Kehadiran Ketum PBNU, KH.Yahya Cholil Staquf di NTT Beri Spirit Pengurus NU untuk Terus Bergerak dan Berkhidmat
KUPANG-Kehadiran Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak sekadar menjadi agenda kunjungan organisasi.
Kehadiran tersebut dinilai memberikan spirit dan semangat baru bagi seluruh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, mulai dari tingkat wilayah, cabang hingga ranting, untuk terus bergerak dan menghadirkan kemaslahatan bagi jam’iyah dan umat.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Pengurus PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Timur yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026 di Hotel Neo Kupang.
Ketua PCNU Kabupaten Lembata, KH. Mukhtar Sarabity, di sela-sela kegiatan tersebut menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf di PBNU. Menurutnya, berbagai program dan gagasan yang telah dijalankan selama masa khidmat kepemimpinan KH. Yahya menunjukkan adanya ikhtiar nyata dalam memperkuat organisasi dan pelayanan kepada jam’iyah.
“KH.Yahya Cholil Staquf layak dan harus terpilih kembali,” ungkap KH.Mukhtar Sarabity.
Ia menjelaskan, pandangan tersebut bukan tanpa alasan. Dirinya mengaku menjadi salah satu muktamirin yang menyaksikan secara langsung proses pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU di Lampung.
“Saya menjadi saksi sebagai muktamirin ketika pemilihan Ketua Umum PBNU di Lampung. Apa yang disampaikan oleh KH. Yahya Cholil Staquf pada waktu itu, hari ini mulai dapat kita lihat melalui berbagai program yang berjalan,” ungkapnya.
Salah satu program yang disebutnya sebagai bukti nyata adalah Digdaya Persuratan NU, sebuah ikhtiar transformasi digital dalam tata kelola administrasi dan persuratan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Menurut KH. Mukhtar, keberadaan Digdaya Persuratan NU menunjukkan bahwa gagasan penguatan organisasi melalui pemanfaatan teknologi mulai dirasakan hingga ke tingkat cabang.
Hal senada disampaikan Admin PCNU Kabupaten Sikka, Aklamin. Ia mengatakan, implementasi Digdaya Persuratan NU di tingkat PCNU mulai menunjukkan manfaat nyata dalam membangun konektivitas antarpengurus Nahdlatul Ulama.
“Digdaya Persuratan hari ini sudah mulai terlihat hasilnya. Kemarin bahkan terjadi komunikasi melalui Digdaya antara PCNU Situbondo dengan PCNU Kabupaten Sikka. Ini merupakan salah satu bukti bahwa transformasi digital dalam tata kelola persuratan NU mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya,” ujar Aklamin.
Menurutnya, konektivitas tersebut bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar membangun jam’iyah yang lebih tertib, efektif, terhubung, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
“Ini adalah bukti nyata. Karena itu, mari kita lanjutkan dan rawat hal-hal baik yang sudah berjalan. Apa yang sudah dimulai harus terus diperkuat agar semakin memberikan manfaat bagi jam’iyah Nahdlatul Ulama dan umat,” tambahnya.
Rapat Koordinasi dan Silaturahmi PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Timur tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun komunikasi antarpengurus, sekaligus mempererat ukhuwah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Kehadiran Ketua Umum PBNU di tengah-tengah pengurus NU NTT diharapkan semakin memperkuat semangat khidmah, konsolidasi, dan kesinambungan program organisasi di seluruh tingkatan kepengurusan.
Bagi para pengurus NU di daerah, keberlanjutan program dan penguatan tata kelola jam’iyah menjadi bagian penting dari ikhtiar menjaga amanah organisasi serta meneruskan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.
Liputan Jurnalis Warga oleh:
Admin PCNU Kabupaten Sikka, Aklamin.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan