Respon Pemkab Sikka Dinilai Lamban, Warga dan Agen Travel Wisata Swadaya Selamatkan Ruas Jalan Nyaris Putus

waktu baca 3 menit

MAUMERE-Warga Desa Munerana dan Desa Kajowair di kecamatan Hewokloang, serta warga kampung Dokar, Desa Umauta di kecamatan Bola, kabupaten Sikka, NTT, swadaya membangun turap pengaman jalan selama tiga hari mulai Kamis, (11/6/2026) hingga (13/6/2026).

Aksi yang dipimpin oleh Ketua Sanggar Bliran Sina, Yoseph Gervasius, dan Ketua Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus Beru ini dilakukan sebagai bentuk respon atas lambatnya penanganan pemerintah daerah terhadap akses ruas jalan kabupaten Kewapante-simpang Habibola yang menghubungkan Kecamatan Hewokloang, Bola, Doreng, dan Mapitara yang nyaris putus akibat longsor.

Kondisi ruas jalan tersebut telah rusak parah dan berlubang sejak dua tahun terakhir. Selain mengancam keselamatan warga, kondisi jalan longsor ini memicu kekhawatiran para agen travel, biro perjalanan wisata dan warga sanggar budaya, karena menjadi jalan utama menuju objek wisata Sanggar Bliran Sina Watublapi di Kecamatan Hewokloang dan Sanggar Doka Tawa Tana di Kecamatan Bola.

Menurut Ketua Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus Beru, inisiatif membangun turap pengaman di ruas jalan tersebut dari pihak manajemen PT Rijamo Flores Tour Maumere.

Seperti biasanya tiap ada kunjungan kapal pesiar, manajemen PT Rijamo Flores Tour memastikan segala persiapan mulai dari akses jalan hingga atraksi di destinasi wisata, dua minggu sebelum kedatangan kapal.

Cletus mengatakan, pada tanggal 11 Juni 2026 manajemen Rijamo, Romana Rona dan tim, Elisia Digmadari berkunjung ke kampung Dokar, yang merupakan destinasi wisata budaya Sanggar Doka Tawa Tana dan Sanggar Bliran Sina Watublapi.

Dalam perjalanan, mereka melihat langsung kondisi jalan yang rusak tersebut. Setibanya di Sanggar Doka Tawa Tana, mereka berdiskusi dan mencari solusi untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat tamu melintasi jalan tersebut menuju kedua destinasi wisata favorit di Kabupaten Sikka ini.

“Terlintas dalam diskusi untuk menggunakan cor dari dasar, tetapi kita membutuhkan tenaga teknis yang paham agar bangunan tersebut tahan lama. Saya sempat berinisiatif menghubungi pihak pemerintah. Namun, responnya nihil karena para pengambil keputusan sedang rapat penting, ” ujar Cletus, Minggu, 14 Juni 2026 melalui telepon selulernya.

Kata dia, pihaknya sempat memikirkan alternatif lewat ruas jalan Hewokloang, tetapi ternyata jalur ini sama parahnya dan lebih berisiko.

Cletus mengatakan, setelah pulang dari sanggar Doka Tawa Tana, Romana Rona dan tim mampir di Sanggar Bliran Sina dan berdiskusi dengan Yoseph Gervasius, Ketua Sanggar Bliran Sina.

Dalam diskusi tersebut, mereka sepakat untuk memasang bronjong. Didorong semangat Yoseph Gervasius dan adiknya, Ori, mereka bersama anggota sanggar dan aparat Desa Munerana berembuk untuk menggerakkan warga agar bergotong royong memperbaiki turap jalan tersebut.

“Dari Watublapi, Ibu Romana Rona dan tim langsung menuju toko bangunan untuk mengecek material, kawat bronjong, batu, pasir, tanah Uruk, dan semen. Setelah material lengkap, keesokan harinya mereka langsung mulai pengerjaan bersama warga sekitar. Akhirnya, dalam tempo tiga hari, pengerjaan sudah bisa selesai dan fasilitas tersebut dapat digunakan kembali, ” ungkap Cletus.

Pemilik PT, Rijamo Flores Tours Maumere, Romana Rona mengatakan, pihaknya memutuskan untuk melakukan perbaikan fisik dengan kualitas terbaik.
Mengingat ini adalah akses vital masyarakat kampung untuk aktivitas sehari-hari seperti menjual hasil kebun, kain tenun ke pasar, dan membeli kebutuhan pokok di kota.

Penjabat Kepala Desa Kajowair, Laurensius Lepo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada pihak PT. Rijamo Flores Tours dan Ketua Sanggar Bliran Sina Watublapi dan Ketua Sanggar Doka Tawa Tana serta warga setempat atas kepedulian dan kerjasama yang luar biasa ini.

Camat Hewokloang, Anselmus Erdinans menyampaikan, Pemerintah Kecamatan telah menyurati Dinas PUPR, BPBD, dan DPRD pada Selasa (19/5/2026) terkait kondisi jalan rusak tersebut.

“Kemarin, saya bersama aparat pemerintah Desa Munerane turun langsung melihat kondisi jalan rusak tersebut. Setelah itu, kami langsung buat surat kirim ke Dinas PUPR, BPBD dan DPRD, ” katanya.

Camat Hewokloang mengimbau pengguna jalan yang melintas di ruas jalan rusak tersebut agar selalu waspada dan berhati-hati, apalagi pada musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *