Ketua DPD Garuda NTT Turun ke Sikka, Bawa Sembako dan Pesan agar Solidaritas Tak Putus Pascagempa

waktu baca 5 menit

MAUMERE-Gempa magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 tidak hanya menyisakan kerusakan dan kepedihan bagi warga, tetapi juga menguji ketahanan solidaritas di tengah situasi tanggap darurat. Di tengah kondisi itu, Ketua DPD Partai Garda Republik Indonesia (Garuda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yan Richard Mboeik, mengunjungi kader partainya di Kabupaten Sikka, Rabu, 2 September 2026 sore.

Kunjungan Yan ke Sekretariat DPC Partai Garuda Sikka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, bukan sekadar agenda organisasi. Ia datang untuk melihat langsung kondisi pengurus dan kader Garuda yang terdampak gempa sekaligus membawa bantuan sembako dan dukungan moril.

Yan mengatakan, kunjungannya merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana, agar jajaran partai turun langsung menemui kader dan simpatisan di daerah terdampak bencana.

“Saya diperintah Pak Ketua untuk turun lihat teman-teman, basudara semua yang dalam kalangan terbatas, pendukung Garuda dan pengurus Garuda. Mungkin kita tidak ada apa-apa, tetapi gempa ini tidak boleh memutus jalinan silaturahmi kita,” kata Yan.

Menurut Yan, kehadirannya di Sikka tidak dimaksudkan untuk menjanjikan bantuan dalam jumlah besar. Ia ingin memastikan bahwa kader dan simpatisan partai di tengah situasi sulit tetap merasa diperhatikan.

“Saya turun ke sini saya tidak menjanjikan apa-apa, saya hanya bawa hati untuk melihat teman-teman, basudara semua. Kondisi sekarang ini masih tanggap darurat, nanti akan masuk ke rehabilitasi, di situ kita bisa lihat basudara kita seperti apa,” ujarnya.

Beri Bantuan Sembako

Dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat DPC Partai Garuda Sikka, Yan disambut Ketua DPC Partai Garuda Sikka Hyginius Claudius Daga, Sekretaris DPC Yohanes Yos De Peskim, jajaran pengurus DPC dan PAC, serta sejumlah simpatisan.

Usai tatap muka, Yan menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan pengurus Partai Garuda Sikka. Ia mengakui bantuan yang dibawanya tidak dalam jumlah besar. Namun, menurut dia, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan bagian dari upaya menjaga hubungan antarkader di tengah bencana.

“Saya tidak bawa banyak-banyak juga, tetapi itu bagian dari silaturahmi. Saya kira kalau kita tidak pernah memberi, tidak mungkin kita mendapatkan. Memberi bukan berarti kita kaya dulu baru memberi, memberi dari kekurangan itu juga baik. Memberi dari kekurangan itu lebih tinggi harganya daripada memberi dari kelebihan,” ungkapnya.

Yan berharap kunjungannya itu juga dapat membuka ruang bagi perhatian yang lebih besar terhadap pemulihan ekonomi masyarakat NTT, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia mengatakan, pengalaman dan posisi Ketua Umum DPP Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana, yang dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden untuk bidang UMKM dapat menjadi salah satu pintu untuk mendorong perhatian terhadap pelaku usaha di NTT.

“Saya berharap kedatangan saya ini bisa buka pintu, minimal Ketua Umum kita bisa berpikir untuk NTT ke depan seperti apa, terutama di bidang UMKM. Beliau staf khusus yang dipercaya Presiden khusus untuk UMKM. Di seluruh Indonesia ini UMKM dia yang pegang,” ujar Yan.

DPC Garuda Sikka Apresiasi Kepedulian Partai

Ketua DPC Partai Garuda Sikka, Hyginius Claudius Daga, mengapresiasi kedatangan Yan Richard Mboeik. Menurut dia, kunjungan tersebut memiliki arti penting bagi kader karena dilakukan ketika masyarakat dan daerah masih menghadapi dampak gempa Flores.

Hyginius menilai, kehadiran pimpinan partai dari tingkat daerah yang mewakili DPP di tengah situasi bencana menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya diarahkan kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada kader dan pengurus yang ikut merasakan dampak bencana. “Terima kasih banyak karena sudah hadir datang melihat kami,” kata Hyginius.

Ia mengatakan, kunjungan Ketua DPD Garuda membuat pengurus DPC dan PAC Partai Garuda Sikka merasa mendapat perhatian dari jajaran pimpinan partai. Menurut Hyginius, dukungan moril semacam itu penting karena kondisi pascagempa tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan.

“Bagi kami, kehadiran Ketua DPD ini menjadi bentuk perhatian kepada kader. Kami tentu merasa diperhatikan, apalagi kondisi saat ini masih dalam suasana tanggap darurat,” ujar Hyginius.

Ia berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dapat berlanjut pada upaya membantu masyarakat dan daerah terdampak dalam tahapan pemulihan berikutnya.

“Harapan kami, setelah tanggap darurat nanti, ada perhatian terhadap proses pemulihan. Banyak masyarakat yang bukan hanya membutuhkan sembako, tetapi juga bagaimana mereka bisa kembali menjalankan aktivitas dan mendapatkan penghasilan,” katanya.

Garuda Sikka Sudah Salurkan Bantuan ke Sejumlah Wilayah

Hyginius juga menegaskan, Partai Garuda Sikka telah mengambil bagian dalam penanganan dampak gempa Flores. Bantuan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka, termasuk kawasan kepulauan seperti Palue, Pemana, Pangabatang, dan Gunung Sari.

Menurut Hyginius, keterbatasan sumber daya membuat penyaluran bantuan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan wilayah yang dinilai paling membutuhkan.

“Saya tadi malam baru pulang dari Pemana. Kalau ada yang berpikir bahwa kami tidak turun, sebenarnya kami sudah turun, meski dengan jangkauan kami yang terbatas. Ada yang lebih butuh, di wilayah kepulauan itu kasihan, banyak sekali kendala,” kata Hyginius.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan ke wilayah kepulauan dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pengurus dan pihak yang memiliki kepedulian terhadap korban bencana.

“Kebetulan ada hati yang baik dari pengurus partai di Sikka ini, sehingga kami bisa bekerja sama untuk antar bantuan ke sana,” ujarnya.

Bagi Hyginius, keterlibatan partai dalam penanganan bencana tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas politik. Dalam situasi darurat, yang lebih penting adalah memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah dengan akses terbatas.

“Yang paling penting sekarang adalah kita hadir bersama masyarakat. Jangan sampai karena keterbatasan, kita kemudian tidak berbuat apa-apa. Kita tetap berusaha sesuai kemampuan yang ada,” pungkas Hyginius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *