Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kerja di RSUD Tc Hilers Maumere

waktu baca 2 menit

FLORESPEDIA.ID-Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Nasional, Dr. Ibnu Naser Arrohimi, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Maumere, Arie Mayanugrah, pada Selasa (14/5/2024) siang melakukan kunjungan kerja di RSUD TC. Hilers Maumere, Kabupaten Sikka.

Kedatangan mereka disambut baik oleh Kepala Tata Usaha RSUD Tc.Hilers Maumere, Afelinus Marianus, S.sos juga Kepala Bidang Pelayanan, Helena Kidi Labot, S.st, M.Kes, beserta jajaran tim medis lainya.

Dr. Ibnu dalam pertemuan tersebut langsung memonitoring sekaligus mengecek standar operasional prosedur di setiap klinik yang ada di RSUD TC Hilers Maumere dan juga mengecek pelayanan kesehatan medis kepada pasien yang sementara menunggu di loket antrian.

Kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil pelayanan kesehatan RSUD Tc Hilers Maumere oleh Kepala Bidang Pelayanan, Helena Kidi Labot.

Pada kesempatan itu, Helena Kidi Labot menyampaikan terimakasih kepada Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Nasional yang sudah datang untuk melakukan pengawasan.

Dia juga menyampaikan kondisi pelayanan kesehatan dan juga penyakit yang dialami pasien rawat inap, penyebab kematian terbanyak pasien rawat inap di RSUD TC. Hilers Maumere.

“Sejauh ini ada kemajuan tetapi ada juga kekurangan yang dialami di RSUD Tc.Hilers Maumere ini, ada 10 penyakit terbanyak yang dialami pasien rawat inap dan ada 10 penyebab kematian terbanyak pasien rawat inap”, ungkap Helena.

Kesepuluh penyakit terbanyak itu yakni, anemia lainnya, gangguan endokrin, nutrisi dan metabolik lainya, dispepsia, penyakit Kehamilan dan persalinan lainnya, ipertensi esensial, diabetes melitus, penyakitnya hipertensi lainnya, bronkitis, emfisema, dan penyakit paru obstruktif kronik lainya, pneumonia, penyakit sistem kemih lainnya.

Ia juga menyampaikan 10 penyebab kematian pasien rawat inap yakni, pneumonia, gagal ginjal, perdarahan intrakarnial, hilertensi Essensial, TB Paru, Infard miokard akut, gagal Jantung, septisemia, hipertensi lainnya, iabetes melitus.

Sementara itu, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Nasional Dr. Ibnu Naser Arrohimi mengatakan, pihaknya menginginkan presentasi janji layanan yang representatif sehingga bisa dilihat semua pihak sebagai bukti komitmen mereka yaitu fasilitas pelayanan kesehatan.

“Bukti janji layanan itu penting sebagai bentuk deklarasi komitmen sehingga bisa memastikan peserta dalam kondisi aktif ataupun tidak aktif dan hal lain yang harus dihindari yaitu pelayanan yang sifatnya non-diskriminatif karena itu bisa melukai perasaan peserta dan kalau ada obat kosong itu menjadi tanggung jawab manajemen,” jelas Ibnu.

Cukup perawat atau asisten perawat yang ambil obat, biar tidak ada penumpukan antrian,” saran Ibnu kepada KTU RSUD TC Hillers dan Kepala Bidang Pelayanan.

Kontributor:Januarius Dunia
Editor:Mario WP Sina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *