Headline

BPBD Sikka Catat: 228 Rumah dan 60 Fasilitas Umum Rusak, Pengungsi Turun Jadi 814 Orang

waktu baca 2 menit
Kerusaka rumah warga di Desa Nitung Lea, Kecamatan Palue akibat gempa, Sabtu (15/8/2026). Foto: istimewa.

MAUMERE-Tim Reaksi Cepat dan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sikka terus melakukan update data dampak bencana gempa bumi Flores yang meliputi data korban jiwa, kerusakan fasilitas, dan bantuan.

Hal ini disampaikan Plt. Sekda Kabupaten Sikka sekaligus kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa pada konferensi pers bersama media di Kantor BPBD Sikka, Minggu, 16 Agustus 2026 malam.

Menurut Kepala BPBD Sikka yang akrab disapa Femy Bapa, hari kedua pasca gempa bumi yang melanda Pulau Flores jumlah pengungsi Kabupaten Sikka yang mendiami pusat pengungsian Gelora Samador Maumere menurun menjadi 814 orang, turun 450 orang dari hari pertama saat gempa yang berjumlah 1.264 orang.

Penurunan ini disebabkan karena sejumlah warga telah meninggalkan pusat pengungsian dan kembali ke rumah keluarga. Rincian 814 pengungsi ini, kata Femy Bapa terdiri dari 380 laki-laki dan 434 perempuan.

Sementara dari jumlah ini, lanjut Femy Bapa, terdapat kelompok rentan dengan rincian bayi 31 orang, balita 55 orang, anak-anak 145 orang, ibu hamil 3 orang, lansia 28 orang, dan disabilitas 1 orang.

Terkait jumlah pengungsi menurut Femy, di beberapa lokasi masih tercatat sebaran jumlah pengungsi yang menempati lokasi pengungsian antara lain samping Gereja Wolomarang Kecamatan Alok Barat berjumlah 150 orang, Dusun Kangae sebanyak 5 orang dan Dusun Nitung, Desa Mekeng Detung, sebanyak 10 orang dan Wololuma Kecamatan Doreng sebanyak 6 orang.

Sementara itu data kerusakan rumah warga tercatat sebanyak 228 unit yang tersebar di berbagai kecamatan antara lain Alok Barat 12 unit, Alok Timur 1 unit, Bola 24 unit, Doreng 7 unit, Koting 1 unit, Lela 3 unit, Nita 10 unit, Paga 14 unit, Palue 141 unit dan Tanawawo 15 unit.

Selain kerusakan rumah warga terdapat 60 unit fasilitas umum yang mengalami kerusakan, antara lain 9 bangunan pemerintah, 10 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas pendidikan, 10 ruas jalan, dan 10 rumah ibadah.

“Untuk korban jiwa akibat gempa bumi ini sebanyak 24 orang yang terdiri dari 4 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, 6 orang luka ringan, dan lainnya 6 orang”, kata Femy Bapa.

Sementara arus bantuan untuk korban gempa di Sikka terus meningkat.

Bantuan ini datang dari berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta, antara lain bantuan presiden, BNPB, kementerian sosial, kementerian kesehatan, perbankan, LSM, dan dunia usaha lainnya.

Semua bantuan ini menurut Femy Bapa mulai disalurkan bagi warga terdampak baik yang berada di Pusat Pengungsian Gelora Samador maupun di setiap desa yang mengalami musibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version