JPM Bekerja Sama dengan PLN UIW NTT Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Penyandang Disabilitas di Sikka

waktu baca 3 menit
Keterangan foto:Penyandang disabilitas peserta pelatihan kewirausahaan menerima bantuan mesin jahit yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali.

MAUMERE -Yayasan Jaring Peduli Masyarakat (JPM) bekerja sama dengan PLN Unit Induk Wilayah NTT menggelar pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka.

Pelatihan kewirausahaan ini diikuti oleh 20 orang penyandang disabilitas yang terdiri dari 5 orang untuk untuk pelatihan tata busana dan 15 orang untuk pelatihan tata boga. Para penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan ini berasal dari komunitas Forsadika.

Pelatihan ini berlangsung di Aula Hotel Permatasari Maumere pada Selasa – Rabu (26-27 Juli 2022). Pantuan media ini, pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali dan dihadiri oleh Manajer PT.PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur, Agung Wibowo dan Direktur JPM, Yohanes Pekereng.
Pantuan media ini, pada sesi awal pelatihan, juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan peralatan tata boga dan peralatan tata busana dimana masing-masing peserta mendapatkan 1 unit barang bantuan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali dan disaksikan oleh Manajer PT.PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur, Agung Wibowo dan Direktur JPM, Yohanes Pekereng.

Direktur JPM, Yohanes Pekereng ditemui di sela-sela pelatihan mengatakan, kegiatan ini adalah pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka yang digelar atas dukungan dari PLN Unit Induk Wilayah NTT dan bekerja sama dengan Forsadika dan berkordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sikka.

“Tujuan kami mengadakan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka secara khusus ketrampilan menjahit dan tata boga,” ungkap Yohanes Pekereng.

Ia berharap dengan pelatihan yang digelar ini, bisa memberikan para penyandang disabilitas peserta pelatihan ketrampilan yang mengarah kepada kemampuan wirausaha kecil yang nanti bisa dikembangkan untuk mendapatkan penghasilan dan meningkatkan kehidupan perekonomian keluarga mereka.
Ia menuturkan, setelah 2 hari pelatihan ini, nanti akan diikuti dengan pendampingan. Semua peserta pelatihan ini dibekali dengan peralatan kerja untuk produksi tata boga dan menjahit.

Keterangan foto: Dari kiri ke kanan: Direktur JPM, Yohanes Pekereng, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali, Manajer PT.PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Timur, Agung Wibowo dan Ketua Forsadika, Yoseph Loku.

“Maksud kami dengan dukungan yang penuh ini, mereka sepenuhnya bisa beraktivitas dan langsung bisa memulai usaha mereka. Usai pelatihan 2 hari ini, kami akan dampingi mereka 1-2 bulan ke depan, untuk melihat sejauh mana mereka menggunakan ilmunya mereka yang didapat, mulai menerapkan dan mengembangkan usaha. Jika ada hambatan, maka apa bantuan yang kami bisa dukung lagi sehingga mereka bisa jalankan usahanya,” ujar Yohanes Pekereng.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali, mengatakan, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Jaring Peduli Masyarakat (JPM) bekerja sama dengan PLN Unit Induk Wilayah NTT, yang memiliki perhatian secara khusus kepada para penyandang disabilitas.
Lanjutnya, dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, hadirnya para pihak yang cukup memiliki perhatian yang besar terhadap kesejahteraan warga negara termasuk penyandang disabilitas patut diapresiasi.

“Kita berharap ke depan semakin banyak lagi kegiatan pelatihan digelar. Kita berharap juga pihak-pihak lain turut membantu terampilnya teman-teman penyandang disabilitas ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk di Kabupaten Sikka sampai dengan Desember 2021, ada 2.444 jiwa penyandang disabilitas. Yang ikut pelatihan pada tahun 2021 ada 36 orang dan pada tahun 2022 ini ada 20 orang.

“Kita berharap dari 56 orang yang ikut pelatihan, bisa berkembang lebih banyak lagi dan mereka juga bisa menikmati kesejahteraan dan ketrampilan setelah mengikuti pelatihan,” ujar Rudolfus Ali.
Ia menambahkan, jika kondisi keuangan daerah membaik pasca COVID-19, maka pihaknya juga akan memprioritaskan pelatihan bagi para penyandang disabilitas.

Dirinya berharap dengan pelatihan ini bisa melahirkan wirausaha muda dari para penyandang disabilitas.
 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *