Hari Pertama Sekolah di Sikka, Tiga Anak Korban Kebakaran Rumah di Hoder Tak Berangkat Sekolah karena Seluruh Seragam dan Buku Hangus Terbakar
Foto:Mario Sina.
MAUMERE-Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru di Kabupaten Sikka, Senin (13/7/2026), menjadi hari yang penuh kesedihan bagi tiga anak korban kebakaran rumah di Dusun Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete.
Alih-alih mengikuti kegiatan belajar bersama teman-temannya di SDN Moko, ketiganya terpaksa tetap tinggal di rumah karena tidak memiliki seragam maupun perlengkapan sekolah.
Ketiga anak tersebut merupakan anak dari pasangan Heronimus Huro (53) dan Maria Kasiasi (56), yang rumahnya ludes dilalap api pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.
Mereka adalah Putri Padarina (14), siswi kelas VI SDN Moko, Marianus Nong Riki (13), siswa kelas V SD, dan Ferdinandus Nong Robi (11), siswa kelas IV SD. Seluruh seragam sekolah, tas, buku, serta perlengkapan belajar yang mereka miliki ikut hangus dalam kebakaran.
Selain ketiga anak yang masih bersekolah, pasangan itu juga memiliki seorang anak penyandang disabilitas, Novensius Harianto (21).
Musibah tersebut tidak hanya menghanguskan rumah keluarga Heronimus, tetapi juga seluruh harta benda di dalamnya. Api melalap bangunan semi permanen berukuran sekitar 6 x 8 meter beserta dokumen penting, uang tunai, hasil panen, pakaian, hingga perlengkapan sekolah anak-anak.
Rumah itu merupakan hasil kerja keras Heronimus selama bertahun-tahun merantau ke Kalimantan Timur sebagai pekerja di perkebunan kelapa sawit. Setelah menabung selama bertahun-tahun, ia berhasil membangun rumah tersebut pada 2021 sebagai tempat tinggal keluarganya. Namun, hanya dalam hitungan menit, seluruh hasil jerih payahnya berubah menjadi abu.
Pada hari pertama sekolah ini, ketika ribuan siswa di Kabupaten Sikka kembali memasuki ruang kelas untuk memulai tahun ajaran baru, tiga anak keluarga Heronimus justru harus mengubur keinginan mereka untuk belajar bersama teman-teman karena tidak memiliki seragam dan perlengkapan sekolah.
Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah daerah, pihak sekolah, maupun para dermawan agar ketiga anak tersebut dapat segera kembali mengenyam pendidikan tanpa harus kehilangan kesempatan belajar akibat musibah kebakaran yang menimpa keluarga mereka.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan