Persada SBD Angkat Koper dari Soeratin Cup U-17, Pelatih: Kami Sudah Berusaha Semaksimal Mungkin
MAUMERE-Persada Sumba Barat Daya (SBD) harus angkat koper dari ajang Soeratin Cup U-17 2026 setelah kalah 1-2 dari Perse Ende dalam pertandingan babak delapan besar di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (9/8/2026) siang.
Persada SBD sempat membuka keunggulan lebih dahulu melalui gol Andreas P. Langhora pada menit ke-19.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Perse Ende berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui Cristyan Alfiano Ba’i.
Memasuki babak kedua, Perse Ende terus meningkatkan tekanan. Muhammad Zaqwan kemudian mencetak gol pada menit ke-63 untuk membawa Perse Ende berbalik unggul 2-1.
Persada SBD berusaha mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir pertandingan. Namun, tambahan waktu tiga menit tidak mampu dimanfaatkan untuk mencetak gol penyeimbang.
Perse Ende pun memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke babak semifinal Soeratin Cup U-17 Sikka 2026.
Pelatih Persada SBD, Paul Kandidus Gilo, mengakui anak asuhnya telah berusaha maksimal dalam pertandingan tersebut.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujar Paul usai pertandingan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perse Ende yang berhasil memenangkan pertandingan serta kepada panitia dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan turnamen.
“Yang pastinya kami cukup mengapresiasi untuk sore hari ini. Profisiat juga untuk tim Ende,” katanya.
Menurut Paul, salah satu faktor yang akan menjadi bahan evaluasi Persada SBD adalah kondisi cuaca. Angin yang cukup kencang dinilai turut memengaruhi permainan kedua tim.
“Mungkin kita lebih ke faktor cuaca. Faktor cuaca ternyata sangat mempengaruhi tadi, kita lihat tadi angin cukup kencang,” ungkapnya.
Selain kondisi cuaca, Paul juga menyebut kesiapan tim sebagai bagian yang perlu dievaluasi setelah pertandingan.
“Dan mungkin lebih ke kesiapan tim kita sendiri. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi realitanya di lapangan ya, de fortunam berbeda,” ujarnya.
Paul juga memberikan perhatian terhadap insiden yang dialami salah satu pemain Perse Ende dalam pertandingan tersebut.
Dua unit mobil ambulans sempat masuk ke dalam lapangan Stadion Gelora Samador untuk memberikan penanganan terhadap pemain yang mengalami insiden.
“Kami berharap pemain itu cepat pulih,” kata Paul.
Senada dengan pelatih, Kapten Persada SBD Markus Apriola Bili juga menilai kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam pertandingan melawan Perse Ende.
Markus mengatakan pertandingan yang dimainkan sekitar pukul 13.30 WITA berlangsung dalam kondisi cuaca yang cukup panas dengan hembusan angin yang sangat kencang.
“Cuacanya cukup panas dan angin juga sangat-sangat kencang,” ujar Markus.
Menurutnya, Persada SBD sebenarnya mendapatkan keuntungan dari arah angin pada babak pertama. Namun, kondisi tersebut tidak berhasil dimanfaatkan secara maksimal oleh timnya.
“Babak pertama kami juga menang angin dan kami kurang memanfaatkan itu,” katanya.
Memasuki babak kedua, situasi berubah. Persada SBD harus bermain melawan arah angin sehingga membuat tim kesulitan membangun serangan.
“Di babak kedua, kita kan melawan angin, jadi agak sulit untuk membangun serangan,” jelas Markus.
Kekalahan dari Perse Ende sekaligus mengakhiri perjalanan Persada SBD di Soeratin Cup U-17 Sikka 2026.
Sementara Perse Ende melanjutkan perjuangannya ke babak semifinal setelah mengamankan kemenangan 2-1 atas Persada SBD.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan