Wabup Subandi: Warga Masih Takut Donor Darah, PMI Sikka Harus Gencarkan Edukasi

waktu baca 5 menit

MAUMERE-Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, meminta Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka untuk terus memperkuat sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat mengenai pentingnya donor darah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan donor darah massal dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar di Kantor UTD PMI Sikka, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sabtu (13/6/2026) pagi.

Menurut Wabup Subandi, langkah edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini masih ragu untuk mendonorkan darahnya. Ia mengingatkan PMI Sikka untuk terus melakukan sosialisasi kepada kelompok masyarakat untuk bagaimana masyarakat siap mendonorkan darahnya.

“Sebagian masyarakat masih takut donor darah, tetapi kalau terus diberikan edukasi dan pemahaman, mereka akan siap,” ungkapnya.

Wabup Subandi menuturkan, donor darah bukan sekedar tindakan medis, tapi wujud nyata kepedulian, solidaritas dan kemanusiaan. Dirinya mengaku mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu, di mana darah ini sangat banyak dibutuhkan. Setiap saat ada chat Wa masuk atau ada telfon masuk bahwa membutuhkan donor darah, karena kebutuhan darah itu hal yang sangat mendasar.

Untuk memastikan pelayanan kemanusiaan ini berjalan optimal tanpa hambatan, Wabup Subandi memastikan hibah yang diberikan Pemkab Sikka kepada PMI Sikka sebesar Rp 600 juta lebih tidak akan dikurangi walaupun daerah dalam kondisi efiensi anggaran. Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Sikka.

“Kami berterima kasih kepada komunitas, kepada TNI-POLRI, para frater dan Basarnas yang selalu rutin terlibat dalam donor darah,” ujarnya.

Dorongan untuk memperkuat sosialisasi ini sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Setetes Darah Selamatkan Kehidupan”. Melalui antusiasme pendonor yang hadir, aksi kemanusiaan tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 62 kantong darah dari para pendonor yang lolos skrining kesehatan, dengan rincian golongan darah A sebanyak 13 kantong, golongan darah B sebanyak 12 kantong, golongan darah O sebanyak 32 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 5 kantong.

Harapan Wabup Subandi mengenai pentingnya sosialisasi dan publikasi ini juga didukung oleh salah seorang pendonor darah, Yosef Jedison. Warga yang rutin melakukan donor darah setiap 4 bulan ini menyampaikan terima kasih kepada UTD PMI Sikka dan meminta agar keterlibatan masyarakat terus ditingkatkan di masa depan.

“Perlu keterlibatan masyarakat, dalam hal ini media juga perlu mempublikasikan rutin agar meningkatkan partisipasi masyarakat dalam donor darah,” ungkap Yosef.

Sementara itu, Sekretaris PMI Sikka, Gabriel Ola mengatakan, Hari Donor Darah Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 14 Juni merupakan bentuk apresiasi bagi para pendonor darah sukarela, di samping menjadi kesempatan untuk menyadarkan kembali rasa solidaritas di antara sesama demi kemanusiaan.

“Hari Donor Darah Sedunia juag menjadi wadah untuk mendorong peningkatan Donor Darah Sukarela, meningkatkan kesadaran akan adanya kebutuhan mendesak akan donor darah, juga mempromosikan nilai solidaritas kemanusiaan dan tanggung jawab bersama serta memperluas dan memperkuat kerjasama lintas sektor baik pemerintah, pemangku kepentingan lainnya untuk berintegrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan daerah,” ungkap Gabriel.

Pentingnya edukasi berkelanjutan ini juga diamini oleh pihak legislatif. Anggota DPRD Sikka dari Partai Golkar, Maria Angelorum Mayestati, yang hadir mewakili Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, menegaskan bahwa DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Sikka terus memberikan dukungan penuh terhadap PMI, termasuk mempertahankan dana hibah tahunan senilai Rp 600 juta.

“Kami sangat mendukung seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh keluarga besar PMI. Walaupun dalam keadaan saat ini kita serba kekurangan dengan berbagai aturan dari pusat, tetapi untuk hibah di PMI tidak pernah kita kurangangi satu sen pun,” kata Mayestati.

Ia menilai keberadaan PMI sangat penting karena menyangkut keselamatan nyawa. Namun, Mayestati tidak menampik bahwa tantangan kekurangan persediaan darah di lapangan masih sering dikeluhkan oleh masyarakat.

“Kadangkala kami selalu disampaikan stok di PMI tidak ada, kami harus cari sana-sini. Kadangkala karena tidak ada stok akhirnya nyawa orang harus melayang,” katanya.

Oleh karena itu, Mayestati sepakat bahwa edukasi dan kolaborasi harus ditingkatkan agar ketersediaan darah di rumah sakit selalu siap saat terjadi kondisi darurat.

“Seiring dengan anggaran yang kita hibahkan, kita berharap masyarakat tidak akan mengeluh lagi tentang kekurangan darah ketika ada emergency di rumah sakit di saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat yang belum paham untuk mulai ambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini.

“Mari kita berkolaborasi bersama. Kepada setiap masyarakat yang mungkin saat ini belum tahu tentang bagaimana pentingnya donor darah, kita terus berkolaborasi untuk berpromosi supaya masyarakat ikut ambil bagian lebih banyak lagi,” ajak Mayestati.

Menutup kegiatan tersebut, Mayestati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, Polri, dan Basarnas yang selama ini menjadi pendonor siaga dan rutin di Kabupaten Sikka.

“Terima kasih banyak untuk saudara-saudara kami dari TNI-Polri dan Basarnas, yang setiap saat bila dibutuhkan mereka selalu siap memberikan darah secara sukarela, bahkan ada yang sudah menjadi rutinitas, setiap tiga bulan mereka selalu datang untuk mendonorkan darah,” ungkapnya.

Sebagai bentuk penguatan terhadap program sosialisasi ke depan, Mayestati mengusulkan agar PMI memberikan penghargaan (reward) bagi para pendonor aktif agar tetap semangat dan mampu memotivasi pendonor baru.

“Kami terus berharap ada lagi yang lain dan juga untuk ikut ambil bagian, bahkan kalau boleh di PMI kita mencatat mereka-mereka yang sudah sekian banyak memberikan darahnya dan kita berikan reward supaya semangat mereka tetap ada dan pendonor-pendonor berikutnya juga akan melanjutkan itu,” katanya.

DPRD Sikka kembali menegaskan akan terus mengawal anggaran PMI terlepas dari situasi ekonomi yang ada, demi memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sikka.

“Kami terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan terutama di PMI ini dengan anggaran-anggaran. Sekalipun situasi terpuruk, tetapi hibah untuk PMI selalu tidak pernah dikurangkan satu rupiah pun, karena kami sadar setetes darah untuk menyelamatkan sejuta harapan hidup bagi masyarakat,” tutup Mayestati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *