Panitia Soeratin Cup U-17 dan Pertiwi Cup Resmi Rilis ‘Si Manis’, Maskot Unik Berwajah Kultural Sikka

waktu baca 2 menit
Maskot “Si Manis”.

MAUMERE-Panitia Penyelenggara Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan Pertiwi Cup (Piala Ketua TP PKK NTT) Tahun 2026 secara resmi meluncurkan maskot turnamen bernama “Si Manis” pada Selasa (7/7/2026) malam. Nama unik dan ikonik tersebut diberikan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.

Ketua Umum Penyelenggara, Rudolf M. Cherubim Newar, menjelaskan bahwa nama dan bentuk fisik maskot “Si Manis” diambil dari filosofi kepala Naga Nusa Nipa (Naga Sawa Ria) dan instrumen gong adat khas Sikka.

Perpaduan simbol ini dipilih secara khusus untuk melambangkan kekuatan, kewibawaan, serta identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sikka selaku tuan rumah.

Cherry Newar mengungkapkan, secara rinci, maskot “Si Manis” menyimpan enam elemen filosofis budaya yang mendalam pada setiap bagian tubuhnya:

  1. Kepala: menggunakan wujud kepala naga Nusa Nipa; merepresentasikan kebijaksanaan, perlindungan, dan kepemimpinan generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT).
  2. Mahkota: mengadaptasi bentuk Mahkota Dala Mawarani; merepresentasikan harapan, cita-cita, dan semangat meraih prestasi yang terinspirasi dari simbol Bintang Fajar khas Sikka.
  3. Tanduk Naga: merepresentasikan keberanian, kekuatan, dan semangat juang dalam menghadapi setiap tantangan.
  4. Selendang: menggunakan Selendang Adat Sikka; merepresentasikan identitas budaya lokal serta kebanggaan terhadap warisan leluhur Kabupaten Sikka.
  5. Gong: merepresentasikan persatuan, kebersamaan, dan harmoni yang menjadi fondasi utama masyarakat Kabupaten Sikka.
  6. Ekor Naga: merepresentasikan kelincahan, ketangguhan, dan kesinambungan budaya dari generasi ke generasi.

Pria yang akrab disapa Cherry Newar ini menegaskan bahwa kehadiran maskot unik berwajah kultural ini menjadi penanda bahwa ajang olahraga berskala provinsi ini juga mengemban misi kebudayaan yang besar.

“Penunjukan Sikka sebagai tuan rumah bukan hanya soal ajang kompetisi, tetapi juga momentum strategis untuk mempromosikan kekayaan budaya kami ke tingkat provinsi. Maskot ‘Si Manis’ diharapkan dapat menjadi simbol semangat juang dan karakter para atlet muda,” ujar Cherry Newar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *