Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.500 Meter Disertai Suara Gemuruh Kuat

waktu baca 2 menit

FLORES TIMUR-Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (5/6/2026) pukul 18.22 WITA.

Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung atau sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat serta barat laut.

Erupsi juga disertai suara gemuruh kuat yang terdengar dari sekitar kawasan gunung.

Aktivitas erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40,7 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 13 detik.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada Level III (Siaga).

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi atau isu yang tidak jelas sumbernya.

PVMBG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

PVMBG menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah daerah, dan unsur penanggulangan bencana setempat untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki serta menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Pemerintah daerah juga diminta terus menjalin koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun dengan PVMBG di Bandung untuk memastikan langkah mitigasi dan penanganan berjalan optimal.

Data erupsi ini bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *