Lewat Lomba Bertutur, Anak Sikka Dilatih Jadi Storyteller yang Percaya Diri

waktu baca 2 menit

MAUMERE-Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Sikka tidak sekadar menjadi ajang kompetisi kemampuan berbicara di depan umum.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, memahami dan memberi makna terhadap berbagai cerita, kisah, dongeng serta cerita rakyat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.

Hal tersebut disampaikan Oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago pada pembukaan Lomba Bertutur Tingkat SD Kabupaten Sikka di Aula Frans Seda Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka pada 11/8/2026).

Lomba Tutur ini sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya gemar membaca dan memperkuat gerakan literasi sejak usia dini.

Juventus mengatakan melalui kegiatan bertutur, anak-anak tidak hanya diarahkan untuk membaca sebuah cerita, tetapi juga memahami pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya. Kemampuan tersebut kemudian dikembangkan melalui cara penyampaian yang kreatif, ekspresif dan menarik di hadapan orang lain.

“Menurut saya, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting, karena melalui setiap cerita, kisah, dongeng maupun cerita rakyat, kita tidak hanya mengajarkan anak untuk mampu bercerita, tetapi juga mengajak mereka memahami dan memberi makna terhadap setiap nilai yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.

Bupati sikka Juventus Prima Yoris Kago berharap kegiatan Lomba Bertutur dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun.

Menurut Juventus, Konsistensi pelaksanaan dinilai penting agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi menjadi proses pembinaan bagi anak-anak Sikka dalam mengembangkan kemampuan literasi dan komunikasi.

“Kenapa kekuatan ini bisa berjalan? Karena kalau kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin, misalnya setahun sekali, kita bisa melahirkan anak-anak kita yang menjadi storyteller yang bagus terhadap hal apa pun,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kata Juventus, kemampuan bercerita merupakan salah satu keterampilan penting yang dapat membangun rasa percaya diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi dan keberanian anak untuk tampil di hadapan publik.

Untuk diketahui, Lomba Bertutur ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat budaya literasi. Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Sikka terus mengembangkan berbagai program literasi yang menyentuh langsung anak-anak dan lingkungan sekolah.

Pemerintah daerah Kabupaten sikka juga menempatkan perpustakaan sebagai salah satu ruang penting dalam membangun masyarakat pembelajar.

Lomba Bertutur diharapkan mampu menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan berbicara, tetapi juga mampu memahami nilai-nilai budaya, sejarah dan kearifan lokal yang diwariskan melalui cerita.

Dengan demikian, cerita rakyat tidak hanya menjadi sebuah kisah yang diceritakan kembali, tetapi menjadi media pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *