Soeratin Cup U-17 dan Pertiwi Cup 2026 Resmi Bergulir, Bupati Sikka Lakukan Kick-Off Simbolis

waktu baca 4 menit

MAUMERE-Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan Piala Pertiwi 2026 resmi bergulir di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (25/7/2026) sore.

Pembukaan turnamen ditandai dengan kick-off atau tendangan pertama dari titik tengah lapangan yang dilakukan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.

Seremoni pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Tarian Nusa Nipa yang dibawakan ratusan penari Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere dan disaksikan ratusan pelajar, ofisial tim, serta masyarakat.

Ketua Umum Panitia Penyelenggara Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan Pertiwi Cup 2026, Rudolf M. Cherubim Newar, mengatakan turnamen tersebut dibangun dengan semangat bahwa sepak bola merupakan harapan bagi generasi muda.

“Sepak bola adalah harapan, lapangan hijau adalah medan harapan, para pemain adalah pelakon harapan. Bola harapan adalah solusi dan resolusi bagi setiap pemain untuk keluar dari berbagai himpitan tantangan. Bola harapan adalah jalan baru bagi siapa saja untuk menyeberangi suatu kehidupan baru yang lebih baik dan menjanjikan. Sepak bola adalah harapan, itulah yang diusung oleh panitia penyelenggara Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi tahun 2026,” katanya.

Chery Newar, demikian ia disapa, mengakui penyelenggaraan turnamen tidak mudah karena dihadapkan pada keterbatasan fiskal. Namun, menurutnya, semangat dan harapan menjadi kekuatan utama sehingga kompetisi tetap dapat terlaksana.

“Ketika diberikan mandat kepercayaan oleh Bupati Sikka, walau kondisi fiskal kita dalam keadaan tidak baik-baik saja, namun dengan harapan itulah sehingga jalan perjuangan panitia di lapangan dimudahkan untuk menjadikan pesta olahraga ini dapat terlaksana walau memang terdapat keterbatasan di sana-sini,” ungkapnya.

Menurutnya, sepak bola adalah harapan karena itulah di mana-mana orang menggantungkan harapan pada sepak bola. Memberi kepastian soal masa depan, maka pada hari ini melalui pesta olahraga sepak bola Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi tahun 2026, mari kita wujudkan harapan adik-adik kita bahwa sepak bola bisa menjadi pegangan hidup dan juga kebanggaan serta prestasi bagi NTT dalam menjemput PON ke-22 tahun 2028.”

Ia menambahkan, turnamen yang diikuti 723 atlet tersebut juga menjadi ajang awal menjaring pemain terbaik yang akan dipersiapkan menuju tim sepak bola NTT pada PON 2028.

“Oleh karenanya, panitia menaruh harapan terhadap 723 atlet sepak bola yang kemudian akan dipilah dan dipilih menjadikan fix tim sepak bola PON NTT,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI NTT, Alfonsus Theodorus, yang membacakan sambutan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Soeratin Cup dan Pertiwi Cup bukan sekadar kompetisi sepak bola, melainkan bagian dari strategi besar mempersiapkan NTT menuju PON XXII Tahun 2028.

Menurut gubernur, pemerintah tidak hanya ingin sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses melahirkan atlet-atlet berprestasi. PON 2028 diharapkan meninggalkan warisan berupa fasilitas olahraga yang lebih baik, organisasi olahraga yang semakin profesional, pelatih dan perangkat pertandingan yang berkualitas, serta lahirnya generasi baru atlet NTT.

Dalam sambutannya, gubernur juga menyampaikan bahwa cabang olahraga sepak bola putri PON 2028 direncanakan berlangsung di Kabupaten Sikka.

“Maumere dan sepak bola putri PON tahun 2028, dan kita sudah pastikan sepak bola putri akan dimainkan di Maumere yang kita cintai ini. Saya ingin menyampaikan Kabupaten Sikka dan Kota Maumere dalam penyelenggaraan PON, cabang olahraga sepak bola putri direncanakan dipertandingkan di Maumere karena masih dalam tahap perencanaan tentu saja kita masih melakukan koordinasi dan terus memastikan seluruh persyaratan teknis, venue, transportasi, kesehatan, keamanan dan berbagai aspek lainnya dapat dipenuhi. Tetapi rencana tersebut harus kita lihat sebagai sebuah peluang besar. Gelora Samador dan ekosistem sepak bola di Kabupaten Sikka harus terus kita dorong agar semakin siap,” demikian sambutan Gubernur.

Gubernur juga menilai Pertiwi Cup 2026 menjadi momentum penting membangun pengalaman sebagai penyelenggara pertandingan sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola putri di NTT.

“Bisa jadi dari Soeratin Cup U-17 tahun ini, lahir pemain yang memperkuat NTT pada PON 2028. Bisa jadi Pertiwi Cup lahir sepak bola putri NTT yang suatu saat mengenakan seragam tim nasional Indonesia,” ungkap Gubernur.

Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, mulai dari KONI, Asprov PSSI, pemerintah daerah hingga Dinas Pemuda dan Olahraga, tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi semata, tetapi juga terus melakukan pembinaan dan talent scouting, khususnya bagi pesepak bola putri menuju PON 2028.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Asprov PSSI NTT Christian Mboeik, Sekretaris Umum KONI NTT Alfonsus Theodorus, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi, Rektor Universitas Nusa Nipa, Ketua DPRD Malaka, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Usai seremoni pembukaan, pertandingan perdana langsung mempertemukan tuan rumah Persami Maumere melawan Nirwana 04 Nagekeo dalam laga pembuka yang berlangsung meriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *