Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PMI Sikka Berhasil Kumpulkan 62 Kantong Darah
MAUMERE-Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka menggelar kegiatan donor darah massal di kantor UTD PMI Sikka, Jalan Jendral Ahmad Yani, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Kegiatan yang mengusung tema “Setetes Darah Selamatkan Kehidupan” ini mendapat antusiasme dari masyarakat dan para pendonor sukarela yang datang untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, yang menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar tindakan medis, melainkan wujud nyata dari kepedulian, solidaritas, dan nilai kemanusiaan.
Wabup Subandi menuturkan bahwa dirinya terus mengikuti perkembangan kebutuhan darah dari waktu ke waktu di Kabupaten Sikka. Ia mengungkapkan bahwa setiap saat selalu ada pesan WhatsApp atau telepon masuk yang mengabarkan adanya warga yang membutuhkan donor darah, sehingga pemenuhan kebutuhan darah benar-benar menjadi hal yang sangat mendasar.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Wabup Subandi memastikan bahwa dana hibah yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sikka kepada PMI Sikka sebesar Rp 600 juta lebih tidak akan dikurangi sama sekali, meskipun daerah saat ini sedang berada dalam kondisi efisiensi anggaran.
Dalam sambutannya, Wabup Subandi juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada komunitas, jajaran TNI-Polri, para frater, serta Basarnas yang selalu rutin terlibat aktif dalam kegiatan donor darah. Di samping itu, ia mengingatkan jajaran PMI Sikka untuk terus melakukan sosialisasi secara masif kepada kelompok-kelompok masyarakat.
Menurutnya, sebagian masyarakat saat ini masih merasa takut untuk melakukan donor darah, tetapi ia optimistis jika edukasi dan pemahaman terus diberikan secara berkelanjutan, masyarakat akan menjadi lebih siap untuk mendonorkan darah mereka.
Aksi kemanusiaan ini pun membuahkan hasil yang positif, di mana tercatat sebanyak 62 kantong darah berhasil dikumpulkan dari para pendonor yang telah dinyatakan lolos skrining kesehatan. Adapun rincian perolehan darah tersebut terdiri dari golongan darah A sebanyak 13 kantong, golongan darah B sebanyak 12 kantong, golongan darah O sebanyak 32 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 5 kantong. Keberhasilan pengumpulan puluhan kantong darah ini menjadi bukti nyata tingginya kepedulian sosial yang dimiliki oleh warga Kabupaten Sikka.
Salah seorang pendonor darah, Yosef Jedison, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada UTD PMI Sikka yang telah memfasilitasi kegiatan donor darah massal tersebut. Sebagai warga Kabupaten Sikka yang rutin mendonorkan darahnya setiap empat bulan sekali, Yosef berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah sukarela ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya peran media untuk ikut mempublikasikan kegiatan donor darah secara rutin guna membangun kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PMI Sikka, Gabriel Ola, menjelaskan bahwa Hari Donor Darah Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 14 Juni merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi para pendonor darah sukarela. Selain sebagai bentuk penghargaan, momen tahunan ini juga menjadi kesempatan emas bagi seluruh pihak untuk menyadarkan kembali rasa solidaritas di antara sesama manusia demi tujuan kemanusiaan.
Gabriel Ola menambahkan bahwa Hari Donor Darah Sedunia juga menjadi wadah yang tepat untuk mendorong peningkatan jumlah Donor Darah Sukarela serta meningkatkan kesadaran akan adanya kebutuhan mendesak akan persediaan darah.
“Melalui momentum ini, PMI berupaya mempromosikan nilai solidaritas kemanusiaan dan tanggung jawab bersama, sekaligus memperluas dan memperkuat kerja sama lintas sektor, baik dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya, agar dapat berintegrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan darah di daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mayestati tidak memungkiri bahwa keluhan terkait keterbatasan stok darah di PMI masih sering disampaikan oleh masyarakat luas. Kondisi kekurangan stok tersebut sering kali menyulitkan keluarga pasien yang membutuhkan transfusi darah dalam waktu cepat, bahkan dalam beberapa kasus keterlambatan tersebut dapat berakibat fatal bagi keselamatan nyawa pasien. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya promosi dan edukasi yang masif agar ketersediaan darah tetap memadai, sehingga risiko keterlambatan penanganan medis dapat ditekan dan masyarakat tidak perlu mengeluh lagi saat menghadapi situasi darurat di rumah sakit.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Mayestati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan saling bahu-membahu mendukung gerakan donor darah di Kabupaten Sikka. Ia menilai bahwa peningkatan kesadaran kolektif dari masyarakat yang belum mengetahui pentingnya donor darah adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas stok darah sepanjang tahun. Semangat kolaborasi ini dinilai sangat sejalan dengan esensi Hari Donor Darah Sedunia yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah secara sukarela dan rutin.
Di sisi lain, Mayestati juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada personel TNI, Polri, dan Basarnas di Kabupaten Sikka atas dedikasi mereka yang luar biasa. Banyak di antara anggota institusi tersebut yang secara mandiri telah menjadikan donor darah sebagai rutinitas setiap tiga bulan sekali, dan mereka selalu sigap memberikan bantuan kapan pun PMI membutuhkan tambahan stok darah secara mendesak. Kehadiran personil dari ketiga institusi ini dinilai menjadi pilar penting yang selama ini membantu menyokong kebutuhan darah di daerah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan