Kopdit Obor Mas Siap Jadi Kakak Asuh Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih, Menkop: Pengalaman Mereka Sangat Dibutuhkan

MAUMERE-Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, meminta KSP Kopdit Obor Mas untuk mengambil peran sebagai kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk di Kabupaten Sikka.
Permintaan tersebut disampaikan Menkop saat menggelar diskusi santai bertajuk “Ngopi Bareng Menteri Koperasi” bersama pengurus KSP Kopdit Obor Mas dan pengurus KDKMP di Kantor KSP Kopdit Obor Mas, Jalan Kesehatan, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Jumat (29/5/2026) malam.
Kunjungan kerja Menkop ke Maumere dilakukan dalam rangka menghadiri dan membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 KSP Kopdit Obor Mas. Dalam kunjungan itu, Ferry Juliantono didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena serta Direktur Utama LPDB-KUMKM Krisdianto Soedarmono.
Dalam paparannya, Menkop menjelaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 11.030 unit KDKMP telah selesai dibangun dan siap beroperasi.
Koperasi-koperasi tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti gudang, gerai pelayanan, serta sarana lainnya yang bertujuan memenuhi kebutuhan dasar anggota dan masyarakat.
“Per hari ini sudah ada 11.030 KDKMP yang rampung seratus persen dan siap beroperasi,” ujar Ferry.
Selain itu, pemerintah juga tengah membangun sekitar 37.000 unit KDKMP lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah menargetkan sedikitnya 22.000 unit koperasi telah memiliki bangunan lengkap beserta fasilitas pendukung pada Agustus 2026.
Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan memastikan koperasi-koperasi tersebut mampu beroperasi secara profesional dan berkelanjutan.
Karena itu, ia berharap koperasi-koperasi besar yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan usaha dan keuangan dapat terlibat aktif mendampingi koperasi-koperasi baru.
“Kami berharap koperasi-koperasi besar, termasuk KSP Kopdit Obor Mas, dapat menjadi kakak asuh bagi KDKMP di Kabupaten Sikka, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan administrasi koperasi,” katanya.
Ferry menilai pengalaman KSP Kopdit Obor Mas yang telah berdiri sejak 1972 dan mengelola aset lebih dari Rp1,5 triliun menjadi modal penting untuk membimbing koperasi-koperasi yang baru tumbuh.
Menanggapi harapan tersebut, General Manager KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung pengembangan KDKMP, khususnya di Kabupaten Sikka dan Nusa Tenggara Timur.

Pria yang akrab disapa Yanto itu menegaskan bahwa Kopdit Obor Mas siap memberikan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan kepada pengurus KDKMP agar mampu berkembang menjadi koperasi yang sehat dan profesional.
“KSP Kopdit Obor Mas siap menjadi kakak asuh bagi KDKMP. Kami akan memberikan pendidikan dan pendampingan sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo untuk memperkuat koperasi sebagai pilar perekonomian nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengharapkan koperasi desa merah putih dan koperasi kelurahan merah putih yang sudah terbentuk untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.
“Selain koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih, di Sikka sendiri perkembangan dari program strategis nasional termasuk Makan Bergizi Gratis juga berjalan cukup baik,” ungkapnya.
Bupati Juventus menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sikka di setiap kali pertemuan bersama pengurus koperasi desa merah putih dan koperasi kelurahan merah putih selalu menyampaikan apa yang harus dilakukan.
Koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih diharapkan menjadi rumah, tempat untuk menyalurkan atau mendistribusikan bahn baku atau bahan pokok ke seluruh Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Sikka.
“Kami berharap koperasi desa dan kelurahan merah putih bisa melakukan hal ini dan tentunya disesuaikan dengan kondisi atau potensi yang ada di masing-masing desa atau kelurahan,” ungkap Bupati Juventus.
Bupati Juventus menyampaikan sejak awal setelah proses pembentukan pemerintah menyampaikan agar koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih jangan jadikan simpan pinjam sebagai prioritas.
Dirinya mengatakan, pemerintah mendorong supaya koperasi desa merah putih dan koperasi kelurahan merah putih yang ada ke depan adalah kooperasi-kooperasi yang produktif.
