LBH Komnas PHD Indonesia Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Kupang

waktu baca 2 menit

Koordinator LBH Komnas PHD HAM Indonesia wilayah NTT, Tommy Bataona. Foto : Istimewa

MAUMERE, FLORESPEDIA.id – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap wartawan, Fabianus Latuan di Kota Kupang, Selasa (26/4) memantik reaksi dari banyak.

Salah satunya yakni dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Komisi Nasional (Komnas) Pemerhati Hak Demokrasi (PHD) Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia.

Melalui Koordinator LBH Komnas PHD HAM Indonesia wilayah NTT, Tommy Bataona, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) NTT untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap wartawan Fabianus Latuan.

“Kami mendesak agar Polda NTT segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap wartawan di Kota Kupang. Tindakan pengeroyokan terhadap wartawan merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU Pers dan upaya pembungkam pers oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Tommy Bataona.

Lebih lanjut Tommy Bataona menilai bahwa tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh para pelaku merupakan tindakan yang diduga sebagai preman bayaran.

Faby Latuan, wartawan sekaligus Pimpinan Redaksi media online SuaraFlobamor.com diduga mendapatkan tindakan penganiayaan oleh dua Orang Tak Dikenal (OTK), Selasa (26/4).

Pada saat menganiaya Faby Latuan, dua orang itu mengenakan cadar atau penutup wajah.

Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap Faby Latuan, wartawan sekaligus Pimpinan Redaksi media online SuaraFlobamor.com itu terjadi usai pelaksanaan konferensi pers di PT Flobamor di Jalan Basuki Rachmat, Kelurahan Naikoten, Kota Kupang.

Jack Rado, salah satu wartawan Faby ikut dalam konferensi pers itu mengaku bahwa pada saat kejadian dirinya masih berada di dalam Kantor PT Flobamor.

Tiba-tiba, dia mendengar suara keributan di luar gedung kantor tepat di depan jalan dan ternyata, rekannya Faby Latuan tengah dikeroyok oleh dua Orang Tak Dikenal (OTK) karena pada saat itu kedua pelaku memakai cadar.

“Posisi Om Faby ada di atas motor jadi langsung terjatuh. Sebelum diserang, dua orang itu memanggil Om Faby dan Om Faby toleh dan menyahut lalu langsung dipukul. Ada teman wartawan lain yang mau datang bantu tapi tiba-tiba ada empat orang lagi datang membawa pisau jadi teman wartawan yang mau bantu Om Faby langsung lari menyelamatkan diri,” tutur Jack Rado.

Akibat peristiwa itu, Faby Latuan masih menjalani perawatan di RS Titus Uly, Kota Kupang.

Kontributor : Albert Aquinaldo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *