Sempat Beberapa Kali Coba Bunuh Diri, Warga Hoder, Sikka Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun
MAUMERE-Warga Dusun Lua, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, digegerkan dengan peristiwa gantung diri yang dilakukan seorang pria berinisial AML (29), Jumat (29/5/2026) siang.
Kapolres Sikka melalui Kasie Humas, Ipda Leonard Tunga mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia di kebun milik keluarga yang berada di belakang rumahnya di wilayah Likot, RT 016 RW 008, Dusun Lua, Desa Hoder.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 14.00 Wita. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui masih sempat makan siang bersama keluarga sekitar pukul 13.00 Wita.
Usai makan siang, salah satu anggota keluarga pergi ke kebun untuk mengantar makanan kepada anggota keluarga lainnya. Saat kembali ke rumah, saksi tidak lagi melihat korban berada di rumah.
Saksi kemudian mencari korban di sekitar belakang rumah. Saat melakukan pencarian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergantung di dahan pohon mente menggunakan tali nilon.
Keluarga sempat berusaha menurunkan korban, namun mengalami kesulitan sehingga meminta bantuan anggota keluarga lainnya. Tali yang digunakan korban kemudian dipotong menggunakan parang dan korban langsung dibawa ke Puskesmas Waigete.
Namun saat tiba di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada SPKT Polsek Waigete melalui sambungan telepon.
Mendapat laporan itu, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, mencatat identitas saksi dan korban, serta berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sikka dan tenaga medis Puskesmas Waigete.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter Puskesmas Waigete bersama perawat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
“Menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi sejak berhenti bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) pada tahun 2025. Selama ini korban disebut sering menyendiri, mengeluh sakit kepala, dan beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun berhasil digagalkan pihak keluarga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Penolakan autopsi itu telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi keluarga.
Saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Dusun Lua, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.
Catatan Redaksi: Bunuh diri merupakan persoalan kesehatan mental yang serius. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami krisis emosional atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari tenaga kesehatan, psikolog, psikiater, keluarga, atau pihak yang dapat dipercaya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan