Bupati Juventus Berjalan Kaki Menembus Hutan untuk Tinjau Sekolah dan Temui Guru Honor di Wairbukan, Sikka
Maumere-Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago melakukan perjalanan sejauh 6 Km dengan berjalan kaki untuk meninjau sekolah jarak jauh dari SDK 064 Watubaladan bertemu dengan guru honor di Kampung Wairbukang, yang berada di dalam kawasan hutan di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (10/03/2025) pagi.
Dalam perjalanan yang melewati jalan setapak berbukit terjal, rimbunnya hutan dan sungai, Bupati Sikka didampingi oleh anggota Koramil Talibura, Kadis PKO Sikka, Germanus Goleng, Kabag Prokopim Setda Sikka, Petrus Lori dan staf, Kepala Sekolah SDK O064 Watubala, Sophia Sopi, serta tokoh masyarakat setempat.
Setibanya di Kampung Wairbukang, Bupati Sikka melihat langsung sekolah jarak jauh Wairbukang yang hanya berupa sebuah bangunan pondok pelupu bambu berukuran 2,5×5 meter. Pondok itu tampak terbuka karena telah lapuk dan reyot. Di dalam pondok terlihat 8 orang siswa kelas I sedang mengikuti pelajaran bersama guru honor Vinsensia Ervina Telluma (33).
Guru Vinsensia Ervina adalah guru honor yang telah mengajar setahun lebih di sekolah jarak jauh, dimana setiap harinya ia berjalan kaki sejauh 6 Km pulang dan pergi untuk mengajar di Kampung Wairbukang.
Guru Vinsesia Ervina Teluma kepada media ini Kampung Wairbukan, mengatakan, dirinya sudah mengajar di sekolah tersebut selama setahun lamanya. Setiap harinya ia harus berjalan kaki sejauh 6 Km melewati hutan, bebatuan, sungai untuk mencapai sekolah tersebut.
“Kegiatan KBM kami di kelas jauh ini dari Senin-Kamis, kami belajar di Kampung Wairbukan ketika hari Juamt dan Sabtu, kami turun kembali belajar di sekolah induk (SDK 064 Watubala).
Disana para siswa bisa belajar sama-sama dengan teman-teman di sekolah induk,” ujar Guru Vinsensia Ervina.
Sebagai guru honor di SDK 064 Watubala, kata Guru Vinsesia, ia mendapatkan honor sebesar Rp 300 ribu per bulan. Honor ini diterima setiap 3 bulan sekali. Dengan gaji yang kecil ini, Guru Vinsensia mengaku tepat komitmen untuk mengajar dan mencerdaskan anak-anak di Kampung Wairbukan.
“Bagi saya, karena saya sudah kuliahnya ambil jurusan PGSD, mau bagaimana pun saya tetap menjalankan, apalagi ini kan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai seorang guru demi mencerdaskan anak-anak bangsa terkhusus anak-anak di Kampung Wairbukan ini,” ujarnya.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengatakan, setelah secara langsung melihat sekolah, dirinya trenyuh melihat semangat dari Guru Vinsnsia, kepala sekolah dan anak-anak di Kampung Wairbukan, yang dengan segala keterbatasan dan kondisi kelas yang terbatas, mereka bisa belajar dengan tekun dan memahami pelajaran yang disampaikan dari Guru Vinsensia.
“Di usia mereka, di kelas mereka yang terbatas, mereka bisa menulis dan membaca dengan baik. Tentu ini adalah hal yang luar biasa dan perlu diapresiasi. Kami berharap anak-anak disini, harus terus tumbuh berkembang, belajar dengan baik. Menjadi perhatian bagi kami, bicara tentang keberlangsungan sekolah jarak jauh disini dan bagaimana tunjangan guru honorer,” ungkapnya.
Bupati Juventus juga mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Kadis PKO Sikka, ke depan pihaknya akan memberikan apresiasi kepada para guru honorer apalagi pada wilayah yang terpencil seperti ini. Ia juga telah mengontak Staf Khusus Mendikdasmen untuk membicarakan kondisi dari sekolah jarak jauh di Kampung Wairbukan tersebut.
Plt.Kepala Sekolah SDK 064 Watubala, Sophia Supu, mengatakan, sekolah kelas jauh Wairbukan ini sudah masuk tahun ketiga berdiri. Awalnya ada 2 orang guru untuk kelas 1 dan kelas 2 dan KBM nya masih menggunakan ruangan Posyandu. Namun karena Posyandu terpakai untuk Posyandu dan PAUD, mereka kemudian memakai pondok sebagai ruang kelas. Pondok yang ada tersebut, sebelumnya dibangun oleh mahasiswa KKN dari IKIP Muhammadiyah Maumere sebagai pondok baca.
Terhadap gaji guru honor, Kepsek Sophia Supu membenarkan bahwa gaji guru honor di Sekolah Dasar Katolik tersebut rata-rata dari Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu. Untuk penerimaan honornya bisa diterima per 3 bulan atau 6 bulan saat penerimaan rapor pendidikan siswa.
“Dengan adanya kunjungan dari Bupati Sikka dan Kadis PKO Sikka melihat secara langsung kondisi sekolah jarak jauhini, saya berharap anak-anak di Kampung Wairbukan ini bisa mendapatkan pendidikan yang layak dengan bangunan yang layak agar para siswa bisa belajar dengan nyaman,” ujar Kepsek Sophia.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan