Ini Alasan Pelantun Gemufamire Ditunjuk Jadi Juri Kontes Tari Nasional di Maumere

waktu baca 2 menit

MAUMERE – Selain memutuskan Maumere sebagai tuan rumah dalam ajang pemilihan Putra-putri Tari Indonesia dalam kontes Tarian Nasional, Yayasan Putra Putri Tari Indonesia dan The Queen Mother Managemen selaku penyelenggara juga menunjuk pelantun lagu Gemufamire, Frans Cornelis Dian Bunda atau yang lebih akrab disapa Nyong Franko sebagai salah satu juri dalam ajang tersebut.

Founder Ikatan Penari Putra Putri Indonesia, Zam Ibraz mengatakan, dipilihnya Fransiskus Cornelius Dian Bunda atau lebih akrab dikenal dengan sapaan Nong Franco ini berdasarkan beberapa alasan.

Menurut Zam Ibraz, terpilihnya Fransiskus Cornelius sebagai salah satu dewan juri karena Fransiskus Cornelius adalah pencipta sekaligus pelantun lagu Gemufamire dan dari lagu itu lahir goyang Maumere yang terkenal didunia seni tari.

“Jadi kalau ngomongin NTT pasti Gemufamire dan goyang Maumere,”ucapnya.

Selain itu pihaknya juga ingin belajar dari sosok penata musik dan tarian seperti Fransiskus Cornelius, salah satu seniman seni tari dan seni musik yang melegenda di NTT.

“Bagi kami selain jadi juri semoga kita bisa dapat arahan langsung dari beliau.Karena semua finalis-finalis kami disini adalah para penari daerah. Jadi semoga  ada ilmu-ilmu yang bisa ditularkan oleh Fransiskus Cornelius,” ucap Zam Ibraz.

Lebih jauh, Zam Ibraz menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah mengantongi izin dari Kapolda NTT, Ketua Dekranasda NTT,  Julie Laiskodat dan dihadiri oleh tim Kementerian Dalam Negeri.

“Jadi menurut saya banyak instansi pemerintahan sudah menyatakan iya dan bahkan hadir untuk menyukseskan ajang ini,” paparnya.

Lanjutnya, kegiatan tersebut juga didukung oleh pemerintah dan bahkan disponsori oleh Dekranasda NTT, artinya elemen pemerintahan mengizinkan dan Kapolda juga mengiyakan.

“Kami berharap dengan kegiatan ini terutama Maumere, Kabupaten Sikka bukan hanya punya pariwisata yang bagus tetapi sumber daya manusia yang bagus. Artinya bukan cuma ramah tapi bisa cepat melayani para turis, catatan kami datang kesini kami masih banyak menemukan masyarakat yang masih kaget dan belum bisa lebih sigap melayani para turis.” tambah Zam Ibraz.

Terpilihnya Maumere menjadi tuan rumah tahun ini karena pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov NTT khususnya Ibu Julie Laiskodat, dan Ia meminta untuk tahun ini diselenggarakan di NTT. Dan setelah melakukan beberapa rapat, dan diundang ke NTT untuk melakukan survei pihaknya menyepakati Sikka sebagai tuan rumah, dengan alasan tarian ‘Gemufamire’ yang merupakan tarian Maumere NTT sangat terkenal.

” Teman-teman dari Putra Putri Indonesia melihat bahwa kalau NTT berarti tarian goyang Gemufamire- Maumere itu yang dikenal”, ujar Zam Ibraz.

Ajang pemilihan Putra Putri Tari Indonesia ini diikuti oleh 52 Finalis utusan dari berbagai propinsi seluruh Indonesia.

Kontributor : Athy Meaq

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *