Ratusan Siswa dan Mahasiswa dari Keluarga Miskin Daftar Program Kuliah Gratis 4 Tahun Pemkab Sikka

waktu baca 4 menit

MAUMERE-Minat masyarakat terhadap Program Kuliah Gratis Pemerintah Kabupaten Sikka yang dikenal dengan nama Program Bantuan Belajar cukup tinggi. Hingga Selasa (23/6/2026), tercatat sebanyak 215 siswa dan mahasiswa dari keluarga miskin telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan pembiayaan kuliah yang akan diberikan selama delapan semester atau empat tahun masa studi.

Meski jumlah pendaftar terus bertambah, Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan bahwa seluruh calon penerima harus melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat, termasuk pemeriksaan langsung di lapangan, untuk memastikan program tersebut benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, mengatakan jumlah 215 berkas yang telah masuk merupakan gabungan antara siswa lulusan SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan pada semester berjalan.

“Yang telah mengajukan permohonan untuk bantuan belajar adalah sebanyak 215 berkas. Ini adalah akumulasi dari siswa dan mahasiswa yang mengajukan. Siswa adalah yang telah menamatkan SMA/SMK dan akan melanjutkan kuliah, sementara mahasiswa adalah yang berada pada semester berjalan perkuliahan,” ujarnya.

Menurut Adrianus, pelaksanaan program tahun ini masih mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Sikka Nomor 4 Tahun 2025 tentang Bantuan Belajar dan Peraturan Bupati Sikka Nomor 23 Tahun 2025 yang mengatur syarat, mekanisme, serta kelompok sasaran penerima bantuan.

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama penerima adalah berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka.
Namun, Pemkab Sikka tidak hanya berpatokan pada dokumen administrasi.

Pengalaman pelaksanaan program pada tahun sebelumnya menunjukkan bahwa data penerima perlu diverifikasi kembali melalui kunjungan lapangan.

“Pengalaman kami di tahun 2025, dari kita buka pendaftaran lalu kita lakukan verifikasi dan validasi ulang, akhirnya mendapatkan 75 mahasiswa. Untuk tahun 2026 menjadi tahun terakhir yang kita buka, karena pembiayaan bantuan belajar ini sampai tahun terakhir mereka kuliah atau selama empat tahun,” jelasnya.

Adrianus mengungkapkan bahwa proses verifikasi lapangan sangat penting untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran. Pada tahun sebelumnya, ditemukan sejumlah pendaftar yang secara administrasi memenuhi syarat, namun setelah diverifikasi langsung ternyata kondisi ekonominya sudah tidak lagi layak menerima bantuan.

“Saya contoh pada tahun kemarin, setelah dilihat di lapangan ternyata orang itu tidak layak menerima bantuan. Ini terkait perubahan atau update data yang terjadi di DTSEN kita. DTSEN kita ini kan kepada masyarakat diberi waktu setiap saat untuk menyesuaikan,” katanya.

Verifikasi dan validasi lapangan akan dilakukan oleh tim dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sikka. Selain mengecek kesesuaian data administrasi, tim juga akan memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga calon penerima secara langsung.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Sikka, Yohanes Carolus Fernando Nong, mengatakan Program Kuliah Gratis tahun 2026 diprioritaskan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan vokasi sesuai arahan Bupati Sikka. Meski demikian, jumlah pendaftar dari jalur vokasi hingga hari kelima pendaftaran masih tergolong sedikit.

“Untuk mahasiswa vokasi dalam lima hari pendaftaran ini belum terlalu banyak yang mendaftar, tercatat baru sekitar 43 orang yang mendaftar. Memang pendaftaran prioritas vokasi, namun kalau yang ada sekian maka kita akan ambil pada mahasiswa di luar vokasi,” ujarnya.

Pemkab Sikka menargetkan sebanyak 200 hingga 250 penerima baru Program Kuliah Gratis pada tahun 2026. Jumlah tersebut akan ditambah dengan 75 mahasiswa penerima tahun 2025 yang masih akan menerima pembiayaan hingga masa studi mereka selesai.

“Untuk tahun 2026 ini, kami target memberikan bantuan belajar kepada 200-250 orang penerima. Ini juga akan ditambah dengan 75 mahasiswa penerima bantuan belajar tahun 2025,” katanya.

Menurut Karlos demikian ia disapa, bantuan yang diberikan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per mahasiswa. Dengan ketersediaan anggaran saat ini, pemerintah memperkirakan dapat mengakomodasi hingga sekitar 300 mahasiswa.

Setelah pendaftaran ditutup pada 24 Juni 2026, tim pelaksana yang berjumlah 15 orang akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh calon penerima bantuan.

“Kami akan verifikasi apakah sesuai desil, kondisi kemiskinan, rumah, kami akan melakukan wawancara dengan orang tua sesuai instrumen yang tersedia,” ujarnya.

Verifikasi dilakukan secara by name by address, sehingga setiap pendaftar akan diperiksa satu per satu berdasarkan identitas dan alamat yang tercantum dalam berkas pendaftaran.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Pemkab Sikka menargetkan penyaluran bantuan dapat dilakukan pada pertengahan Juli 2026.

“Bantuan belajar tahun 2025 sebesar Rp5 juta per semester. Kalau kita menyesuaikan per kampus akan bervariasi. Untuk menyamaratakan itu semua kita ambil angka tengahnya Rp5 juta,” katanya.

Program Kuliah Gratis ini menjadi harapan bagi banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Salah satunya adalah Maria Liran Lute, mahasiswa Semester II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Nipa asal Desa Ladolaka.

Maria mengaku telah memasukkan berkas pendaftaran dan berharap dapat menjadi salah satu penerima bantuan agar bisa menyelesaikan pendidikannya tanpa terkendala biaya kuliah.

“Saya sudah memasukan berkas pendaftaran hari ini dan saya belum mendapatkan bantuan belajar dari kampus. Saya harap bisa mendapatkan bantuan belajar untuk uang kuliah di Unipa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *