Jokowi Tinjau Langsung Rumah Warga Rusak Berat akibat Gempa di Desa Rokirole, Sikka
MAUMERE-Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo memantau langsung kondisi kerusakan rumah warga yang terdampak gempa Flores di Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/9/2025) malam.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kemanusiaan Jokowi di Pulau Palue untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang hingga kini masih menghadapi dampak gempa dan menjalani kehidupan di lokasi pengungsian.
Pantauan media ini, setelah melihat kondisi kerusakan rumah warga di Kampung Cawalo, Jokowi kemudian menyerahkan bingkisan kepada warga yang dikunjungi.
Selain melihat rumah warga, Jokowi juga melihat kerusakan Kantor Desa Rokirole. Dalam kunjungan ini, Jokowi tampak didampingi oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Sebelumnya, Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W. Lowo, mengaku tidak banyak kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan warga ketika Jokowi akhirnya tiba di tengah-tengah mereka.
“Kami tidak berkata apa-apa karena saking senangnya. Kami sangat bahagia karena kehadiran Bapak Jokowi di tempat kami, di tanah kelahiran ini,” kata Nikodemus.
Menurut Nikodemus, kedatangan Jokowi terasa semakin istimewa karena sebelumnya rencana kunjungan tersebut sempat ditunda. Warga bahkan sempat mengira Jokowi tidak jadi datang ke Palue.
Namun, kabar kedatangan itu kembali muncul. Bahkan, Jokowi disebut bersedia bermalam atau tidur bersama warga di posko pengungsian.
“Itu yang kami merasa bangga dan senang,” ujarnya.
Nikodemus mengatakan warga tidak menyiapkan banyak tuntutan untuk disampaikan kepada Jokowi. Menurutnya, warga justru berharap kehadiran Jokowi di tengah pengungsi dapat membuat mantan presiden tersebut melihat dan merasakan secara langsung kondisi yang mereka alami.
“Kami berpikir dia ini mantan eksekutif negara, terus dia ini orang yang cukup dihargai di mata negara, sehingga kami berpikir pasti dia punya ada sesuatu yang dia bisa berikan untuk kami,” katanya.
Nikodemus meyakini Jokowi sudah mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Palue, baik melalui pemberitaan media maupun informasi lainnya. Karena itu, warga tidak merasa perlu menguraikan satu per satu kesulitan yang mereka alami.
“Kami sudah yakin bahwa ketika dia datang lalu tidur itu saja, tanpa kami memberitahu pasti dia sudah tahu,” ujarnya.
Bagi warga, kata Nikodemus, kehadiran Jokowi di tengah pengungsi sudah menjadi sesuatu yang patut disyukuri.
“Kami tidak terlalu berharap banyak. Hanya ketika dia sudah injakkan kaki di sini kami sangat bersyukur,” katanya.
Namun, di balik kebahagiaan tersebut, Nikodemus menyampaikan satu harapan yang ingin dititipkan kepada Jokowi setelah kunjungan tersebut berakhir.
“Ketika dia pulang pun satu harapan kami, jangan pernah lupa orang Cawalo, jangan pernah lupa orang Palue,” tegasnya.
Ia berharap apa yang dilihat dan didengar Jokowi selama berada di Palue dapat menjadi perhatian bagi pemulihan masyarakat setelah gempa bumi.
Nikodemus juga berharap berbagai informasi mengenai kondisi Palue yang selama ini diberitakan media dapat menjadi gambaran bagi Jokowi mengenai kebutuhan warga.
“Mudah-mudahan apa yang dia sempat dengar atau dia sempat lihat, nonton di berita dan lain sebagainya itu mungkin itu menjadi satu hal yang kami sangat menyenangkan kalau memang menjawab itu semua hal yang menjadi kebutuhan kami,” ujarnya.
Nikodemus menegaskan, warga tidak ingin membebani Jokowi dengan banyak permintaan. Mereka hanya berharap kedatangan tersebut membawa perhatian lebih terhadap kondisi Palue.
“Kami tidak bisa meminta banyak, kami hanya bahagia, hanya kami yakin dan percaya bahwa dia pasti tahu. Dia pasti tahu apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan