Bupati Sikka Pastikan Persami Ikut ETMC 2026 di Flores Timur

waktu baca 5 menit
Bupati Sikka sekaligus Ketua KONI Kabupaten Sikka, Juventus Prima Yoris Kago bersama Ketua PSSI Sikka, Yosef Nong Soni.

MAUMERE-Bupati Sikka sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, memastikan Persami Maumere tetap ambil bagian dalam kompetisi El Tari Memorial Cup (ETMC) 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Flores Timur.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Juventus menanggapi polemik dan ketidakpastian publik mengenai keikutsertaan Persami dalam turnamen sepak bola bergengsi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.

“Setelah mempertimbangkan banyak hal, saya sebagai Bupati Sikka sekaligus Ketua KONI Sikka bersama Ketua PSSI Sikka memastikan Persami tetap ikut serta dalam ETMC di Flores Timur,” ungkap Bupati Juventus, Jumat (6/11/2026) malam.

Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk peran sepak bola yang tidak hanya menjadi wadah pembinaan atlet dan pencapaian prestasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persatuan, persaudaraan, dan silaturahmi antardaerah.

Bupati Juventus: Sepak Bola Bukan Sekadar Mengejar Prestasi

Bupati Juventus menegaskan, keikutsertaan Persami dalam ETMC memiliki arti penting bagi Kabupaten Sikka. Menurutnya, kompetisi sepak bola seperti ETMC bukan semata-mata tentang menang atau kalah, melainkan juga kesempatan bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan, membawa nama daerah, serta membangun hubungan persaudaraan dengan masyarakat dan insan sepak bola dari kabupaten lain.

“Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sikka bersama KONI dan PSSI Sikka memandang keikutsertaan Persami sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga sekaligus mempertahankan eksistensi sepak bola Sikka di tingkat Provinsi NTT,” ungkap Bupati Juventus.

Sebelumnya diberitakan media ini, PSSI Kabupaten Sikka belum dapat memastikan keikutsertaan Persami Maumere dalam kompetisi ETMC 2026 di Kabupaten Flores Timur. Persoalan anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama setelah muncul kebijakan pemisahan pelaksanaan ETMC dan Liga 4 yang sebelumnya direncanakan dalam satu paket kompetisi.

Ketua PSSI Sikka, Yosef Nong Soni, sebelumnya mengatakan bahwa anggaran untuk mengikuti Liga 4 ETMC sebenarnya telah tersedia. Namun, anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai kedua agenda yang dilaksanakan secara bersamaan, bukan untuk membiayai ETMC dan Liga 4 secara terpisah.

Karena itu, ketika kedua kompetisi dipisahkan, PSSI Sikka harus menentukan pilihan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta keberlanjutan pembinaan sepak bola di Kabupaten Sikka.

“Jadi, bukan anggaran tidak ada. Anggarannya ada, tetapi untuk Liga 4 ETMC. Ketika Liga 4 sendiri dan ETMC sendiri, tentu kami harus punya pilihan,” kata Yosef Nong Soni saat diwawancarai pada Rabu (4/11/2026) malam.

Ia menegaskan, PSSI Sikka memilih memprioritaskan Liga 4 karena merupakan kompetisi resmi di bawah naungan PSSI dan memiliki jenjang kompetisi hingga tingkat nasional.

Menurut Soni, terdapat konsekuensi apabila sebuah tim tidak mengikuti kompetisi resmi Liga 4. Selain berpotensi dikenakan denda, pemain juga kehilangan kesempatan untuk berkompetisi pada jenjang berikutnya, termasuk peluang tampil di tingkat nasional apabila berhasil meraih prestasi.

Sebaliknya, apabila tidak mengikuti ETMC, PSSI tidak menghadapi konsekuensi serupa.

“Kalau kami absen di ETMC, tidak ada dendanya dan tidak ada konsekuensi lebih. Tetapi kalau absen di Liga 4, pasti ada konsekuensi. Karena itu, kami memprioritaskan agenda resmi PSSI,” jelasnya.

Meski belum memastikan keikutsertaan dalam ETMC, Soni mengatakan PSSI Sikka sebenarnya telah melakukan persiapan awal dengan memanggil sejumlah pemain potensial untuk memperkuat Persami.

Beberapa pemain kelahiran 2004 telah masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan. Selain itu, sekitar empat hingga lima pemain dari kelompok usia Soeratin juga dipertimbangkan sebagai bagian dari proses regenerasi.

“Kerangka awal tim Persami saat ini sebagian merupakan pemain yang sedang mengikuti Lazarus Laiskodat Cup di Semau. Namun, komposisi tersebut belum sepenuhnya utuh karena sebagian pemain lainnya tersebar dan memperkuat sejumlah tim di kabupaten lain,” ungkap Soni.

Kendati demikian, PSSI belum melakukan penandatanganan kontrak dengan para pemain karena masih menunggu kepastian keikutsertaan dan pembiayaan.

Soni juga mengungkapkan bahwa hingga Rabu malam, pihaknya belum memperoleh kepastian mengenai regulasi teknis ETMC, terutama terkait batasan usia dan tahun kelahiran pemain yang diperbolehkan.

Menurutnya, kepastian regulasi tersebut sangat penting agar PSSI dapat menyusun kerangka tim sesuai ketentuan penyelenggara.

“Sampai hari ini kami belum mendapatkan syarat regulasinya. Misalnya standar usia, kelahiran berapa yang digunakan. Apakah senior dibatasi atau semua senior. Itu juga belum kami dapatkan,” katanya.

Ia juga mengaku belum menerima komunikasi secara langsung dari panitia penyelenggara ETMC di Flores Timur terkait persiapan teknis maupun kepastian regulasi kompetisi.

Soni mengatakan, keputusan PSSI Sikka sebelumnya bukan berarti pihaknya tidak memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam ETMC. Namun, keikutsertaan tersebut harus mempertimbangkan kemampuan pembiayaan serta agenda kompetisi resmi yang menjadi tanggung jawab PSSI.

Karena itu, PSSI Sikka berharap ada komunikasi dan koordinasi dengan DPRD serta Pemerintah Kabupaten Sikka, terutama Bupati Sikka yang juga menjabat sebagai Ketua KONI, untuk mendapatkan kepastian mengenai pembiayaan kompetisi.

“Kami dari PSSI secara tim sudah siap. Kami sudah diskusikan dan kerangka tim juga ada. Tetapi paling tidak ada kepastian bahwa kalau ETMC 2026 tetap kami ikuti, anggaran untuk Liga 4 yang menjadi agenda resmi PSSI juga disiapkan untuk tahun 2027,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila ada jaminan pembiayaan untuk agenda Liga 4 berikutnya, PSSI Sikka bersedia mempersiapkan Persami untuk tampil di ETMC 2026.

Namun, jika tidak ada kepastian tersebut, PSSI Sikka memastikan tidak akan mengirimkan Persami ke Flores Timur.

“Kalau permintaan dan pikiran kami ini diterima, tentu kami berterima kasih dan akan mempersiapkan tim. Tetapi kalau tidak bisa diberikan jaminan, PSSI pastikan untuk ETMC kami tidak ikut,” tutup Soni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *