampaikan kepada BPD. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, sejumlah dokumen belanja masih belum lengkap atau belum sesuai pertanggungjawabannya.
Kondisi tersebut membuat unit usaha ayam petelur BUMDes Hoder hingga kini belum berjalan sebagaimana rencana awal.
Kandang yang telah selesai dibangun enam bulan lalu masih belum digunakan untuk kegiatan produksi karena ayam petelur belum didatangkan.
Dihubungi terpisah pada Rabu (7/10/2026) pagi, Penjabat Kepala Desa Hoder, Yohanesta Maria Yeyen Metrisia, A.Md, belum memberikan respon permintaan wawancara yang disampaikan wartawan media ini.
Sejumlah 5 pertanyaan awal wawancara yang diajukan media ini, hingga berita ini diterbitkan, hanya berupa pesan terbaca dan belum dijawab oleh Penjabat Kepala Desa Hoder.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan