Persami Belum Dipastikan Ikut ETMC, PSSI Sikka Prioritaskan Anggaran untuk Liga 4

MAUMERE-PSSI Kabupaten Sikka belum dapat memastikan keikutsertaan Persami Maumere dalam kompetisi El Tari Memorial Cup (ETMC) 2026 di Kabupaten Flores Timur. Persoalan anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama setelah muncul kebijakan pemisahan pelaksanaan ETMC dan Liga 4 yang sebelumnya direncanakan dalam satu paket kompetisi.
Ketua PSSI Sikka, Yosef Nong Soni, mengatakan bahwa anggaran untuk mengikuti Liga 4 ETMC sebenarnya telah tersedia. Namun, anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai kedua agenda yang dilaksanakan secara bersamaan, bukan untuk membiayai ETMC dan Liga 4 secara terpisah.
Karena itu, ketika kedua kompetisi dipisahkan, PSSI Sikka harus menentukan pilihan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta keberlanjutan pembinaan sepak bola di Kabupaten Sikka.
“Jadi, bukan anggaran tidak ada. Anggarannya ada, tetapi untuk Liga 4 ETMC. Ketika Liga 4 sendiri dan ETMC sendiri, tentu kami harus punya pilihan,” kata Yosef Nong Soni saat diwawancarai pada Rabu (4/11/2026) malam.
Ia menegaskan, PSSI Sikka memilih memprioritaskan Liga 4 karena merupakan kompetisi resmi yang berada di bawah naungan PSSI dan memiliki jenjang kompetisi hingga tingkat nasional.
Menurut Soni, terdapat konsekuensi apabila sebuah tim tidak mengikuti kompetisi resmi Liga 4. Selain berpotensi dikenakan denda, pemain juga kehilangan kesempatan untuk berkompetisi pada jenjang berikutnya, termasuk peluang tampil di tingkat nasional apabila berhasil meraih prestasi.
Sebaliknya, apabila tidak mengikuti ETMC, PSSI tidak menghadapi konsekuensi serupa.
“Kalau kami absen di ETMC, tidak ada dendanya dan tidak ada konsekuensi lebih. Tetapi kalau absen di Liga 4, pasti ada konsekuensi. Karena itu, kami memprioritaskan agenda resmi PSSI,” jelasnya.
Pertimbangan lainnya adalah keberlanjutan pembiayaan kompetisi pada 2027. Yosef mengatakan, apabila anggaran yang tersedia saat ini digunakan untuk mengikuti ETMC, PSSI Sikka berpotensi menghadapi kesulitan ketika harus mengikuti dua agenda Liga 4 pada tahun berikutnya.
Agenda tersebut yakni Liga 4 tahun 2026 yang dijadwalkan dipertandingkan pada 2027 dan Liga 4 ETMC 2027. Selain itu, Persami juga memiliki kewajiban mengikuti kompetisi Soeratin setelah sebelumnya meraih prestasi sebagai juara.
Dengan kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi efisiensi anggaran, Soni menilai PSSI perlu mempertimbangkan seluruh kebutuhan tersebut agar pembinaan sepak bola tidak terhambat.
Atas dasar itu, PSSI Sikka mengusulkan agar anggaran yang telah dialokasikan untuk Liga 4 ETMC dikembalikan ke kas daerah apabila skema pelaksanaannya tidak lagi memungkinkan. Selanjutnya, anggaran tersebut dapat diperjuangkan kembali untuk membiayai Liga 4 tahun 2026 yang dipertandingkan pada 2027.
“Dengan kondisi anggaran hari ini, tentu ada kekhawatiran. Makanya pikiran kami, sebaiknya anggaran ini dikembalikan ke kas daerah, lalu kita minta untuk dianggarkan kembali untuk Liga 4 tahun 2026 yang dipertandingkan 2027,” ujarnya.
Soni menyebutkan, berdasarkan alokasi APBD sebelumnya terdapat anggaran sekitar Rp 250 juta. Namun, setelah dikelola KONI dan mempertimbangkan kebutuhan sejumlah cabang olahraga lainnya, anggaran yang tersedia untuk keikutsertaan dalam Liga 4 ETMC di Flores Timur menjadi sekitar Rp 200 juta.
Menurutnya, jumlah tersebut sebenarnya belum mencukupi kebutuhan tim. PSSI masih berharap mendapatkan dukungan dari pihak ketiga sehingga kebutuhan pembiayaan dapat mencapai sekitar Rp 300 juta.
“Kalau Rp 300 juta, cukuplah. Masih ada ruang bagi kami untuk mencari donasi dari beberapa pihak,” katanya.
Meski belum memastikan keikutsertaan dalam ETMC, Soni mengatakan PSSI Sikka sebenarnya telah melakukan persiapan awal dengan memanggil sejumlah pemain potensial untuk memperkuat Persami.
Beberapa pemain kelahiran 2004 telah masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan. Selain itu, sekitar empat hingga lima pemain dari kelompok usia Soeratin juga dipertimbangkan sebagai bagian dari proses regenerasi.
“Kerangka awal tim Persami saat ini sebagian merupakan pemain yang sedang mengikuti Lazarus Laiskodat Cup di Semau. Namun, komposisi tersebut belum sepenuhnya utuh karena sebagian pemain lainnya tersebar dan memperkuat sejumlah tim di kabupaten lain,” ungkap Soni.
Kendati demikian, PSSI belum melakukan penandatanganan kontrak dengan para pemain karena masih menunggu kepastian keikutsertaan dan pembiayaan.
Soni juga mengungkapkan bahwa hingga Rabu malam, pihaknya belum memperoleh kepastian mengenai regulasi teknis ETMC, terutama terkait batasan usia dan tahun kelahiran pemain yang diperbolehkan.
Menurutnya, kepastian regulasi tersebut sangat penting agar PSSI dapat menyusun kerangka tim sesuai ketentuan penyelenggara.
“Sampai hari ini kami belum mendapatkan syarat regulasinya. Misalnya standar usia, kelahiran berapa yang digunakan. Apakah senior dibatasi atau semua senior. Itu juga belum kami dapatkan,” katanya.
Ia juga mengaku belum menerima komunikasi secara langsung dari panitia penyelenggara ETMC di Flores Timur terkait persiapan teknis maupun kepastian regulasi kompetisi.
Soni mengatakan, keputusan PSSI Sikka bukan berarti pihaknya tidak memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam ETMC. Namun, keikutsertaan tersebut harus mempertimbangkan kemampuan pembiayaan serta agenda kompetisi resmi yang menjadi tanggung jawab PSSI.
Ia bahkan menyebutkan sudah ada sekitar enam hingga tujuh tim yang menyatakan mengundurkan diri dari ETMC. Di antaranya Persena Nagekeo.
Karena itu, PSSI Sikka berharap ada komunikasi dan koordinasi dengan DPRD serta Pemerintah Kabupaten Sikka, terutama Bupati Sikka yang juga menjabat sebagai Ketua KONI, untuk mendapatkan kepastian mengenai pembiayaan kompetisi.
“Kami dari PSSI secara tim sudah siap. Kami sudah diskusikan dan kerangka tim juga ada. Tetapi paling tidak ada kepastian bahwa kalau ETMC 2026 tetap kami ikuti, anggaran untuk Liga 4 yang menjadi agenda resmi PSSI juga disiapkan untuk tahun 2027,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila ada jaminan pembiayaan untuk agenda Liga 4 berikutnya, PSSI Sikka bersedia mempersiapkan Persami untuk tampil di ETMC 2026.
Namun, jika tidak ada kepastian tersebut, PSSI Sikka memastikan tidak akan mengirimkan Persami ke Flores Timur.
“Kalau permintaan dan pikiran kami ini diterima, tentu kami berterima kasih dan akan mempersiapkan tim. Tetapi kalau tidak bisa diberikan jaminan, PSSI pastikan untuk ETMC kami tidak ikut,” tutup Soni.
