Headline

Warga Desa Gera, Sikka, Krisis Air Bersih Pascagempa, 210 KK Mulai Kesulitan Air Minum

waktu baca 2 menit

MAUMERE,FLORESPEDIA-Gempa bumi Flores tidak hanya merusak rumah warga dan fasilitas umum di Desa Gera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka. Bencana tersebut juga membuat masyarakat di desa itu kini menghadapi krisis air minum bersih.

Kepala Desa Gera, Orinus Raga, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan warga setelah gempa bumi terjadi. Krisis air terutama dialami masyarakat di Dusun Gera Satu dan Gera Dua.

“Selain rumah dan fasilitas umum yang rusak, masyarakat Desa Gera juga mengalami krisis air minum bersih,” kata Orinus saat dikonfirmasi pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut Orinus, selama ini masyarakat mengandalkan satu sumber mata air perpipaan dari Udufunga. Mata air tersebut menjadi sumber kebutuhan air bagi sejumlah kampung, mulai dari Wolodhdu, Serobela, Teopingga, Ratenggoma, Aebara, Weruria hingga Wolokepo.

Namun, setelah gempa, debit air dari sumber tersebut mengalami penurunan. Kondisi itu membuat pasokan air yang dialirkan melalui jaringan perpipaan tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.

Orinus menduga penurunan debit air berkaitan dengan kondisi sumber mata air dan bak penangkap atau bak catchment yang terdampak gempa.

“Dampak dari pengurangan debit air minum ini diakibatkan oleh meresapnya air di sumber mata air atau di bak kaptering, termasuk mungkin terjadi keretakan di bak penampungan,” ujarnya.

Ia menuturkan, jarak sumber mata air Udufunga dengan permukiman warga juga cukup jauh. Dari sumber air hingga ujung kampung, jaraknya diperkirakan mencapai sekitar lima kilometer.

Akibat keterbatasan pasokan tersebut, sejumlah warga kini terpaksa membeli air dari masyarakat sekitar.

Air dijual dengan harga sekitar Rp 10 ribu untuk satu tangki atau drum. Bagi warga, kondisi ini menjadi persoalan baru di tengah dampak kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat gempa.

Secara keseluruhan, kata Orinus, terdapat sekitar 210 kepala keluarga di Desa Gera yang terdampak persoalan tersebut.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami masyarakat, baik melalui bantuan kedaruratan maupun penanganan permanen untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga.

“Kami mengharapkan sekiranya bisa ada perhatian dari pemerintah, baik untuk bantuan kedaruratan maupun bantuan permanen, sehingga kesulitan masyarakat bisa diatasi dengan baik,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version