Headline

Kodim 1603 Sikka Ditunjuk Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dandim: Kalau Kerja Tak Sesuai Spek Akan Kami Lapor ke Pusat

waktu baca 3 menit
Komandan Kodim (Dandim) 1603/Sikka, Letkol Arm Deny Riesta Permana, S.Sos., M.Han.,

MAUMERE-Kodim 1603/Sikka ditunjuk sebagai pengawas pelaksanaan Program Bantuan Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 di Kabupaten Sikka. Keterlibatan TNI dalam program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut difokuskan untuk memastikan pembangunan fisik sekolah berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat sasaran dan selesai tepat waktu.

Komandan Kodim (Dandim) 1603/Sikka, Letkol Arm Deny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., mengatakan pihaknya mendapat penugasan langsung dari pemerintah pusat untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan di sekolah-sekolah penerima bantuan proyek revitalisasi sekolah tingkat SMA dan SMK.

Menurutnya, peran Kodim terbatas pada pengawasan kualitas pembangunan dan tidak menyentuh aspek pengelolaan anggaran proyek.

“Tugas kami bukan mengerjakan proyek atau mengelola anggaran. Kami melakukan pengawasan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai aturan, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Deny menegaskan bahwa seluruh dana bantuan tetap dikelola oleh sekolah penerima sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara urusan anggaran menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan kontraktor.

“Kalau soal anggaran itu urusan kontraktor dengan pihak sekolah. Kami hanya mengawasi pelaksanaan pembangunan sejak pekerjaan dimulai,” katanya.

Dalam menjalankan tugas pengawasan, Kodim telah dibekali spesifikasi teknis bangunan serta standar pekerjaan sebagai acuan di lapangan. Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, Kodim akan menyusun laporan resmi kepada pemerintah pusat.

“Kalau ada kontraktor yang bekerja tidak sesuai spek, tugas kami melaporkan ke tingkat pusat,” tegas Deny.

Ia menambahkan, Kodim tidak memiliki kewenangan menghentikan proyek apabila ditemukan dugaan penyimpangan. Namun, laporan hasil pengawasan dari TNI diharapkan menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat.

“Saya yakin laporan dari kami akan menjadi perhatian pemerintah pusat,” tandasnya.

Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Kodim akan menurunkan personel Babinsa di setiap lokasi pembangunan. Sedikitnya tiga anggota Babinsa akan memantau setiap titik proyek dan menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala.

“Kami akan membuat laporan khusus langsung ke pusat, di luar laporan yang dibuat kontraktor,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan fisik bangunan, Kodim juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO), konsultan perencana, konsultan pengawas, kepala sekolah, serta panitia pelaksana di masing-masing sekolah.

Apabila muncul kendala selama proses pembangunan, Kodim siap membantu memfasilitasi koordinasi dengan instansi terkait agar pekerjaan tidak mengalami hambatan.

“Kami ingin seluruh proses berjalan dengan baik. Jika ada persoalan di lapangan, tentu akan kami koordinasikan dengan pihak terkait sehingga bisa segera diselesaikan,” katanya.

Deny mengungkapkan, hingga saat ini pengawasan baru dilakukan pada proyek revitalisasi di SMA Nawacita, Kecamatan Mego. Ke depan, pengawasan akan diperluas ke seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK penerima bantuan di Kabupaten Sikka.

Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini didasarkan pada kekuatan organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat desa melalui Babinsa sehingga proses pengawasan dapat dilakukan secara langsung dan berkelanjutan.

Sementara itu, penentuan sekolah penerima Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas PKO berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Data sekolah sesuai Dapodik ada di Dinas PKO. Kami hanya siap melakukan pengawasan terhadap sekolah yang ditetapkan untuk dibangun. Jadi, peran kami sebatas mendukung pengawasan pelaksanaan pembangunan,” pungkas Deny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version