Ruang Kelas Rusak Pascagempa, Orang Tua Siswa SDK Nirangkliung Bangun Kelas Darurat, Bupati Juventus Bantu Terpal
MAUMERE-Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sikka pada 15 Agustus 2026 turut merusak sejumlah ruang kelas di SDK Nirangkliung, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita. Kondisi tersebut membuat tiga ruangan di sekolah itu untuk sementara tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Di tengah keterbatasan, pihak sekolah bersama orang tua siswa memilih untuk tidak menghentikan proses belajar. Mereka bergotong royong menyiapkan ruang kelas darurat di halaman sekolah.
Plt. Kepala SDK Nirangkliung, Maria Hermina Geta, mengatakan dari enam ruang kelas yang tersedia, terdapat dua ruangan yang mengalami retak besar. Selain itu, ruang perpustakaan juga mengalami kerusakan pada bagian plafon.
“Dampak dari gempa itu, kami punya ruang di sini ada enam ruangan kelas, ada ruangan kantor, ada ruangan perpustakaan dengan ruang guru. Nah, dampak gempa itu ada empat ruangan,” kata Maria, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, dua ruangan mengalami retak ringan dan masih memungkinkan untuk digunakan. Sementara tiga ruangan lainnya, yakni ruang kelas 3, ruang kelas 6 dan perpustakaan, tidak dapat digunakan untuk sementara.
“Yang sama sekali tidak bisa dipakai itu ruangan kelas 6, ruangan kelas 3, dengan ruangan perpustakaan,” ujarnya.
Kerusakan tersebut telah dilaporkan pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka.
Namun, sembari menunggu penanganan lebih lanjut, sekolah bersama orang tua siswa mengambil langkah darurat. Mereka menggelar pertemuan dan sepakat membangun tenda atau ruang belajar sementara di halaman sekolah.
Maria mengatakan, ruang kelas darurat tersebut disiapkan untuk tiga kelas.
“Langkah pertama kami buat tenda sementara di luar, di halaman sekolah. Supaya sebelum ada bantuan, kami mengharapkan ada bantuan, sebelum ada bantuan kami bisa belajar sementara di luar,” katanya.
Pembangunan ruang belajar darurat itu dilakukan secara bertahap. Saat ditemui, dua ruang sementara sedang dikerjakan dan satu ruang lainnya akan dilanjutkan berikutnya.
Sekolah tersebut saat ini memiliki 60 siswa yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan tujuh orang guru.
Kondisi pascagempa itu kemudian mendapat perhatian langsung dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat mengunjungi SDK Nirangkliung.
Bupati Juventus melihat langsung kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Di lokasi, Bupati Juventus kemudian menghubungi Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko melalui sambungan telepon. Ia menyampaikan kondisi sekolah tersebut sekaligus meminta agar disiapkan bantuan terpal berukuran besar untuk mendukung pembangunan ruang kelas darurat.
Sebanyak lima lembar terpal diminta untuk disiapkan dan digunakan sebagai atap ruang belajar sementara. Bagi pihak sekolah, bantuan tersebut menjadi kebutuhan mendesak agar proses belajar siswa tetap dapat berjalan meski dalam kondisi serba terbatas.
Pada kesempatan itu, Maria juga menyampaikan persoalan kekurangan tenaga pengajar kepada Bupati.
Ia mengatakan, dari kebutuhan guru di sekolah dasar, SDK Nirangkliung masih kekurangan tenaga pengajar. Bahkan, kelas 3 saat ini tidak memiliki guru khusus.
Untuk menyiasatinya, guru dari kelas lain harus bergantian mengisi pembelajaran di kelas 3 ketika memiliki waktu luang.
“Kalau kelas 3, guru-guru yang lain kalau kelas lain, kalau contoh PJOK, contoh kelas 5, kalau kelas 5 guru PJOK yang masuk, kelas 5 guru yang kelas 5 itu masuk ke kelas 3 mengisi waktunya,” jelas Maria.
Ia juga menyebut seluruh guru yang mengajar di SDK Nirangkliung saat ini berstatus honorer.
“PNS tidak ada, di sini kami honor semua,” katanya.
Sebagai sekolah swasta, Maria berharap Pemerintah Kabupaten Sikka tidak hanya membantu kebutuhan darurat pascagempa, tetapi juga dapat memberikan perhatian terhadap rehabilitasi bangunan sekolah.
“Kami mengharap dapat bantuan rehab kami punya sekolah. Sekolah swasta ini mau buat apa-apa tidak bisa semua. Jadi harapan kami kalau kami butuh rehab sekolah, bapak bupati tolong bantu kami rehab sekolah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan