Headline

Bupati Sikka Apresiasi Gubernur NTT Dorong Pelajar Sikka Masuk Sekolah Kedinasan, Akmil dan Akpol Lewat Program Pendampingan

waktu baca 3 menit

Sikka-Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengapresiasi program Gubernur NTT yang mendorong para pelajar di Kabupaten Sikka untuk masuk ke sekolah kedinasan, Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), serta perguruan tinggi ternama.

Hal ini disampaikan dalam acara silaturahmi Gubernur NTT dengan Pemerintah Kabupaten Sikka dan para guru SMA/SMK se-Kabupaten Sikka di Rumah Jabatan Bupati Sikka pada Rabu malam (2/4/2025) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka menekankan pentingnya program pendampingan siswa untuk masuk perguruan tinggi jalur UTBK, TNI/Polri serta sekolah kedinasam ini bagi masa depan generasi muda di Kabupaten Sikka.

Ia mengatakan, kordinasi antara kepala sekolah SMA, SMK dan Kordinator Pengawas Dinas PKO NTT di Sikka dengan Pemkab Sikka penting terus dilakukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di Kabupaten Sikka.

“Kita baru saja melihat ada program yang dilaunching oleh pa gubernur, dimana ke depan kita perlu mempersiapkan banyak anak-anak kita untuk bisa masuk perguruan tinggi yang berkualitas, bisa masuk sekolah kedinasan, dan menjadi taruna di Akpol dan Akmil. Sekali lagi kami apresiasi, dan ini menjadi kerja kolaborasi yang baik buat Kabupaten Sikka ke depan,” ungkap Bupati Sikka.

Gubernur NTT dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai sekolah kedinasan di bawah kementerian, serta institusi pendidikan Akmil dan Akpol, agar lebih banyak anak-anak dari NTT, termasuk Sikka, dapat diterima di institusi tersebut.

Menurutnya, potensi anak-anak NTT untuk lulus dan lolos dalam berbagai seleksi masuk perguruan tinggi dan sekolah kedinasan sebenarnya sangat tinggi, yang tentu harus dipersiapkan sejak dini dan diawasi secara ketat dan berjenjang.

Ia juga mendorong para guru untuk memberikan bimbingan kepada siswa sejak dini agar mereka lebih siap menghadapi seleksi serta perlunya persiapan sejak dini bagi siswa SMK yang ingin bekerja di luar negeri dengan mengikuti program pemerintah pusat lewat kerjasama Kementerian BPMI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Tugas kami adalah membantu bupati dan wakil bupati untuk membangun Kabupaten Sikka menjadi lebih baik,” ujar gubernur.

Sementara itu, Koordinator Pengawas SMA/SMK Dinas PKO NTT di Sikka, Mikael Maran, dalam laporannya menyampaikan bahwa di Kabupaten Sikka terdapat 52 kepala sekolah, 6 pengawas, serta 1.350 guru yang tergabung dalam SMA, SMK, dan SLB.

Dalam rangka mendukung program Quick Win di Sikka, setelah diluncurkannya program bimbingan bagi peserta didik SMA dan SMK untuk mempermudah mereka masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) serta sekolah kedinasan, tercatat sebanyak 74 siswa memilih jalur kepolisian dan TNI melalui skema bimbingan mandiri yang bekerja sama dengan Kodim dan Polres Sikka.

Selain itu, terdapat 74 siswa yang mengikuti seleksi sekolah kedinasan serta lebih dari 100 siswa yang mendaftar PTN melalui jalur UTBK. Semua peserta bimbingan tersebut saat ini mendapat pendampingan dari pihak sekolah, termasuk dukungan dari para alumni yang telah berhasil masuk sekolah kedinasan.

Pada kesempatan itu, Mikael Maran juga menyampaikan kondisi terkini pengelolaan SMA/SMK di Kabupaten Sikka dimana hanya terdapat 6 pengawas sekolah dengan rasio jumlah sekolah sebanyak 52 sekolah. Dari 6 pengawas yang ada, 2 di antaranya akan memasuki masa pensiun.

Selain itu, terdapat kepala sekolah yang berstatus Pelaksana Tugas (Plt) selama lebih dari 2 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version