114 KK Pulang dari Pengungsian, Sekitar 300 KK Masih Bertahan di Posko Gelora Samador, Sikka

waktu baca 3 menit
Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Kabupaten Sikka, Femmy Bapa

MAUMERE-Sebanyak 114 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya mengungsi di Gelora Samador, Maumere, telah kembali ke rumah masing-masing seiring aktivitas gempa susulan di Kabupaten Sikka yang mulai mereda.

Sementara itu, sekitar 300 KK masih bertahan di Gelora Samador hingga Senin (24/8/2026) malam. Data tersebut masih terus bergerak karena sebagian warga secara bertahap memilih kembali ke rumah masing-masing.

Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Kabupaten Sikka, Femmy Bapa, mengatakan jumlah warga yang pulang dari Gelora Samador meningkat cukup signifikan dibandingkan hari pertama.

“Setelah hari pertama masih 27 KK. Hari kedua total sudah 114 KK. Sampai kemarin sore, 114 KK yang pulang,” kata Femmy saat diwawancarai, Selasa (25/8/2026) pagi.

Menurut Femmy, kepulangan warga merupakan inisiatif masyarakat setelah melihat kondisi di lapangan dan perkembangan aktivitas gempa. Pemerintah tidak serta-merta meminta warga meninggalkan lokasi pengungsian, tetapi tetap memantau kondisi dan memberikan pendampingan selama proses kepulangan.

Pemerintah juga masih mengacu pada perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menentukan langkah penanganan selama masa tanggap darurat.

“Pemerintah masih dalam tahap tanggap darurat dan terus memantau perkembangan informasi dari BMKG. Ada pengungsi yang datang secara mandiri dan menyampaikan mereka sudah mau kembali serta ingin beraktivitas seperti biasa di rumah,” jelasnya.

Pengungsi di Sejumlah Titik Mulai Pulang

Pergerakan warga untuk kembali ke rumah tidak hanya terjadi di Gelora Samador.

Berdasarkan hasil evaluasi Satgas bersama pemerintah kecamatan, sejumlah warga yang sebelumnya mengungsi di beberapa titik di Kecamatan Talibura juga mulai kembali ke rumah. Warga yang pulang terlebih dahulu didata dan diberikan bekal logistik.

Di wilayah Kota Maumere, warga yang sebelumnya mengungsi secara terpusat di SD Beru Liku juga telah kembali. Begitu pula warga yang mengungsi di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Sikka.

“Talibura itu ada beberapa titik yang sudah mulai pulang. Sudah didata, kita berikan sedikit bekal logistik. Kemudian di kota, SD Beru Liku ada pemusatan, itu pun juga sudah pulang. Kantor Bupati, Kantor DPRD juga sudah,” ujar Femmy.

Namun, hingga Senin malam, masih terdapat warga yang bertahan di sejumlah lokasi pengungsian, termasuk Gelora Samador dan di sekretariat DPC PDI P Sikka.

Untuk Gelora Samador, Femmy memperkirakan masih terdapat sekitar 300 KK yang bertahan. Data tersebut belum final karena pergerakan warga masih berlangsung dan pembaruan data dilakukan secara berkala.

Pemerintah Tetap Pantau Pengungsi yang Pulang

Satgas Penanganan Pengungsi Kabupaten Sikka memastikan warga yang kembali ke rumah tetap menjadi bagian dari pemantauan pemerintah.

Para camat, lurah, dan kepala desa diminta memantau warga yang sebelumnya mengungsi, termasuk pengungsi mandiri di wilayah masing-masing.

Langkah ini dilakukan agar pemerintah tetap mengetahui perkembangan kondisi warga setelah meninggalkan lokasi pengungsian, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap dapat dipantau.

Selain pendataan, pemerintah juga memberikan bekal logistik kepada sebagian warga yang kembali. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa awal setelah kembali ke rumah, terutama bagi warga yang aktivitas ekonominya sempat terhenti selama berada di pengungsian.

Femmy mengatakan proses kepulangan akan terus dipantau seiring perkembangan situasi.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski aktivitas gempa susulan mulai menurun.

“Walaupun gempa susulan kecil, masyarakat tetap harus waspada. Ketika terjadi gempa susulan, penerapan mitigasi bencana harus tetap dilakukan. Masyarakat harus segera berada di luar rumah untuk menghindari risiko,” tegasnya.

Dengan kondisi yang mulai kondusif, pemerintah mendorong masyarakat yang telah siap untuk secara bertahap kembali menjalankan aktivitas di rumah. Namun, warga tetap diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi atau gempa susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *