Headline

Wisuda 40 Lulusan Vokasi, Politeknik Cristo Re Siapkan Alumni Masuk Dunia Kerja

waktu baca 7 menit

MAUMERE, FLORESPEDIA-Politeknik Cristo Re mewisuda 40 lulusan Program Diploma III (D-III) dalam prosesi Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-III Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Aula Susteran Alma, Jalan Wairklau, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (24/10/2026) pagi.

Dari 40 lulusan tersebut, sebanyak 10 orang telah bekerja. Sementara itu, lulusan lainnya sedang menjalani proses rekrutmen di sejumlah perusahaan dan lembaga.

Prosesi wisuda ini dihadiri Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Kepala LLDikti Wilayah XV Prof.Dr.Yosef Amaheka, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa), Dr.Jonas K.G.D.Gobang, S.Fil, M.A, perwakilan Universitas Muhammadiyah Maumere, Kepala Dinas Nakertrans NTT, Yosep Rasi, Kapolres Sikka, AKBP.Bambang Supeno dan tamu undangan.

Direktur Politeknik Cristo Re Maumere, RD. Yakobus Donnisius Migo, S.Fil., M.Th., Lic.Th.Com., yang akrab disapa Romo Donnie, mengatakan wisuda tersebut menjadi momen bersejarah bagi lembaga pendidikan tinggi vokasi yang didirikan pada 24 Juni 2020 itu.

Sejak berdiri, Politeknik Cristo Re Maumere telah mendekati angka 100 lulusan melalui tiga periode wisuda.

“Hari ini momen yang bersejarah dan kehormatan besar bagi kami Politeknik Cristo Re. Kehadiran yang terkasih Bapa Uskup Maumere dan tamu undangan merupakan wujud nyata dukungan yang tak terhingga bagi kemajuan lembaga pendidikan tinggi vokasi di tanah Flores, NTT,” ujarnya.

Wisuda kali ini mengusung tema Spirit of Learning, yang menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat. Menurut Romo Donnie, tema tersebut diambil dari moto Angkatan IV ketika para mahasiswa memulai pendidikan di Politeknik Cristo Re.

Ia berharap semangat belajar yang diperoleh selama kuliah terus dibawa para lulusan ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Untuk itu, kita berharap agar ada transformasi dari Spirit of Learning menjadi Spirit of Mastery, dari semangat untuk belajar menjadi semangat untuk menjadi seorang profesional, ahli di bidangnya. Bukan hanya memiliki hard skill, tetapi juga soft skill,” katanya.

Ia menjelaskan, pendidikan vokasi tidak hanya bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja dan industri.

Karena itu, para lulusan diharapkan memiliki kemahiran, ketelitian, serta kemampuan yang relevan dengan bidang pekerjaan masing-masing.

“Para wisudawan-wisudawati, gelar dan ijazah yang kalian terima hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pembuktian kapasitas kalian di dunia nyata,” ujarnya.

Romo Donnie juga mengungkapkan bahwa sebagian lulusan telah memperoleh pekerjaan bahkan sebelum mengikuti prosesi wisuda.

“Dari 40 wisudawan hari ini, dengan bangga kami perlu menyampaikan kepada Bapa Uskup bahwa 10 dari antara mereka sudah bekerja,” katanya.

Ia menegaskan, lulusan yang belum bekerja bukan berarti tidak memiliki peluang. Sebagian di antaranya masih mengikuti tahapan rekrutmen.

Selain itu, pihak kampus telah menerima tawaran kebutuhan tenaga kerja dari Pekanbaru dan Labuan Bajo untuk tiga program studi yang ada di Politeknik Cristo Re Maumere.

“Saat ini kami menerima juga tawaran dari Pekanbaru, ada yang sudah apply, dan ada juga dari Labuan Bajo untuk tiga program studi. Jadi, adik-adik ini akan segera kita kirim ke dunia industri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Donnie menyampaikan apresiasi kepada Uskup Maumere atas dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi vokasi di Kabupaten Sikka.

Ia menilai, pendidikan vokasi membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah untuk memperoleh pendidikan tinggi dengan masa studi yang relatif singkat dan orientasi yang kuat pada dunia kerja.

“Kami sungguh mengapresiasi komitmen Bapa Uskup, karena di pendidikan vokasi, anak-anak dari keluarga kelas menengah ke bawah itu menempuh pendidikan. Pendidikan yang singkat dengan moto ‘kuliah singkat kerja cepat’ ini menawarkan perubahan kesejahteraan, sebuah transformasi kesejahteraan bagi masa depan generasi Nian Tana Sikka,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Cristo Re, jajaran pembina, pengawas dan pengurus yayasan, serta PT Triputra Edukasi Nusantara yang turut mendampingi pengelolaan kampus, baik dari sisi manajemen maupun finansial.

Ia juga mengapresiasi dukungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV dalam mendorong Politeknik Cristo Re agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain sekaligus mempertahankan kekhasan pendidikannya.

Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengapresiasi Politeknik Cristo Re Maumere karena dinilai mampu menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

Ia mengatakan, selama dua kali menghadiri wisuda di kampus tersebut, dirinya selalu mendapat informasi bahwa sejumlah lulusan telah diterima bekerja sebelum diwisuda.

“Saya sudah dua kali ikut wisuda dan saya bangga karena selalu diberikan data bahwa sebelum wisuda, alumni selalu ada yang sudah bekerja dan diterima pada perusahaan dan lembaga yang luar biasa,” kata Juventus.

Menurutnya, capaian tersebut tidak semata-mata berasal dari kemampuan mahasiswa, tetapi juga merupakan hasil dukungan ekosistem pendidikan yang dibangun oleh yayasan, dosen, tenaga pendidik, direktur, dan seluruh jajaran kampus.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program Sikka Cerdas Merata, yang melibatkan enam perguruan tinggi di daerah itu.

“Kami bersama enam perguruan tinggi dalam satu tekad kami, ‘Sikka Cerdas Merata’, memastikan bahwa seluruh program bantuan kami bisa tersalur pada enam kampus tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Juventus juga meminta agar kegiatan Job Fair atau bursa kerja tidak hanya dilaksanakan di Kupang dan Larantuka, tetapi juga di Maumere.

Ia berharap Dinas Nakertrans Provinsi NTT bersama Dinas Nakertrans Kabupaten Sikka mulai berkoordinasi agar lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Sikka memiliki akses yang lebih dekat terhadap informasi lowongan pekerjaan dan proses rekrutmen.

“Hari ini hadir pula Kepala Dinas Nakertrans NTT, Yosep Rasi. Kami berharap Job Fair itu tidak hanya terjadi di Kupang, terjadi di Larantuka. Ka Yos ini orang Maumere, saya sudah omong beberapa kali, ‘Kae, kenapa Job Fair di Larantuka saja?’ Rasanya lulusan perguruan tinggi paling banyak di Maumere,” katanya.

Ia melanjutkan, “Pak Kadis Nakertrans Sikka juga mulai koordinasi, supaya mulai tahun-tahun depan, Job Fair bisa digelar di Maumere.”

Bupati ingatkan keluarga agar mendukung masa depan anak

Selain persoalan lapangan kerja, Juventus juga menyinggung tantangan yang dihadapi sebagian anak muda setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, terutama ketika harus memilih antara mengembangkan karier di luar daerah atau kembali ke kampung halaman karena tuntutan keluarga.

Ia menceritakan pengalamannya saat bertemu seorang teman yang pernah kuliah bersamanya di Kupang dan kini bekerja sebagai dosen di kota tersebut.

Menurut Juventus, temannya itu berencana meninggalkan pekerjaannya di Kupang untuk kembali ke Maumere karena diminta keluarga merawat orang tua.

Juventus mengaku mempertanyakan keputusan tersebut karena temannya telah memiliki karier yang baik dan peluang untuk mengembangkan masa depannya.

Ia kemudian menyampaikan pandangannya kepada sang teman dengan nada kesal.

“Saya bilang, untung kau datang sendiri, kalau kau datang dengan bapa tadi saya marah bapa. Kalau bapa dulu kasih kami sekolah harus sampai jauh-jauh di Kupang, di Jawa sana, giliran kami kuliah selesai, kami dapat pekerjaan yang baik, yang harus jauh dari orang tua, lalu kamu bilang kamu sakit wain (kaki) sedikit, kamu bilang ‘nong e epan kecuali miu di balong sai’ (nong ini baik atau sehat kecuali kamu pulang),” tuturnya.

Menurut Juventus, orang tua perlu memberi ruang bagi anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi untuk mengembangkan kemampuan, membangun karier, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Ia menegaskan, dukungan keluarga tetap penting, tetapi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak untuk mengembangkan potensi diri setelah menempuh pendidikan hingga ke luar daerah.

“Maksud saya harusnya bisa dibicarakan. Kalau anak sudah kuliah, anak sudah terbang lebih tinggi gapai cita-cita, kita punya tugas sebagai orang tua untuk mendoakan supaya mereka sukses dan bahagia,” katanya.

Pantauan media ini, dalam prosesi wisuda, tampak sejumlah orang tua mewakili anak mereka menerima medali dalam prosesi wisuda tersebut.
Para lulusan tersebut berhalangan hadir karena sudah bekerja.

Medali diserahkan langsung oleh Direktur Politeknik Cristo Re Maumere, RD. Yakobus Donnisius Migo, S.Fil., M.Th., Lic.Th.Com., kepada orang tua yang hadir mewakili anak-anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Exit mobile version