Headline

Subuh yang Mengubah Segalanya, Rumah Petani Miskin dengan Empat Anak di Desa Hoder, Sikka Ludes Dilalap Api

waktu baca 3 menit

MAUMERE-Subuh yang biasanya menjadi awal aktivitas bagi keluarga petani di Desa Hoder berubah menjadi petaka. Rumah milik Heronimus Huro (53), seorang petani di Dusun Wairbleler, RT 005/RW 009, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, ludes dilalap api pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, seluruh harta benda milik keluarga itu hangus terbakar. Heronimus, istrinya, dan keempat anak mereka kini harus memulai hidup dari nol.

Heronimus mengungkapkan, saat kejadian dirinya bersama istri dan anak-anak sedang tertidur lelap. Tiba-tiba ia merasakan hawa panas yang tidak biasa di dalam kamar.

“Saya sedang tidur di kamar. Tiba-tiba terasa panas. Setelah bangun saya melihat api sudah membesar berasal dari dinding luar rumah,” ujar Heronimus.

Menyadari rumahnya terbakar, ia segera membangunkan istrinya, Maria Kasiasi (56), serta keempat anak mereka, yakni Novensius Harianto (18), penyandang disabilitas, Padarina (14), siswi kelas VI SDN Moko, Riky (13), siswa kelas V SD, dan Robi (11), siswa kelas IV SD.

Seluruh anggota keluarga berhasil keluar dari rumah sebelum kobaran api semakin membesar. Maria Kasiasi sempat berusaha masuk kembali ke dalam rumah untuk menyelamatkan surat-surat berharga. Namun upayanya tidak berhasil karena api dengan cepat merambat ke seluruh bangunan semi permanen yang terdiri dari setengah tembok dan dinding pelupuh bambu. Kobaran api juga menjalar hingga membakar dapur yang masih menyatu dengan rumah utama.

Bagi Heronimus, rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal. Rumah itu merupakan hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun merantau ke Kalimantan Timur untuk bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sedikit demi sedikit hasil kerja kerasnya dikumpulkan hingga akhirnya mampu membangun rumah bagi istri dan keempat anak yang masih tinggal bersama pada tahun 2021. Namun, seluruh hasil pengorbanan selama bertahun-tahun itu lenyap hanya dalam hitungan menit.

Selain rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter, api juga menghanguskan uang tunai sebesar Rp 500 ribu, satu sertifikat tanah, dua kartu tanda penduduk (KTP), satu kartu keluarga (KK), empat akta kelahiran, serta satu unit telepon genggam (HP).

Tidak hanya itu, hasil panen yang menjadi harapan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup juga ikut musnah. Uang hasil penjualan mente serta dua karung asam yang rencananya akan dijual pada hari itu, serta empat karung jagung kering habis dilalap api.

Keterangan foto: Heronimus Huro (53) bersama istri dan keempat anak saat berada di rumahnya yang terbakar pada
Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.

Tetangga korban, Romanus, mengatakan dirinya datang bersama warga lain untuk membantu memadamkan api. Namun saat tiba di lokasi, kobaran api sudah terlalu besar sehingga rumah tidak lagi dapat diselamatkan.

“Saat kami datang membantu, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian rumah,” katanya.

Berdasarkan data aparat di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 60 juta.

Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan dari tim Inafis Polres Sikka. Babinsa yang menerima laporan dari kepala dusun langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari para saksi.

Pantauan media ini, pada Jumat (10/7/2026) pagi, Tim Inafis Polres Sikka didampingi personel Polsek Waigete melakukan olah TKP guna memastikan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumah keluarga Heronimus Hiro.

Kini, Heronimus bersama istri dan keempat anaknya hanya bisa menyaksikan puing-puing rumah yang selama ini menjadi tempat mereka berteduh. Rumah yang dibangun dari hasil kerja keras merantau di Kalimantan Timur, berikut hasil panen, dokumen penting, uang tunai, hingga sebuah telepon genggam, berubah menjadi abu dalam satu subuh yang mengubah segalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version