PMI Sikka Salurkan Bantuan Air Bersih dan Edukasi Kesiapsiagaan Gempa bagi Anak-anak SDN Inpres Moko

MAUMERE-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka menyalurkan bantuan air bersih sekaligus memberikan dukungan psikososial dan edukasi kesiapsiagaan gempa bumi kepada siswa SDN Inpres Moko, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Selasa (6/10/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menyasar 41 siswa kelas 1 hingga kelas 3. Para siswa mengikuti kegiatan dukungan psikososial (PSP) melalui permainan, bernyanyi, dan aktivitas kreatif yang diselingi edukasi tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi.
Kegiatan PSP melibatkan tiga relawan PMI, masing-masing satu relawan dari PMI Sulawesi Utara, Yolandy Dolonseda, serta dua relawan PMI Sikka, Yolistro Gege dan Maria Teresia Seku. Sementara penyaluran air bersih melibatkan tiga relawan Water, Sanitation and Hygiene (WASH), yakni Qinas, Peto Seko, dan Wara.
Relawan PSP PMI Sulawesi Utara, Yolandy Dolonseda, mengatakan kegiatan bersama anak-anak dikemas dalam bentuk permainan agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan tidak menimbulkan kecemasan.
“Untuk layanan PSP di SD Inpres Moko, kami melakukan ekspresi kreatif. Kami bermain sambil belajar dengan anak-anak kelas 1 sampai kelas 3, bernyanyi sambil belajar,” kata Yolandy.
Selain kegiatan psikososial, relawan PMI juga memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Anak-anak diajarkan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan apabila gempa terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung.

Menurut Yolandy, edukasi tersebut penting diberikan karena gempa bumi tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi.
“Kami melakukan edukasi ke sekolah-sekolah supaya anak-anak tidak lagi cemas, khawatir atau takut ketika terjadi gempa. Kita tidak bisa memprediksi kapan gempa bumi akan datang. Bisa saja terjadi saat kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Dalam simulasi sederhana, siswa diajarkan untuk melindungi kepala, berlindung di bawah meja, menjauhi jendela atau kaca, kemudian menuju lapangan terbuka setelah kondisi memungkinkan.
“Kalau masih berada di sekolah ketika gempa terjadi, mereka harus melindungi kepala, masuk ke kolong meja, menghindari jendela atau kaca, kemudian lari ke lapangan terbuka untuk menghindari bahaya,” jelasnya.
Edukasi tersebut menjadi semakin relevan karena wilayah Sikka masih dalam masa pemulihan setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Selain edukasi kebencanaan, PMI Sikka juga menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih untuk kebutuhan SDN Inpres Moko dan warga RT 006, Dusun Daranatar, Desa Hoder.
Salah seorang warga penerima manfaat, Laurensius Jawa, mengatakan keterbatasan air bersih masih menjadi persoalan bagi warga setempat.

“Memang ada air dari kran desa, tetapi debit airnya kecil sekali. Sementara kalau membeli air tangki, perlu biaya sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu,” kata Laurensius.
Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dari PMI Sikka. Menurutnya, air yang ditampung di bak penampungan di rumahnya nantinya dapat dimanfaatkan bersama oleh sekitar 20 kepala keluarga di RT 006.
Sementara itu, Kepala SDN Inpres Moko, Ignasius Dedo, mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan PMI Sikka kepada sekolah dan para siswanya.
“Terima kasih kepada PMI Sikka yang sudah berkunjung ke sekolah kami dan memberikan bantuan air bersih serta edukasi kegempaan kepada anak didik di sekolah kami,” ungkap Ignasius.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, edukasi kebencanaan juga memberikan pengetahuan penting bagi siswa untuk menghadapi kondisi darurat.

Dihubungi terpisah, Koordinator Tanggap Darurat Bencana (TDB) Gempa Bumi PMI Sikka, Octavianus Aryo Adithyo, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya PMI membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi pasca gempa dan dampak kekeringan yang masih dirasakan warga.
“Hari ini kami dari PMI Kabupaten Sikka kembali melakukan penyaluran bantuan air bersih dan giat dukungan psikososial (PSP) di SDN Inpres Moko, serta kepada masyarakat di Desa Hoder,” ungkapnya.
Ia menuturkan, bantuan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana gempa dan masih membutuhkan dukungan.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan hari ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, relawan, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
