Dapat Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan, Kepsek SLB Negeri Beru, Sikka Apresiasi PMI Sumut dan PT Musim Mas

MAUMERE-Perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus mengalir di tengah masa pemulihan pascagempa Flores.
Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatra Utara bersama PT Musim Mas hadir di SLB Negeri Beru dengan menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako hingga dukungan psikososial bagi para siswa.
Kehadiran PMI Sumatra Utara dan PT Musim Mas mendapat apresiasi dari Kepala SLB Negeri Beru, Yunista Evanggelista Lesu, S.Pd. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi siswa, tetapi juga orang tua dan masyarakat yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Kegiatan hari ini itu pemeriksaan gratis untuk orang tua, anak, atau masyarakat pada umumnya. Dan juga untuk pembagian sembako, kegiatan pembelajaran untuk anak-anak di tempat yang terbuka,” kata Yunista.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan tim PMI tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga siswa SLB Negeri Beru. Masyarakat umum yang membutuhkan juga dapat memanfaatkan pelayanan tersebut.
“Bisa juga orang dari luar juga bisa. Kalau yang mau periksa, bisa. Mereka melayani,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, PMI Sumut dibantu relawan PMI Cabang Sikka juga memberikan dukungan psikososial bagi siswa, khususnya anak-anak pada kelas rendah dan menengah.
Kegiatan tersebut dikemas dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak. Para siswa diajak menggambar serta mengikuti berbagai permainan.
“Untuk anak-anak yang kelas rendah dan kelas menengah, ada kegiatan itu,” ujar Yunista.
Saat ditanya mengenai bentuk kegiatan dukungan psikososial tersebut, ia menjelaskan, “Menggambar, permainan-permainan yang menyenangkan anak-anak.”

104 Paket Sembako
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 60 paket sembako diberikan kepada orang tua siswa yang hadir. Sementara 44 paket lainnya disalurkan kepada guru dan tenaga kependidikan SLB Negeri Beru.
Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian kepada keluarga besar sekolah yang turut merasakan dampak dari situasi pascagempa Flores.
Yunista menyampaikan apresiasi atas kepedulian PMI Sumatra Utara dan PT Musim Mas yang hadir langsung memberikan pelayanan dan bantuan kepada warga sekolah.
Menurutnya, dukungan seperti ini penting karena kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya berkaitan dengan proses pendidikan, tetapi juga kesehatan dan kondisi psikologis mereka.
Ia menuturkan, SLB Negeri Beru saat ini memiliki 127 siswa yang berasal dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
“Jumlahnya ada 127 orang dari tingkat SD, SMP, SMA,” kata Yunista.
Ia menjelaskan, proses pembelajaran di SLB memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sekolah pada umumnya. Jumlah siswa dalam satu kelas juga dibatasi agar pendampingan dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Kalau di SLB biasanya pembagian itu paling banyaknya 8 orang, paling banyak. Kalau sudah 9 berarti harus pisah, harus dua kelas,” jelasnya.
Dengan jumlah siswa tersebut, SLB Negeri Beru didukung oleh 38 guru dan tenaga kependidikan.

Yunista mengatakan, para siswa di sekolah tersebut memiliki kebutuhan khusus yang beragam. Mayoritas merupakan anak dengan tunagrahita, disusul beberapa siswa autis dan tunarungu. Sementara untuk tunanetra atau low vision terdapat dua orang siswa.
“Jumlah pengajaran di sini, tendik dengan gurunya itu jumlahnya itu 38 orang. Karena di sini kan anak-anak pada umumnya itu anak tunagrahita. Ada autis juga ada, anak tunarungu juga hanya beberapa, tunanetra atau low vision ada 2 orang,” ungkapnya.
Dari berbagai kategori kebutuhan khusus tersebut, Yunista menyebut siswa dengan tunagrahita sedang merupakan kelompok yang paling banyak.
“Lebih banyaknya tunagrahita, tunagrahita sedang,” katanya.
Apresiasi juga datang dari orang tua siswa. Maria Oktaviani, salah satu orang tua penerima bantuan sembako, menyampaikan terima kasih kepada PMI Sumatra Utara dan PT Musim Mas atas perhatian yang diberikan kepada keluarga besar SLB Negeri Beru.
Maria mengaku terbantu dengan bantuan sembako yang diterimanya. Ia juga mengapresiasi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan, karena orang tua maupun masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
“Bagi kami kehadiran PMI Sumatra Utara dan PT Musim Mas bukan hanya soal bantuan sembako, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri,” ujarnya.
