Evaluasi Job Fair NTT, Kadis Nakertrans: Banyak Lowongan Kerja Belum Diimbangi Partisipasi Pencari Kerja

MAUMERE, FLORESPEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan kesempatan kerja melalui kegiatan job fair. Namun, banyaknya lowongan yang tersedia belum sepenuhnya diikuti tingginya partisipasi pencari kerja maupun penyerapan tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT mengungkapkan, pelaksanaan job fair di Kupang pada 22-23 Mei 2026 di GOR Flobamora Kupang menyediakan 10.302 lowongan kerja. Lowongan tersebut berasal dari perusahaan lokal, perusahaan penempatan tenaga kerja antardaerah, serta perusahaan yang merekrut tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri.
Meski jumlah lowongan mencapai ribuan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu tercatat dikunjungi 2.178 orang. Sementara itu, jumlah pelamar yang mendaftar ke berbagai perusahaan mencapai lebih dari 3.000 orang.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memperluas penyebaran informasi pasar kerja sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan peluang yang tersedia.
“Kenapa penyediaan tenaga kerjanya banyak, tetapi tidak ada?” demikian ia mengutip pertanyaan Gubernur NTT ketika mengevaluasi pelaksanaan job fair di Kupang.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Yosef Rasi saat wawancara di Aula ALMA Maumere, Sabtu (24/10/2026) siang.
Ia menjelaskan, upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan pameran lowongan kerja. Pemerintah juga perlu memperluas edukasi mengenai persyaratan kerja, kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, serta informasi mengenai pasar kerja di dalam dan luar negeri.
“Kita punya aplikasi namanya Siap Kerja. Tapi tidak semua orang tahu tentang aplikasi itu dan setiap orang tidak semua orang bisa akses,” ujarnya.
Karena itu, sosialisasi perlu dilakukan secara masif melalui media sosial dan berbagai saluran informasi yang dapat dijangkau masyarakat.
Penyerapan tenaga kerja dan perluasan Job Fair
Setelah pelaksanaan di Kupang, Pemprov NTT melanjutkan job fair tahap kedua di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pada Juli 2026.
Kegiatan tersebut menyediakan sekitar 6.000 lowongan kerja. Dari 1.335 orang yang berkunjung, sebanyak 918 orang tercatat melamar pekerjaan. Berdasarkan pengecekan terakhir dengan Kepala Dinas Nakertrans Flores Timur, sekitar 60 orang dilaporkan terserap.
Sementara itu, dari pelaksanaan job fair di Kupang, ia menyebut sebanyak 415 orang telah terserap bekerja. Jumlah tersebut terdiri atas 26 orang yang bekerja di wilayah Kupang, 85 orang di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sumatera, serta sisanya bekerja di luar negeri.
Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa job fair dapat menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus membuka akses informasi mengenai kesempatan kerja.
Atas permintaan sejumlah perusahaan, pemerintah kemudian memutuskan untuk melaksanakan job fair setiap tiga bulan.
Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, pada November 2026. Selain itu, Gubernur NTT juga mengarahkan agar kegiatan serupa dilaksanakan di 22 kabupaten dan kota bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi NTT pada Desember mendatang.
Khusus di Kabupaten Sikka, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT menyebut Bupati Sikka telah meminta agar kegiatan job fair turut dilaksanakan di Maumere pada Desember.
Ia mendorong pemerintah daerah setempat untuk mengambil inisiatif penyelenggaraan agar kesempatan kerja dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Gandeng kampus dan sekolah
Selain memperluas pelaksanaan job fair, Dinas Nakertrans Provinsi NTT juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mempersiapkan calon tenaga kerja sejak dini.
Menurutnya, persiapan memasuki dunia kerja idealnya dilakukan sejak mahasiswa mulai menempuh pendidikan. Kampus dapat membantu mengidentifikasi minat mahasiswa, memetakan pilihan karier, serta menyiapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Ia mencontohkan, kerja sama dengan Universitas Nusa Nipa (Unipa) mulai dijajaki untuk mempercepat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Ia juga menyebut Universitas Kristen (Unkris) Kupang telah menunjukkan inisiatif dengan menghubungi pihaknya untuk membahas kerja sama.
Dalam kegiatan sosialisasi yang bertepatan dengan wisuda di salah satu kampus tersebut, sebanyak 305 orang tercatat dari kelompok calon wisudawan dan wisudawati serta alumni yang mengikuti pendataan.
Dinas Nakertrans juga mulai mendorong kerja sama dengan sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Salah satu sekolah yang disebut telah menjalin kerja sama adalah SMA Negeri 13 Kupang.
Ia menilai, keterlibatan lembaga pendidikan penting agar lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja.
Untuk kesempatan kerja di luar negeri, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan.
Ia menyebut bahasa Jepang dan Jerman sebagai contoh bahasa yang dibutuhkan untuk bekerja di negara tersebut, sedangkan kemampuan bahasa Inggris diperlukan untuk banyak peluang kerja lainnya.
Selain keterampilan bahasa, peningkatan kompetensi sesuai bidang pekerjaan juga menjadi perhatian agar calon pekerja mampu bersaing dalam proses rekrutmen.
Ia juga menekankan bahwa upaya mengatasi pengangguran tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Perguruan tinggi, sekolah, lembaga keagamaan, organisasi kepemudaan, perusahaan, dan media massa perlu mengambil bagian.
“Kalau kolaborasi ini jalan, maka upaya untuk mengatasi pengangguran tercapai,” katanya.
