Headline

Temukan Korban Gempa yang “Terlupakan” di Desa Karakabu, Bupati Juventus Perintahkan Evakuasi ke Puskesmas

waktu baca 3 menit
Keterangan foto: Philipus Meak korban gempa di Desa Karakabu dirawat di Puskesmas Nita, Rabu (2/9/2026).

MAUMERE-Kunjungan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago ke wilayah terdampak gempa pada Rabu (2/9/2026) sore, membuka satu cerita memilukan dari Kampung Detunlikong, Desa Karakabu, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Di tengah berbagai laporan kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Bupati Juventus mendapat informasi tentang seorang warga lanjut usia yang masih terbaring sakit di rumahnya.

Warga tersebut adalah Philipus Meak (74). Sudah 18 hari sejak gempa, Philipus belum mendapatkan perawatan medis. Ia mengalami cedera saat berusaha menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang wilayah tersebut. Dalam kepanikan, Philipus hendak berlari keluar dari rumah, namun tubuhnya membentur tiang dan dinding rumah.

Cedera itu membuatnya kemudian lebih banyak terbaring di rumah. Selama lebih dari dua pekan, keluarganya berupaya merawat Philipus dengan cara seadanya, termasuk menggunakan ramuan tradisional.

Kondisi tersebut baru diketahui Bupati Juventus ketika ia turun langsung menemui warga di Kampung Detunlikong.

Kedatangan Bupati Sikka pada Rabu sore itu memang untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus mendengar berbagai persoalan yang mereka hadapi setelah gempa.

Sejumlah kerusakan dilaporkan warga. Bangunan sekolah mengalami kerusakan, kapela rusak, rumah warga retak, sementara longsoran tebing menimpa bak penampungan air minum.

Persoalan lain yang juga disampaikan warga adalah kesulitan mendapatkan air bersih akibat bak penampung air minum tertimbun longsoran serta kondisi rabat jalan yang terdampak.

Namun, cerita tentang Philipus membuat perhatian Bupati Juventus seketika tertuju pada persoalan kesehatan warga.

Mendengar bahwa seorang warga berusia 74 tahun mengalami cedera sejak hari pertama gempa dan selama 18 hari belum memperoleh perawatan medis, Yoris langsung menghubungi Kepala Puskesmas Nita melalui telepon selulernya.

“Selamat sore Ibu Kapus. Ini ada korban gempa yang tidak dirawat sejak gempa. Segera sekarang, Ibu, bawa mobil dan evakuasi ke Puskesmas. Saya tunggu di lokasi sekarang. Sekarang ya, Ibu!” kata Yoris melalui sambungan telepon.

Dari seberang telepon, Kepala Puskesmas Nita merespons dan memastikan segera menuju Detunlikong untuk mengevakuasi Philipus.

Kepala Dusun Detunlikong menuturkan, pada pagi hari ketika gempa terjadi, Philipus berada di rumah anaknya.

Anak sulung Philipus kemudian datang dari kampung sebelah dan menemukan ayahnya dalam kondisi cedera.

“Anaknya yang sulung datang dari kampung sebelah menemukan bapaknya. Selama ini belum ada pengobatan medis. Mereka mengobatinya menggunakan ramuan-ramuan tradisional,” kata Kepala Dusun Detunlikong kepada wartawan.

Informasi yang diterima wartawan pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WITA menyebutkan Philipus akhirnya dievakuasi dari Kampung Detunlikong menuju Puskesmas Nita untuk mendapatkan perawatan medis.

Evakuasi tersebut menjadi akhir dari penantian selama lebih dari dua pekan bagi Philipus untuk mendapatkan penanganan kesehatan setelah mengalami cedera akibat gempa.

Pada hari yang sama, Bupati Sikka melanjutkan kunjungannya ke sejumlah wilayah terdampak gempa. Dari siang hingga malam, Bupati Juventus menemui warga di Desa Iligai, Kecamatan Lela, kemudian menuju Desa Karakabu dan terakhir menemui warga terdampak gempa di Desa Mahebora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version