Menteri Koperasi Pastikan Kopdit Obor Mas Kembali Dapat Pinjaman LPDB Rp 200 Miliar

MAUMERE-Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa KSP Kopdit Obor Mas akan kembali memperoleh dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-42 Tahun Buku 2025 KSP Kopdit Obor Mas di Maumere, Sabtu (30/5/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Ferry meminta jajaran LPDB untuk segera menindaklanjuti usulan pembiayaan yang diajukan Kopdit Obor Mas. Menurutnya, koperasi terbesar di Kabupaten Sikka tersebut memiliki rekam jejak yang baik dan layak mendapatkan dukungan tambahan modal untuk memperkuat pelayanan kepada anggota serta mengembangkan sektor-sektor produktif.
“Direktur Utama LPDB, saya kira bisa menangkap keinginan pengurus KSP Kopdit Obor Mas. Proposalnya segera disampaikan dan dipertimbangkan secara serius untuk diselesaikan secara bijaksana,” ujar Ferry.
Ia mengatakan, dengan aset Kopdit Obor Mas yang telah menembus lebih dari Rp1,5 triliun, tambahan pembiayaan dari LPDB diharapkan tidak hanya digunakan untuk memperkuat sektor simpan pinjam, tetapi juga mendorong koperasi masuk lebih jauh ke sektor riil dan sektor produktif.
Menurut Ferry, koperasi harus mulai memperluas peran dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui investasi pada usaha produktif, penguatan UMKM, sektor pertanian, peternakan hingga pariwisata.
“Dengan aset yang sudah mencapai Rp1,5 triliun dan adanya rencana penambahan pembiayaan dari LPDB, saya berharap KSP Kopdit Obor Mas mulai masuk ke sektor riil dan sektor produktif. Tidak hanya pembiayaan perumahan, tetapi juga membantu mengembangkan produk-produk UMKM lokal di Sikka dan NTT,” katanya.
Menteri Koperasi mencontohkan keberhasilan koperasi lain yang telah mengembangkan usaha di sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan baru. Karena itu, Kopdit Obor Mas dinilai memiliki peluang yang sama untuk memperluas portofolio usaha dan meningkatkan nilai tambah bagi anggota.
Ia meyakini pengembangan sektor produktif akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan koperasi yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diterima anggota.
“Mudah-mudahan ke depan pembagian SHU semakin besar dan manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh anggota,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, menjelaskan bahwa proses pengajuan pembiayaan Rp200 miliar dari LPDB sebenarnya telah berjalan.
Menurutnya, tiga tahun lalu Kopdit Obor Mas juga memperoleh pinjaman dengan nilai yang sama dari LPDB dan telah dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan usaha produktif anggota.
Dana tersebut, kata Leonardus, digunakan untuk mendukung anggota yang bergerak di sektor hortikultura, tidak hanya di Kabupaten Sikka, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Flores Timur, Lembata, Ende dan Nagekeo.
“Tiga tahun lalu Obor Mas juga telah mendapatkan dana Rp200 miliar dari LPDB. Dana itu kami gunakan untuk mendorong anggota berwirausaha hortikultura, tidak hanya di Sikka tetapi juga di Flores Timur, Lembata, Ende dan Nagekeo,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh kewajiban pembayaran pinjaman tersebut telah diselesaikan oleh Kopdit Obor Mas. Karena rekam jejak pengelolaan dan pengembalian pinjaman yang baik, LPDB kembali menawarkan fasilitas pembiayaan kepada koperasi tersebut.
“Sekarang dana pinjaman LPDB itu sudah kami lunasi. Pada April 2026, Direktur Bisnis LPDB kembali menawarkan kepada Obor Mas untuk melanjutkan kerja sama pembiayaan. Kami mengetahui LPDB mendapat alokasi dana sekitar Rp1,3 triliun dari negara untuk disalurkan kepada koperasi,” katanya.
Leonardus menilai kepercayaan yang kembali diberikan LPDB tidak terlepas dari kinerja Kopdit Obor Mas dalam mengelola pinjaman sebelumnya secara bertanggung jawab serta dampak nyata yang dirasakan anggota.
“Saya bilang, koperasi simpan pinjam kan banyak, tetapi kenapa Obor Mas diberikan Rp200 miliar lagi? Ini karena Obor Mas punya riwayat pinjaman yang bagus. Ada dampak dari pinjaman LPDB pertama yang bisa membantu anggota meningkatkan usaha-usaha produktif,” tegasnya.
