Imigrasi NTT Salurkan Bantuan Sembako dan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Sikka

waktu baca 3 menit

MAUMERE-Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Flores kembali ditunjukkan jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Dr. Saroha Manullang, S.E., M.M., bersama Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere dan jajaran, didampingi Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. Andreas Hugo Pareira, turun langsung menemui warga terdampak di Dusun Hubing, Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan bakti sosial yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut tidak hanya diisi dengan penyerahan bantuan sembako, tetapi juga peninjauan langsung kondisi rumah warga yang terdampak gempa.

Rombongan menyusuri permukiman untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga di wilayah terdampak. Di Dusun Hubing, dampak gempa masih terlihat jelas.

Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, bahkan terdapat rumah yang mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi aman untuk ditempati.

Kondisi tersebut memaksa sebagian warga meninggalkan rumah dan bertahan di tempat pengungsian dengan membangun tenda secara sederhana.

Kunjungan ini menjadi penting karena kondisi warga tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga perhatian dan dukungan moril di tengah situasi pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.

Selain meninjau kondisi permukiman, jajaran Imigrasi NTT bersama Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, sekaligus menjadi bentuk nyata solidaritas pemerintah dan lembaga negara terhadap warga yang sedang menghadapi dampak bencana.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Dr. Saroha Manullang, mengatakan kehadiran jajaran Imigrasi di tengah masyarakat merupakan bagian dari kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Kami hadir untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan bahwa kepedulian serta dukungan kepada masyarakat terdampak dapat dirasakan. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga dalam masa pemulihan,” ujar Saroha.

Menurutnya, penanganan masyarakat terdampak bencana membutuhkan kepedulian dan kerja bersama dari berbagai pihak. Karena itu, kehadiran langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus memberikan dukungan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. Andreas Hugo Pareira, turut memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.

Ia mengapresiasi langkah jajaran Imigrasi yang tidak hanya menjalankan tugas pelayanan keimigrasian, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial dengan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Komisi XIII DPR RI dalam memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Sikka.

Di hadapan warga, rombongan juga memberikan dukungan moril agar masyarakat tetap kuat, menjaga kebersamaan, dan saling membantu selama menjalani proses pemulihan pascagempa.

Bagi warga yang rumahnya rusak dan belum dapat ditempati, masa pemulihan bukan hanya persoalan memperbaiki bangunan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar dan rasa aman mereka tetap terjaga.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran Ditjen Imigrasi NTT menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan administrasi dan keimigrasian, tetapi juga melalui kepedulian, solidaritas, serta aksi nyata ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

“Imigrasi hadir, peduli, dan bersama masyarakat,” menjadi semangat yang dibawa dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Artikel story ini kerja sama Kantor Imigrasi Maumere dan Florespedia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *