Pemkab Sikka Mulai Perbaiki Jalan dalam Kota Maumere, Anggaran Rp 1,085 Miliar

waktu baca 3 menit

MAUMERE-Pemerintah Kabupaten Sikka mulai melakukan pemeliharaan sejumlah ruas jalan dalam Kota Maumere yang mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sikka, Dr. Margaretha Movaldes da Maga Bapa, mengatakan Pemkab Sikka mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar 85 juta untuk pemeliharaan jalan dalam kota pada tahun 2026.

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk memperbaiki badan jalan, tetapi juga mencakup pekerjaan pembersihan drainase di sejumlah titik yang dinilai perlu ditangani.

“Untuk pemeliharaan jalan dalam kota untuk tahun 2026 ini, alokasi anggarannya Rp1 miliar 85 juta,” kata Margaretha.

Menurutnya, jika seluruh anggaran tersebut digunakan untuk pengaspalan secara menerus atau overlay, panjang jalan yang dapat ditangani hanya sekitar 500 hingga 600 meter.

Padahal, kondisi kerusakan jalan di dalam Kota Maumere tersebar di banyak titik. Karena itu, Dinas PU memilih mengombinasikan sejumlah metode penanganan, mulai dari pengaspalan menerus hingga patching atau penambalan pada titik-titik jalan yang berlubang.

“Besaran dana ini kalau kita konversi ke panjang jalan yang harus diaspal itu hanya bisa dapat 500 meter, sehingga kita melihat mana yang prioritas,” jelasnya.

Femmy Bapa menyebut terdapat sekitar 30-an ruas jalan di dalam Kota Maumere. Untuk tahap awal pada 2026, sekitar 10 ruas jalan ditangani dengan berbagai jenis perlakuan sesuai kondisi kerusakannya.

“Ada sekitar 10-an ruas jalan yang kita tangani dengan berbagai perlakuan. Ada yang menerus, kemudian ada yang kita lakukan patching,” ujarnya.

Salah satu ruas yang mendapat penanganan dengan metode overlay secara menerus adalah jalan menuju Pasar Alok. Metode tersebut dipilih karena titik kerusakan di ruas tersebut cukup berdekatan sehingga lebih efektif ditangani secara menyeluruh pada bagian tertentu.

Sementara sejumlah titik lainnya diperbaiki menggunakan metode patching, termasuk beberapa bagian Jalan El Tari dengan menggunakan campuran aspal panas.

“Contoh seperti Pasar Alok, kondisinya karena begitu saling berdekatan kerusakannya, itu kami pakai menerus satu kali overlay. Tidak yang spot-spot,” kata Femmy Bapa.

Ia mengatakan pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut sudah berjalan sekitar tiga minggu. Penanganan dilakukan berdasarkan skala kerusakan dan tingkat urgensi masing-masing ruas jalan.

“Karena kondisi penanganan ruas jalan dalam kota kita cukup banyak, sehingga ada yang kita tangani berupa aspal menerus itu pada titik jalan kritis. Tetapi di kota ini cukup banyak titik jalan yang memang rusak dan membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Selain badan jalan, Dinas PU juga melakukan pembersihan drainase pada sejumlah titik yang kerap mengalami genangan atau banjir saat hujan.

Menurut Margaretha, pembersihan drainase dilakukan untuk memastikan aliran air dapat kembali berjalan dengan baik sehingga tidak memperparah kerusakan jalan.

“Yang bisa kita bersihkan supaya hujan dia bisa jangan banjir, itu dulu ya beberapa titik,” katanya.

Ia mengakui masih banyak ruas jalan dalam Kota Maumere yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. Sejumlah jalan protokol yang mengalami kerusakan cukup lama, menurutnya, idealnya diperbaiki melalui overlay secara keseluruhan, bukan hanya melalui penambalan pada titik-titik tertentu.

Namun, pekerjaan tersebut membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.

“Kami membuat justifikasi, kami membuat lapisan ini berkali-kali untuk bisa melihat mana segmen yang kita hanya menutup begitu, metodenya patching, yang penting kondisinya tidak membahayakan,” jelasnya.

Margaretha berharap penanganan jalan dalam Kota Maumere dapat dilakukan secara bertahap hingga seluruh ruas yang membutuhkan perbaikan bisa dituntaskan.

“Mudah-mudahan dalam 4-5 tahun ke depan di kota, itu sudah bisa tuntas semua. Mudah-mudahan,” pungkasnya.

Pantauan media pada sejumlah ruas jalan dalam Kota Maumere menunjukkan penanganan mulai terlihat. Di Jalan Hasanudin, misalnya, sejumlah lubang jalan telah diperbaiki menggunakan metode patching sehingga badan jalan kembali dapat dilalui tanpa lubang pada titik yang sebelumnya rusak.

Kondisi serupa juga terlihat di beberapa titik Jalan El Tari yang telah mendapat penanganan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *