Seorang Pekerja Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja di Pelabuhan L.Say, Pelindo Maumere Sebut Penyebab Masih Diinvestigasi
MAUMERE-PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Maumere menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pekerja pelabuhan dalam insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Pelabuhan Maumere.
General Manager Pelindo Cabang Maumere, Angga Adi Prebawa, mengatakan manajemen Pelindo turut berbelasungkawa atas musibah tersebut dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Atas nama manajemen Pelindo, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu pekerja pelabuhan dalam insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Pelabuhan Maumere. Kami turut berduka cita dan mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” ujar Angga dalam keterangan resminya, Minggu (12/7/2026) siang.
Menurut Angga, berdasarkan informasi awal, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.41 WITA saat korban sedang melaksanakan tugas pemeriksaan peti kemas berpendingin (reefer) atas permintaan pihak Karantina dan JPT.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, korban mengalami kecelakaan hingga akhirnya meninggal dunia. Namun, penyebab pasti kejadian itu masih dalam proses investigasi.
Angga menjelaskan, Pelindo melalui tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE) telah melakukan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi seluruh aspek keselamatan kerja yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Selain itu, Pelindo mendukung sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian dan instansi terkait.
Perusahaan, kata Angga, akan bersikap kooperatif dengan memberikan data maupun informasi yang dibutuhkan selama proses penyelidikan berlangsung.
Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, Pelindo berkomitmen memenuhi seluruh hak-hak korban sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemberian santunan, bantuan biaya pemakaman, serta pendampingan kepada keluarga korban.
“Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas utama Pelindo dalam setiap aktivitas operasional. Hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi dan penguatan penerapan sistem K3 guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” katanya.
Pelindo juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil investigasi selesai.
Menurut Angga, manajemen akan menyampaikan perkembangan informasi lebih lanjut setelah proses investigasi rampung dan hasilnya telah diperoleh secara resmi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan