Datangi Dinas Pertanian, “Tukang Jagal” Sikka Desak Kadis Pertanian Evaluasi RPH Sikka

Maumere-Puluhan penjagal sapi yang tergabung dalam Forum Penjagal Sapi Kabupaten Sikka mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka pada Kamis pagi (13/03/2025). Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan tuntutan terkait kebijakan yang dianggap merugikan para penjagal sapi.
Kedatangan rombongan tersebut disambut oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Bapak Inosensius Siga beserta jajaran. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kanit Tipiter Polres Sikka, Bapak Martildis Nobert selaku perwakilan penegak hukum.
Dalam pertemuan yang berlangsung di aula kantor Dinas Pertanian tersebut, pedagang mengeluhkan tentang hewan yang mati di RPH.
“Kami punya sapi mati di lokasi RPH. Mati dalam kondisi menggantung dengan tali terikat di leher. Kami minta Dinas yang bertanggungjawab untuk itu”, ujar pedagang Yoan Tunggal.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian, Inosensius Siga menegaskan bahwa hal tersebut bukan tanggungjawab RPH.
“Itu bukan tanggungjawab RPH. Kami hanya menerima penitipan. Tidak ada satpam di RPH, jadi kematian hewan ternak di RPH adalah tanggungjawab pemilik hewan”, ujarnya.
Selain itu, penjagal juga mengeluhkan tidak adanya karcis untuk setiap retribusi pemotongan sapi.
“Selama ini kami selalu diminta retribusi pemotongan sapi. Semua retribusi yang kami setor itu tidak pernah dikasi karcis. Ini sudah berlangsung satu tahun. Ini jelas merugikan daerah”, ujar Bapak Damianus perwakilan karyawan rumah potong.
Menanggapi keluhan terhadap adanya potensi pungli dan penggelapan retribusi pemotongan hewan tersebut, sekretaris dinas mencoba melakukan cross check, mencocokan data jumlah setoran terakhir dari penjagal dan data yang dimiliki dinas. Dan hasilnya terdapat kesesuaian data antara setoran terakhir. Sedangkan setoran sebelumnya belum dilakukan pemeriksaan.
Kedatangan ini merupakan kedatangan kedua sebagai tindak lanjut dari pembicaraan pertama yang berlangsung Hari Selasa tanggal 11 Maret 2025 kemarin.
Dialog yang dimulai pukul 11.00 WITA dan berakhir pukul 13.19 WITA tersebut berlangsung cukup alot. Penjagal dan pegawai Dinas Pertanian terlibat debat dan adu argumentasi. Para penjagal juga dipaparkan sejumlah aturan mengenai prosedur dan tata laksana RPH.
Edward salah satu peserta yang hadir mengusulkan agar dilakukan pemasangan CCTV di RPH agar setiap aktivitas bisa dipantau, termasuk untuk meminimalisir upaya pembunuhan atau pencurian hewan ternak milik penjagal.